Tampilkan postingan dengan label seminar kewirausahaa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seminar kewirausahaa. Tampilkan semua postingan

Selasa, April 09, 2019

Seminar Wirausaha di Universitas Gunadarma Karawaci

Seminar Wirausaha di Universitas Gunadarma Karawaci

Tangerang, Pembicara-seminar.com. Bertempat di auditorium Kampus Universitas Gunadarma Karawaci, Bambang Suharno tampil sebagai narasumber seminar kewirausahaan yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Ekonomi UG bekerjasama dengan perusahaan asuransi terkemuka Reliance.

Seminar yang dihadiri oleh 200an mahasiswa mengangkat topik How to Build dan Train Entrepreneur Spirit. Pimpinan Reliance, Nixon mengatakan, acara ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan motivasi para mahasiswa untuk menjadi entrepreneur di masa mendatang.

Dalam paparannya Bambang menyampaikan materi mengenai mental wirausaha yang berbeda dengan mental karyawan. Mental ini perlu diasah sejak mahasiswa agar kelak dapat mengembangkan modal dan sumber daya dengan baik. Mental wirausaha yang dimaksud adalah mental produktif, mental pemberdaya dan mental tangan di atas.

Mental produktif, adalah sikap seorang yang tidak boros. Jika mendapatkan penghasilan tambahan tidak langsung untuk meningkatkan gaya hidup melainkan untuk menciptakan penghasilkan baru atau mengembangkan pendapatan yang sudah ada. Mental pemberdaya adalah sikap seseorang yang bangga untuk memberdayakan orang lain, bukan senang bekerja sendirian.

"Sedangkan mental tangan di atas adalah mental untuk selalu berbagi, setiap ada rejeki," tambahnya.

Mulai dengan Tangan Di Atas.

Dalam seminar kewirausahaan ini Bambang menyarankan langkah yang bisa dimulai sejak mahasiswa adalah mengasah mental tangan di atas. Ia memberi contoh, jika mahasiswa bisa bahasa Inggris, bisa dimulai dengan memberikan les Bahasa Inggris Gratis ke anak-anak. "Kelak anda akan dikenal sebagai guru Bahasa Inggris yang baik. Langkah selanjutnya anda bisa mendirikan kursus Bahasa Inggris atau yang lainnya," jelasnya. Mahasiswa yang bisa menari, menyanyi, pintar matematika dan keahlian lainnya, disarankan untuk mulai berbagi ilmu secara gratis di tengah kesibukan sebagai mahasiswa.

Dengan berbagi ilmu, keahlian akan semakin terasah. Dan kelak bisa menjadi sebuah bisnis, atau setidaknya sudah menjadi bekal untuk mengasah jiwa kepemimpinan yang merupakan modal penting untuk menjadi orang sukses.

Menjawab pertanyaan peserta tentang cara meningkatkan keberanian memulai usaha, Bambang menyarankan agar menciptakan lingkungan yang membuat kita lebih berani. "Pergaulan itu sangat penting. Jika anda dikelilingi oleh pelaku usaha yang berani ambil resiko, maka anda juga akan mudah ketularang berani," demikian saran Bambang.

Terhadap pertanyaan mengenai bagaimana cara memenangkan persaingan, ia memberikan 3 tips bersaing. Pertama, jadi pelopor. Perusahaan yang mempelopori produk tertentu akan berpotensi menjadi pemenang persaingan, misalnya Aqua, teh botol sosro dan lain-lain.
Jika jadi pelopor tidak bisa, maka tetap berpeluang bisa bersaing dengan cara menjadi yang terbaik, karena dengan menjadi yang terbaik, otomatis bisan memenangkan persaingan.

"Jika menjadi yang terbaik juga tidak bisa, maka masih ada satu jurus lagi, yaitu menjadi yang berbeda. Sama-sama makanan, jika penyajiannya berbeda, bisa dipersepsikan sebagai produk yang unik dan menarik," kata Bambang.

POSTING TERPOPULER

Iklan