Friday, August 1, 2014

WORKSHOP KOPERASI DI FAKULTAS TEKNIK UI

Koperasi di Indonesia sering dipersepsikan sebagai lembaga yang kurang berkembang dan dikelola asal jalan. Padahal di berbagai negara Koperasi dapat berkembang menjadi lembaga bisnis yang sejajar dengan perusahaan pada umumnya, dengan tetap menjalankan misi sosial koperasi.

Demikian dikemukakan oleh Bambang Suharno  (Direktur Indonesian Entrepreneur Society/IES) bersama Direktur Indonesian Cooperators Club (ICC) Sujatmiko  menjadi narasumber workshop Koperasi Karyawan FT UI pada Hari Selasa 22 Juli 2014 lalu.  Acara yang diikuti oleh pengurus dan anggota Kopkar FT UI ini bertujuan untuk menambah wawasan anggota koperasi mengenai dasar-dasar perkoperasian khususnya mengenai AD/ART Koperasi, pemilihan pengurus, laporan tahunan serta pengembangan bisnis koperasi.

Bambang memberi contoh koperasi Zen Noh yang merupakan koperasi petani di Jepang yang kini menjadi koperasi terbesar di dunia Koperasi petani di Jepang. Terbesar no 1. di dunia (menurut International Cooperative Aliance). Koperasi ini menyediakan barang kebutuhan petani yang merupakan anggota koperasi yang kini jumlahkan tak kurang dari 4,4 juta orang. Koperasi Zen Noh mempekerjakan karyawan sebanyak 12.500 orang dengan Volume usaha USD 63,4 miliar  (2005)

Campina adalah contoh lain dari keberhasilan koperasi peternak yang kini telah mendunia. di Indonesia Campina terkenal dengan merek es krimnya. Campina adalah koperasi susu terbesar di Eropa dan merupakan koperasi terbesar urutan ke 53 Dunia. Anggotanya sebanyak 7.800 orang di Belanda, Belgia, Jerman, dengan jumlah karyawan 6.814 orang dan volume usaha USD 4,27 miliar(2005)


Di Indonesia, koperasi yang berhasil antara lain Kospin Jasa. Koperasi ini berdiri tahun 1973, berasal dari pemupukan modal tiga komunitas di Pekalongan (Jawa, Arab, China). Saat ini Kospin Jasa memiliki 77 kantor cabang konvensional dan 18 Cabang Syariah. dengan kekayaan bersih sebesar Rp 2,41 triliun dan simpanan anggota sebanyak Rp. 2,66 triliun.

Dengan melihat contoh di atas, maka tak ada alasan lain bahwa koperasi tidak bisa berkembang. Koperasi harus bisa menjadi lembaga yang dikelola dengan manajemen modern. Itu sebabnya prinsip dasar koperasi harus dipahami betul dan dijalankan sebaik-baiknya. Sujatmiko yang telah berpengalaman membina sejumlah koperasi lokal dan nasional mengatakan, pelatihan koperasi bagi pengurus dan anggota sangat penting agar anggota maupun pengurus memiliki pengetahuan yang berkembang dalam rangka mengembangkan koperasi itu sendiri. Ia menyarankan, workshop koperasi dapat diagendakan secara berkala dan berkesinambungan agar koperasi terus berkembang. Workshop perlu dibagi dua pokok materi yaitu mengenai koperasinya itu sendiri, dan workshop mengenai pengembangan bisnis.


2 comments:

  1. luar biasa, koperasi berat sekali menjalankan amanah yg pengurus sendiri harus berani berkorban

    ReplyDelete