Iklan

April 21, 2019

CV Adriano Rusfi

CV Adriano Rusfi

Adriano Rusfi adalah salah satu pembicara seminar pengembangan SDM terkemuka di Indonesia. Ia telah berpengalaman mengisi seminar dan training di berbagai lembaga pemerintah dan swasta, dengan beragam topik pengembangan SDM, salah satunya mengenai psikologi persiapan pesiun, Berikut ini Curriculum Vitae Adriano Rusfi.

Nama Lengkap                      Drs. Adriano Rusfi, Psi
Jenis Kelamin                        : Laki-laki
Tempat & Tanggal Lahir         : Bukittinggi, 4 Maret 1964
Agama                                    : Islam
Alamat Rumah                      : Villa Harmony Palagan B-1, Jl. Palagan Tentara Pelajar km 9, Wonorejo, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta
                                                  Telp. 085743712966
Pendidikan                             : Magister Profesi Psikologi
Pekerjaan                               : Konsultan SDM dan pendidikan
Status Marital                         : Menikah, jumlah anak : 4 orang

RIWAYAT PENDIDIKAN
1969 – 1970       TK Pertiwi Bukittinggi
1971 – 1976       SD Matraman Raya 115 Jakarta
1977 – 1980       SMPN 3 Jakarta
1980 – 1983       SMAN 8 Jakarta
1983 – 1990       F Psikologi UI Jakarta
1992 – 1993       F Psikologi Unidha Malang

RIWAYAT PEKERJAAN
1989 – 1992       Pimpinan Umum Majalah Wanita UMMI
1994 – 1995       Ka Div Program P3UK
1995 – 1998       Direktur Program Sinergi Indonesia
1998 – 2002       Direktur Program INVENTRA
2000 – skr           Senior Consultant PPSDM Consultant
2002 – 2004       Direktur Utama PT. Sajadah Edutama Indonesia
2005 – 2007       Learning Manager PT. NSI Edukomunikasi
1995 – skr           Konsultan SDM & Pendidikan independen

KLIEN YANG PERNAH DITANGANI

v   Pulau Laut Group
v   PT. Kramayudha Ratu Motor
v   PT. Bhakti Adies Sejahtera
v   Wirashangga Group
v   PT. Purwa Wisata Karsa
v   Shafira Collection
v   PT. Pos Indonesia
v   PT. Sistelindo Mitralintas
v   PT. Dwipahasta Utamaduta
v   PT. Glorius Internusa
v   PT. Krakatau Steel
v   PT. LAPI Divusi
v   PT. Daya Makara
v   PT. MyIndo Cyber Media, dll.
v   Dinas Kepegawaian Pemda Kabupaten Tangerang
v   Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia
v   Kantor Diklat Pemda DKI
v   Dinas Pertambangan Pemda DKI
v   Dinas Peningkatan SDM Pemda Kotamadya Cirebon
v   Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu
v   Pusat Kesehatan Jasmani DEPDIKNAS
v   Direktorat Pendidikan Masyarakat Ditjen PLS DEPDIKNAS
v   Deputi Sumber Daya IPTEK, Kemenristek
v   Direktorat PTKPNF Ditjen PMPTK DEPDIKNAS, dll.
v   Yayasan Bina Anak Shaleh, Yogyakarta
v   Yayasan Bina Anak Pertiwi, Jakarta
v   Yayasan Lentera Insan, Depok
v   Yayasan Amal Bhakti Ananda, Sukabumi
v   Yayasan Pendidikan Abdi Negara, Tangerang
v   Yayasan Bina Anak Shaleh (BIAS), Yogyakarta
v   Sekolah Alam Tangerang, Tangerang
v   SMA Negeri Jatinangor
v   Yayasan Pendidikan Islam Asy-Sukriyyah, Tangerang, dll.

PRODUK YANG DIHASILKAN

v  Modul Kompetensi PT. Krama Yudha Ratu Motor
v  Politician Sincerity Test (POST)
v  Employee Qualification Rating (EQR) System
v  Modul Spiritual Treatment untuk Pembinaan Usaha Mikro & Kecil
v  Spiritual-emotional Creativity Training (SpECTra)
v  The Seven Tower Achievement Training
v  Together With Disaster (Twister) Training
v  Fantastic Reinventing (Fanta Rei) Training
v  Life-skill Education System
v  Modul Physical Life-skill Education
v  Kurikulum Professional Student (Prudent) School
v  Kurikulum Oasis School
v  Kurikulum Induk Asy-Syukriyyah
v  Office Laboratory-Library System (Labrary)
v  Sistem Kaderisasi Masjid Salman ITB
v  Sistem Orientasi Mahasiswa Baru ITB
v  Sistem Evaluasi Implementasi Diklat Pemda DKI
v  Professional Managing System of Employee (Promise)
v  System on Absence
v  Sistem Penilaian Kinarya
v  Corporate for Community Development Program (CCDP) Training
v  The Mystery Characterizing Center for Outdoor Edutainment
v  Sistem & Kurikulum Pelatihan Baby Caretaker
v  Sistem & Kurikulum Pelatihan Parenting Skill
v  Tes Indikator Kepribadian Rentan Narkoba (TIKREN)
v  Tes Potensi Intelektual (TPI)
v  Islamic Spirituality Test (IST)
v  Professional Personality Test (PPT)
v  Assessment Center Hakim Tindak Pidana Korupsi
v  Assessment Center Hakim Agung
v Assessment Center Logistic Senior Manager, dll.

KURIKULUM YANG TELAH DIHASILKAN

·        Kurikulum pelatihan 17 kompetensi Soft-skill PT Krama Yudha Ratu Motor
·        Kurikulum Induk Yayasan Pendidikan Abdi Negara, Tangerang, Banten
·        Kurikulum Life-skill SMP-SMA Internat Alkausar, Yayasan Amal Bhakti Ananda, Parungkuda, Sukabumi, Jawa Barat
·        Kurikulum Manajemen Perkantoran SMK Pelita Bangsa, Yayasan Adhi Putra, Tangerang, Banten
·        Kurikulum Induk Yayasan Pendidikan Islam Asysyukriyyah, Tangerang Banten
·        Kurikulum SMA IPA se Kabupaten Indramayu, Dinas`Pendidikan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat
·        Kurikulum SMA Oasis School, Yayasan Marba, Carita, Banten
·        Kurikulum Integrasi SMPIT Ittihadul Muwahhidin, Yayasan BIAS, Kudus, Jawa Tengah
·        Kurikulum Integrasi SMAIT Ittihadul Muwahhidin, Yayasan BIAS, Kudus, Jawa Tengah
·        Kurikulum Pesantren Anak Jalanan, Pesantren Kota, Yayasan Bina Anak Pertiwi, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
·        Kerangka Kurikulum Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat
·        Pengembangan Kurikulum Akademi Entrepreneurship AlBiruni, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat
·        Kurikulum Pendidikan Baby Caretaker, Lembaga Muslimah Salman, Masjid Salman ITB, Bandung Jawa Barat
·        Kurikulum & Modul Spiritual Treatment, Direktorat Perbankan Syariah, Bank Indonesia, Jakarta
·        Kurikulum SD, SMP, SMA Avicenna, Jagakarsa, Medco Foundation
·        Kurikulum SMA Negeri Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat
·        Kurikulum Sekolah Alam Tangerang
·        Sistem Pendidikan TK Rumah Imaji
·        Kurikulum SD, SMP, SMA YWKA, Bandung, Jawa Barat
·        Sistem Pendidikan Yayasan Wanita Kereta Api

KETERLIBATAN DALAM ORGANISASI


  • Psikologi & Pengembangan Sumber Daya Indonesia (PPSDM) Consultant, Jakarta
  • MyIndo Human Consulting, Jakarta
  • Salman Insani Consulting, Bandung
  • Badan Narkotika Propinsi (BNP) DKI Jakarta
  • Syna Consulting, Bandung
  • PsychoSense Consulting, Malang
  • Linkage Syariah Consulting, Yogyakarta
  • The Grage Institute, Cirebon
  • Yayasan Psikologi Malang, Malang
  • Yayasan Lembaga Bantuan Pendidikan Indonesia (YLBPI) Jakarta
  • Yayasan Propexta, Jakarta
  • Indonesia Entrepreneur Society (IES) Jakarta
  • Adriano & Partners Consulting, Malang
  • Yayasan Pembinaan Imaratul Masajid, Jakarta
  • Yayasan Pembina Masjid Salman, ITB, Bandung
  • Solidaritas Alumni Psikologi (Solusi) Unidha, Malang
  • Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) – Jakarta Raya
  • Psychology Professional Club (PsyPro Club), Jakarta
  • Innovators Club of Indonesia, Bandung
  • Pelangi People Development Consulting, Sungailiat, Bangka
  • Truly Media, Yogyakarta
  • PAUD Development Center, Cibinong, Bogor
  • Gerakan Indonesia Bersekolah
  • Yayasan Rumah Ilmu Indonesia, Bandung

OUTDOOR ACTIVITY YANG PERNAH DIDESAIN DAN DITANGANI

v Map of Mine (Ujian akhir SMA Alkausar, Parungkuda, Sukabumi)
v The Seven Tower (Achievement Motivation Outbound)
v The Soprano (Social Entrepreneurship Adventurial Outing)
v Watch (Wanapreneurship Adfunture Training & Coach)
v Become (Beach-side Creative Outdoor Meeting)
v Spectra (Spiritual-emotional Creativity Training)
v Fanta Rei (The Fantastic Reinventing)
v Goosebump : Misteri Guci Khasiat
v Together With Disaster (Twister)
v The Symphony Orchestra (Curriculum Design for Teacher)
v The Indonesian Dream (Alamveva Jayamahe)
v Bruruan… Bangsa nunggu Loe !!! (for mhs. Pertambangan ITB)
v The Vision Camp (for Rumah Amal Salman ITB)
v Man of Vision (Leadership Training for Top Management)
v The Fantastic Four (Outbound for Disable Person)
v Flexter Grow Adventurous Training
v The Mystery (Thematic Youth Scientific Discovery)
v Internal Motivation Training
v Leadership With Heart
v Sangkuriang (Corporate Culture Outbound), dll.

Untuk mengundang Drs. Adriano Rusfi, Psi sebagai pembicara seminar atau inhouse training hubungi pak Dwijo 0813 1069 6307

Disusun oleh Drs. Adriano Rusfi, Psi.

di Jakarta, 21 Desember 2012


 



April 20, 2019

HARI “SOUL” PUTRA  - Cara Hidup dari 50 Persen Penghasilan, Mungkinkah ?

HARI “SOUL” PUTRA - Cara Hidup dari 50 Persen Penghasilan, Mungkinkah ?

Dalam ilmu manajemen uang ada banyak teknis atau cara mengelola dan mengatur UANG. 

Secara umumnya cara tersebut dibagi menjadi dua aliran mainstream.

1. Aliran Analog

Aliran analog atau aliran konservatif, ini yang paling populer yakni MBA (Management By Amplop), bagaimana membagi pos-pos keuangan dalam banyak amplop-amplop layaknya Surat Menyurat.

Di luar dari itu ada MBF (Management By Folder), MBL (Management By Laci), MBT (Management By Topples) dan lainnya, yang intinya masih menggunakan kertas atau alat/barang yang kelihatan.

Bisa dipegang, kelihatan dan mudah dipindah-pindahkan secara fisik.

2. Aliran Digital

Aliran Digital atau aliran milenial ini yang paling populer, yakni MBA (Management By Account), bagaimana membagi pos-pos keuangan dalam banyak rekening tabungan di bank atau di kantong fintek.

Dari yang tercatat di bank, baik ada atau tidak ada buku tabungan, hingga sekarang dalam bentuk DOMPET ELEKTRONIK atau uang digital.

Tentu semua hal di atas, ada plus dan minusnya, seperti ketika kita membawa uang tunai dan uang non-tunai.

Pada uang tunai, di satu sisi kita percaya diri karena adanya uang di kantong, sehingga bisa membeli apapun tanpa takut tidak bisa diterima di beberapa tempat.

Di sisi lain jika kebanyakan uang tunai bisa membuat kita terlalu percaya diri dan mengundang kerawanan, misalnya kecurian.

Sedang pada uang non-tunai, keterikatan kita pada teknologi (ponsel, EDC, dan lainnya) tidak bisa dielakkan.

Apalagi jika saldonya cukup banyak, maka shopaholic tanpa harus melihat dan memegang barang riilnya, hanya visual lewat layar ponsel saja akan membuat ketagihan belanja tanpa terencana.

Belum lagi jika mendatangi pusat-pusat perbelanjaan. Ketika mau bayar, ponsel tiba-tiba error, atau dari sisi mesin EDC-nya tidak mau menerima dan lainnya.

Maka rasa malu akan menghantui di hadapan banyak orang.
Artinya, ketergantungan 100 persen pun pada teknologi, juga bisa membahayakan.

Terlepas dari plus minus dua aliran di atas, ada satu lagi aliran yang mengakomodir keduanya.

Yakni aliran kombinasi, yang menggunakan rekening dan amplop.

Aliran Kombinasi 

Inti dari prinsip aliran kombinasi adalah meminimalkan risiko.
Tidak ada jaminan, bahwa uang akan aman 100 persen ketika ditaruh di bank.

Bahkan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) pun hanya menjamin maksimal Rp 2 miliar dari tabungan nasabah.
Belum lagi teknis pengembaliannya yang relatif lama, jika bank ada masalah besar.

Nah, poin penting aliran kombinasi ini dibuat agar uang kita bisa terdistribusi dalam 3 aset, yaitu:
1. Aset Lancar
2. Aset Guna Pakai
3. Aset Investasi.

Pertanyaannya, mungkinkah kita bisa hidup dari 50 persen penghasilan (income), apalagi jika kita masih berstatus karyawan yang pendapatannya sangat terbatas?

Jika kita bilang tidak bisa, ya pasti tidak bisa. Jika kita sudah pernah melakukannya dan ternyata tidak bisa, ya pasti tidak akan bisa mewujudkannya.

Tapi jika kita mau KOMITMEN dan MAU MEMBAYAR HARGANYA di depan, Insya Allah BISA.

Caranya:

1. Yakini 

Selalu ada jalan bagi yang mau berubah. Perubahan itu menuntut keistiqomahan kita dalam menjalaninya. Walau awalnya pahit, tapi jika terus konsisten, maka kita akan kebal dari rasa pahit tersebut.

2. Kuasai Ilmunya

Semangat saja tanpa ilmu, ibarat naik motor tanpa helm pelindung. Semakin banyak ilmu yang kita dapatkan dan praktekkan, maka helicopter view kita akan semakin tinggi.

3. Selalu lakukan KAIZEN

Setelah praktik, tahu hasilnya maka teruslah bertumbuh dan mengevaluasi sejauh mana ilmu dan praktik keuangan kita berjalan. Lakukan perbaikan terus menerus (Kaizen).

Berikut tata cara mengatur keuangan ala aliran kombinasi ini.

1. Buat dua rekening terpisah, yang pertama diperuntukkan untuk bisnis atau rekening penampung dari gaji/fee/komisi. Yang kedua buat rekening yang diperuntukkan untuk rekening pribadi/keluarga.

a. Rekening Sehari-Hari

50 persen kebutuhan hidup seperti makan, transportasi, utang dan lainnya.

b. Rekening Penampung (catat setiap pembagiannya)

10 persen SOUL (SOcial-spiritUaL) misalnya zakat, sedekah, infaq, perpuluhan, derma, orang tua, mertua, teman/saudara dan lainnya.
10 persen menabung misalnya dana kesehatan, dana darurat, menikah, pendidikan, naik haji dan lainnya.
10 persen investasi untuk kemerdekaan keuangan misalnya investasi jangka panjang, membeli aset, syirkah dan lainnya.
10 persen investasi dari leher ke atas seperti BKP/membeli buku, kaset/video/podcast, mengikuti pertemuan-pertemuan bisnis, pengembangan diri dan lainnya.

2. Buat amplop yang diperuntukkan untuk gaya hidup.
Amplop 

10 persen gaya hidup contohnya menghargai diri sendiri karena sukses mendisiplinkan pengaturan keuangan, me time, senang-senang yang positif, liburan keluarga dan lainnya.

3. Konsistenlah dalam menjalaninya dan evaluasi setiap pekan atau minimal 1 bulan sekali.

Jika ini menjadi kebiasaan positif, maka lanjut ke fase ke-2, hitung harta bersih (net worth) tiap tahun. Mungkin awalnya hidup dari 50 persen penghasilan terasa berat, itu wajar, apalagi jika arus keuangan minus.

Untuk yang masih minus, usahakan hidup di bawah pendapatan. Sembari terus memperbaiki diri, coba cari alternatif potensi apa saja yang bisa menghasilkan uang. Artinya multi source of income mesti menjadi target kehidupan kita.
Kolom ini diasuh oleh WealthFlow 19 Technology Inc.,Motivation, Financial & Business Advisory (Lembaga Motivasi dan Perencana Keuangan Independen berbasis Sosial-Spiritual Komunitas).


Hari 'Soul' Putra
Managing Director WealthFlow 19 Technology
Founder IBC/Indonesian Business Community
Motivator Keuangan Indonesia   

Untuk mengundang Hari Soul Putra Hubungi Pak Dwijo hp/wa: 081310696307

sumber  :
Kanal MOTIVASI KEUANGAN Republika Online, Jumat 19 Apr 2019