Previous
Next

POSTING TERPOPULER

Iklan

14 July 2019

Buku Motivasi "Menggali Berlian" Sukses Diluncurkan di Surabaya

Buku Motivasi "Menggali Berlian" Sukses Diluncurkan di Surabaya

Bambang Suharno (tengah) didampingi Rakhmat Nuriyanto serahkan buku ke Don P Utoyo 
Surabaya, Pembicara-seminar.com. Buku terbaru karya Bambang Suharno "Menggali Berlian di Kebun Sendiri" sukses diluncurkan di Surabaya, dalam acara seminar motivasi dan peluncuran buku. Acara yang berlangsung di Grand City Convex Surabaya, Kamis 4 Juli 2019 ini dilaksanakan di tengah-tengah acara pameran internasional peternakan Indolivestock Expo & Forum.  Acara diawali dengan sambutan Direksi PT Gallus Indonesia Utama oleh Drh Rakhmat Nuriyanto dan penyerahan buku secara simbolis dari penulis kepada tokoh peternakan Don P Utoyo sebagai perwakilan pembaca.


Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh perwakilan asosiasi bidang peternakan antara lain GPPU (Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas), GOPAN (Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nusantara), YAPPI (Yayasan Pengembangan Peternakan Indonesia), FMPI (Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia), ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia),  ADHPI (Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia), ISPI (Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia), PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia), AINI (Asosiasi Ilmu Nutrisi Indonesia), perwakilan perusahaan serta para pembaca setia karya Bambang Suharno dari berbagai kalangan


Dalam paparannya, Bambang Suharno menyampaikan bahwa di ruangan seminar ini sudah ada beberapa orang yang berhasil menggali berliannya masing masing. Antara lain Samsul Peternak Itik sukses terus menekuni usahanya yang tentunya melalui proses jatuh bangun, namun akhirnya bisa terus berkembang. Juga ada Don P Utoyo yang cemerlang di karir pemerintahan dan main bersinar justru ketika memasuki usia pensiun 

Bambang juga menjelaskan kisah petani Afrika yang menjual tanah pertaniannya untuk modal mencari tambang berlian di benua Afrika. Karena pengetahuan tentang tambang yang sangat terbatas, ia gagal mendapatkan tambang berlian, bahkan hingga bekalnya habis. Ia frustasi dan menceburkan diri ke sungai. Sementara itu orang yang membeli tanah petani itu justru tanpa sengaja mendapatkan berlian di lahan yang dibelinya dari petani dengan harga murah.  Lahan itu berlokasi di Kimberley Afrika dan tambah berlian yang ditemukan itu menjadi tambang berlian terbesar di dunia dengan nama Kimberley Mine.

Pelajaran dari kisah petani ini sangat penting untuk kita semua. "Kita perlu mendalami dengan tekun dan ikhlas pekerjaan yang tengah kita hadapi, hingga menghasilkan karya sekelas "berlian". Jangan buru buru memutuskan beralih profesi atau bisnis kalau kita sendiri belum menekuni hingga menemukan berlian," kata Bambang.

Menurutnya, belian yang ada di kita ada dua . Pertama pekerjaan atau bisnis yang belum diketekuni secara serius dan yang kedua, bakat yang belum dioptimalkan.  Cobalah kita pikirkan, betapa banyak orang habis waktunya untuk mencoba karir dan bisnis, hingga akhirnya kembali ke pekerjaan awal. "Mari kita tidak membuang buang waktu untuk menggali berlian di kebun sendiri. Jika anda peternak ayam, cobalah tekuni dengan berbagai inovasi hingga menemukan hasil seperti berlian," ujarnya

Untuk menggali mengoptimalkan kita dalam berkarya, Bambang juga menjelaskan metode praktis untuk memahami pola pikir sendiri dan orang lain dengan metode emergenetic (emergenetics.com). Dengan cara ini kita dapat lebih mudah memahami potensi diri dan dapat mengembangkannya dengan baik.

Tanggapan Tokoh Masyarakat

sebagian peserta
Dalam forum ini Ketua Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) Don P Utoyo mengapresiasi terbitnya buku Menggali Berlian Di kebun Sendiri karya Bambang Suharno. "Buku ini sangat penting untuk kita semua agar kita dapat berkarya dengan tekun dan ikhlas, berpikiran positif sehingga menghasilkan karya terbaik dan badan sehat", ujar Don, sebagaimana ditulis majalahinfovet.com. Don saat ini usianya 76 tahun dan masih aktif di berbagai kegiatan asosiasi .

Dalam sesi tanya jawab Don menyampaikan sekilas perjalanan karirnya di Ditjen Peternakan yang sempat berkarya di beberapa provinsi hingga dipercaya menduduki jabatan eselon 2 yang beragam. .

"Saya di Ditjen Peternakan sudah pernah jadi Sekdit, Direktur Produksi, Direktur Bibit dan lain lain yang semuanya di eselon 2," ujarnya. Yang tak kalah pentingnya adalah setelah pensiun, dimana kita perlu tetap berkarya menyumbangkan pemikiran.

"Setelah pensiun, justru saya bisa jalan-jalan ke puluhan negara. Ini anugerah buat saya, saya sangat bersyukur. Jadi betul yang dipaparkan pak Bambang Suharno bahwa kita harus bekerja itu harus fokus, ihklas, banyak bersyukur, jangan mengeluh," tambahnya.

Selain Don, dalam acara ini juga tampil Pengurus GOPAN Setya Winarno  dan Syamsul (seorang peternak itik di Malang). Keduanya berkisah tentang karir dan bisnis masing-masing dengan berbagai liku-likunya yang sangat selaras dengan isi buku. Setya Winarno mengisahkan dirinya yang fokus di peternakan ayam, sedangkan Samsyul bercerita tentang beternak itik dengan belajar dari seminar-seminar gratis yang diselenggarakan di Indolivestock Expo setiap tahun .

"Saya tekuni beternak itik, dan saya pernah coba beternak ayam ternyata sulit. Jadi saya terus menekuni itik," ujar Syamsul.

Seminar dipandu oleh Anang Sam dari Infovet, disertai dengan beberapa games interaktif dengan peserta dengan topik keterlibatan, konsentrasi, semangat dan fokus cita-cita. Anang juga membacakan testimoni para tokoh terkenal tehadap isi buku Menggali Berlian di Kebun Sendiri, antara lain dari motivator no 1 Indonesia Andrie Wongso, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan  Dr. Drh. I Ketut Diarmita, Prof. Abdul Basith dan sebagainya

"Filsuf Plato pernah mengatakan, hati-hati dengan pikiranmu, karena apa yang kamu pikir itu bisa terjadi. Kekuatan pikiran mampu sebagai obat sekaligus bisa sebagai racun. Jika dilandasi dengan serakah, iri, benci, pikiran menjadi racun yang keji. Sebaliknya jika dilandasi dengan cinta, ia adalah obat yang paling manjur.

Buku karya Bambang Suharno ini memberikan pencerahan bagi kita untuk mengelola kekuatan pikiran dan tindakan dengan sebaik-baiknya. Untuk itu saya ucapan selamat untuk Pak Bambang Suharno," kata Anang membacakan endorsement dari Motivator No1. Indonesia Andrie Wongso yang dimuat di cover buku.

Materi seminar bisa diunduh dengan klik www.bit.ly/SEMINARMBKS

Buku Menggali Berlian di Kebun Sendiri setebal 256 halaman dengan harga eceran Rp. 90.000 bisa dibeli di klik  www.jurnalpeternakan.com atau klik bukalapak

Buku ini terdiri dari 4 bagian yaitu Karakter, Motivasi, Tindakan dan Kepemimpinan. Masing-masing bagian berisi artikel inspiratif sesuai tema. 

Bagi anda yang akan mengundang Bambang Suharno 
hubungi Dwijo 0813 1069 6307 email: pembicaraseminarzone@gmail.com
atau mengisi formulir permintaan narasumber yang ada di website ini

09 July 2019

Jamil Azzaini, Inspirator Sukses Mulia

Jamil Azzaini, Inspirator Sukses Mulia

Jakarta, Pembicara-seminar.com. Inspirator SuksesMulia. Itulah brand yang melekat di diri Jamil azzaini. Julukan itu diberikan oleh rekan-rekannya didasari oleh kepiawaiannya mendorong orang untuk selalu meraih kehidupan terbaik: Sukses Mulia. Sukses adalah orang yang memiliki 4-ta (harta, tahta, kata dan cinta) yang tinggi, 4-ta itu diperoleh dengan memerhatikan etika dan agama yang dianutnya. Sementara mulia adalah memanfaatkan 4-ta yang sudah diperoleh untuk memberi manfaat kepada orang-orang di sekitarnya.

Pria kelahiran Purworejo Jawa Tengah, 09 Agustus 1968 ini menempuh jenjang pendidikan formal strata satu (S-1) dan (S-2) di Institut Pertanian Bogor (IPB). Sejak 1995, Jamil Azzaini juga menjadi pembicara publik dengan berbagai tema, khususnya pengembangan diri, spiritualitas, kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat. Mulai 2004, Jamil fokus memberikan training maupun seminar Personal Development di berbagai perusahaan atau instansi di Brunei Darussalam, Philipina, Hongkong dan Makao, Singapura dan Jepang

Hingga saat ini, Jamil Azzaini sudah menulis 6 buah buku yang semuanya Best Seller:
1. Kubik Leadership, 2005. Gramedia. Jakarta.
2. Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia, 2008. Gramedia. Jakarta.
3. Tuhan Inilah Proposal Hidupku, 2009. Gramedia. Jakarta.
4. DNA SuksesMulia, 2010. Gramedia. Jakarta.
5. Makelar Rezeki, 2012. Mizania. Bandung.
6. ON, 2013.  Mizania. Bandung.
7. Marry Me Or Never, 2014. Mizania. Bandung
8. SuksesMulia Story. 2105, Gramedia, Jakarta
9. A Tribute, 2105. Mizania, Bandung
10. Speak To Change, 2015, Gramedia, Jakarta


Sebagai bentuk keperduliannya kepada masyarakat dalam rangka menuju peradaban yang lebih baik, Jamil bersama dua sahabatnya, Farid Poniman dan Indrawan Nugroho membuat Komunitas SuksesMulia yang sampai tahun 2019 sudah berada di 26 kota di Indonesia dan gencar melakukan pemberdayaan terhadap kearifan local untuk kemaslahatan masyarakat.

Bersama kakak kandungnya, Jamil Azzaini juga mendirikan sekolah murah tingkat menengah di Lampung. Saat ini setiap tahunnya muridnya lebih dari 1.400 orang. Jamil juga mendirikan Pesantren Wirausaha secara cuma-cuma di beberapa kota. Lulusan Pesantren ini dimaksudkan untuk melahirkan para pengusaha baru di Indonesia sekaligus memutus rantai kemiskinan.

Ia juga menjadi penasehat di beberapa lembaga yang peduli untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat diantaranya Komunitas Tangan Di Atas (TDA). Sebuah komunitas wirausaha dan sebagian besar anggotanya adalah pengusaha muda.

Selain itu, ia juga menjadi penasehat di Yatim Mandiri sebuah lembaga sosial yang berupaya memandirikan anak-anak Yatim. Tahun 2011, lembaga ini tercatat di MURI sebagai lembaga yang paling banyak memberi bantuan kepada anak yatim.

Karena kegiatannya, banyak media massa yang meliput dan menjadikan Jamil Azzaini sebagai bintang tamu atau pengisi tetap seperti RCTI, Metro TV, Voice of America (VoA), ANTV, TransTV, TVRI, TV One, Sindo Trijaya FM, SMART FM, Pas FM, Sonora, JJFM, SIndo TV, DD FM, QTV, Kompas, Republika, Intisari, Koran Tempo, Jawa Pos, Majalah Garuda, Radar Yogya, Kedaulatan Rakyat, Tribun Riau, Sumatera Post, Paras, Radar Jogya. Radar Lampung, Tabloid Nova, Majalah Excellent, Majalah Elshinta, Majalah Quality, Lampung Post. Inspirasi bisa di dengar setiap hari tiga kali di Jaringan Sindo Trijaya di seluruh Indonesia

Satu kalimat yang mewakili profil Jamil Azzaini adalah:
Dalam diri sosok Jamil mengalir bakat alami sebagai trainer, penulis, pengkader trainer & social entrepreneur serta penggerak kepedulian masyarakat

Jika ingin mengundang Jamil Azzaini    hubungi Dwijo 0813 1069 6307 email: pembicaraseminarzone@gmail.com



06 July 2019

Merry Riana – Motivator Wanita No 1 Asia

Merry Riana – Motivator Wanita No 1 Asia

Jakarta, Pembicara-seminar.com. Merry riana alva christopher tjenderasa, lebih dikenal dengan nama Merry Riana sejak beberapa tahun terakhir ini dikenal sebagai seorang pembicara seminar , Trainer dan menjadi Motivator Wanita No.1 di Asia. Ia juga menjadi salah satu Enterpreneur wanita tersukses dari Indonesia,

Merry Riana lahir tanggal 29 Mei 1980 di Jakarta, ayahnya bernama Ir. Suanto Sosrosaputro dan ibunya bernama Lynda Sanian. Merry Riana tumbuh di Jakarta dalam sebuah keluarga sederhana keturunan Tionghoa. Ayahnya adalah seorang pedagang sedangkan ibunya sebagai ibu rumah tangga biasa.

Sebagaimana disebut dalam biografiku.com, Merry Riana merupakan anak sulung dari 3 bersaudara. Adiknya bernama Aris dan Erick. Sebagai anak tertua dalam keluarga, ia harus menjadi panutan dalam keluarganya agar adik-adiknya dapat mencontohnya.

Memulai pendidikannya di SD Don Bosco Pulomas, tamat dari sana Merry Riana masuk ke SMP Santa Ursula dan  dilanjutkan di SMA yang sama yang merupakan sekolah katolik khusus perempuan yang berada di Jakarta Pusat.

Setelah lulus dari SMA, ia ingin melanjutkan kuliahnya di Universitas Trisakti. Namun, cita-cita untuk kuliah di Jurusan Teknik Elektro Universitas Trisakti buyar karena kerusuhan besar di tahun 1998.

Kuliah Di Singapura

Peristiwa kerusuhan 1998 mengubah perjalanan hidupnya. Karena kondisi yang dinilai tidak aman, Ayah Merry, memutuskan untuk mengirim anaknya belajar Singapura, karena jaraknya yang relatif dekat, lingkungan yang aman dan sistem pendidikannya yang bagus.

Nanyang Technological University Singapore menjadi pilihannya. Merry mulai belajar di bangku kuliah di jurusan Electrical and Electronics Engineering (EEE) di Nanyang Technological University (NTU) pada tahun 1998. Merry mengaku jurusan ini menjadi jurusan paling masuk akal baginya saat itu. Merry bercita-cita menjadi seorang insinyur. Cita-citanya tersebut mungkin karena ingin membantu sang ayah dalam menjalankan bisnis.

Liku-Liku Hidup di Singapura

Tanpa persiapan yang memadai untuk kuliah di luar negeri, Merry sempat gagal dalam tes bahasa Inggris di Nanyang Technological University. Tanpa persiapan bekal dana yang memadai pula, Merry meminjam dana dari Pemerintah Singapura.

Dalam Biografi Merry Riana, Ia meminjam dana beasiswa dari Bank Pemerintah Singapura sebesar $40.000 dan harus dilunasi setelah ia lulus kuliah dan bekerja. Dana tersebut sangatlah minim, karena setelah dihitung-hitung ia hanya mangantungi $10 selama seminggu.

Untuk berhemat, Merry menyiasatinya dengan hanya makan mie instant di pagi hari,makan siang dengan 2 lembar roti tanpa selai, ikut seminar dan perkumpulan di malam hari demi makan gratis, bahkan untuk minumpun ia mengambil dari air keran/tap water di kampusnya.

Hal itu berangsur hampir setiap hari di tahun pertamanya kuliah. Kehidupan yang sangat memprihatinkan tersebut mendorongnya untuk mencari penghasilan diluar.

Dari mulai membagikan pamflet/brosur di jalan,menjadi penjaga toko bunga,dan menjadi pelayan Banquet di hotel. Ketika menyadari hidupnya tak berubah meski sudah memasuki tahun kedua kuliah, Merry mulai membangun mimpi.

….Saya membuat resolusi ketika ulang tahun ke-20. Saya harus punya kebebasan finansial sebelum usia 30. Dengan kata lain, harus jadi orang sukses. The lowest point in my life membuat saya ingin mewujudkan mimpi tersebut – Merry Riana.

Karena tak punya latar belakang pendidikan dan pengalaman bisnis, Merry mengumpulkan informasi dengan mengikuti berbagai seminar dan melibatkan diri dalam organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan dunia bisnis.

Jatuh Bangun Dalam Berbisnis

Tanpa pengalaman dan pengetahuan bisnis yang memadai, Merry terjun ke beberapa jenis usaha . Itu ia lakukan karena ia mengetahui bahwa memiliki pekerjaan biasa tidak cukup untuk memenuhi impiannya untuk sukses di usia 30 tahun.

Diapun mencoba peruntungan dengan bisnis pembuatan skripsi,bisnis MLM,mencoba bermain saham,yang ternyata  semuanya berakhir dengan kegagalan.

Merry juga mencoba terjun ke multi level marketing meski akhirnya rugi 200 dollar. Merry bahkan pernah kehilangan 10.000 dollar ketika memutar uangnya di bisnis saham.

Mentalnya sempat jatuh meski dalam kondisi tersebut masih bisa menyelesaikan kuliah Sayang, Merry kehilangan semua investasinya dan terpuruk. Meski begitu, Merry kembali bangkit dan berusaha keras untuk menjadi entrepreneur.
Merry mulai berusaha dari awal dengan belajar secara sungguh-sungguh tentang seluk beluk pasar. Setelah merasa siap, ia pun memutuskan untuk menekuni industri perencanaan keuangan.

Merry berpikir itulah hal yang akan membuatnya mampu mewujudkan impiannya dalam waktu yang relatif singkat. Tamat kuliah, barulah Merry mempersiapkan diri dengan matang.

Bersama Alva Tjenderasa yang merupakan temannya ketika kuliah dulu dan kini menjadi suaminya, Berdua mereka mulai menjalankan usaha bersama, Belajar dari pengalaman para pengusaha sukses.

Merry Riana kemudian memulai dari sektor penjualan di bidang jasa keuangan. Saat Merry memulai karier sebagai seorang penasihat keuangan, ia harus bergulat dengan sejumlah tantangan dan hambatan.

Orang tuanya, dosen serta teman-temannya kurang setuju dengan keputusan Merry tersebut. Merry saat itu belum memiliki kemampuan berbahasa Mandarin padahal lebih dari separuh penduduk Singapura ialah etnis China.
Giat Bekerja Keras dan Pantang Menyerah

Sebagai seorang pendatang asing di sana, pengalaman dan relasi Merry sangat terbatas. Namun, satu alasan yang membuat Merry pantang menyerah ialah usianya yang masih muda dan masih lajang sehingga ia merasa lebih bebas dan lebih berani mengambil risiko.

Tanpa merasa terlalu terbebani dengan kemungkinan gagal atau keharusan untuk berhasil, Merry lebih memilih untuk memfokuskan diri pada pengalaman dan pelajaran yang ia bisa dapatkan selama fase-fase awal kariernya.

Tapi Merry sudah membulatkan tekad. Ia bekerja 14 JAM DALAM SEHARI, berdiri di dekat stasiun MRT & halte bus untuk menawarkan asuransi, bahkan ia bekerja sampe tengah malam dan baru pulang jam 2 dini hari, belum lagi pendapatan yang tidak pasti membuatnya terpaksa kembali berhemat untuk mengatur kebutuhan sehari-hari.

Prestasi Merry Riana

Sampai akhirnya ia sukses sebagai Financial Consultant yang menjual produk-produk keuangan dan perbankan seperti asuransi,kartu kredit.deposito,tabungan. Dalam enam bulan pertama karirnya di Prudential, Merry berhasil melunasi utangnya sebesar 40 ribu dolar Singapura.

Awal Sebuah Kesuksesan

Tepat satu tahun pertamanya Merry berhasil mendapatkan penghasilan sebesar 200 Ribu Dollar Singapura atau sektar 1,5 Milyar Rupiah. Merry Riana kemudian dianugrahi Penghargaan Penasihat Baru Teratas yang diidam-idamkan banyak orang yang menekuni profesi penasihat keuangan pada tahun 2003.
Tahun 2004, prestasi Merry yang cemerlang membuatnya dipromosikan sebagai manajer. Merry lalu memulai bisnisnya sendiri setelah diangkat menjadi manajer dengan menyewa kantor dan memiliki karyawan sendiri.

Merry Riana kemudian mendirikan MRO (Merry Riana Organization) sebuah perusahaan jasa keuangan selain itu ia juga mendirikan MRO Consultancy yang bergerak di bidang pelatihan, motvasi serta percetakan buku yang berbasis di Singapura.

Bersama timnya di MRO, Merry memiliki program pemberdayaan perempuan dan anak-anak muda. Anggota timnya di lembaga ini bahkan tergolong muda, berusia 20-30 tahun. ”Saya ingin menampung orang muda yang punya ambisi dan semangat seperti saya,” katanya.

Keinginannya untuk berbagi ini tak hanya dilakukan di Singapura. Pada ulang tahunnya ke-30, Merry membuat resolusi baru, yaitu memberi dampak positif pada satu juta orang di Asia, terutama di tanah kelahirannya, Indonesia.
Tahun 2005, Merry menerima penghargaan sebagai penghargaan Top Agency of the Year dan penghargaan Top Rookie Agency.

Hingga kini Merry telah memotivasi dan melatih ribuan profesional dan eksekutif dalam bidang penjualan, motivasi dan pemasaran. Dalam perusahaannya, Merry menaungi 40 penasihat keuangan, yang uniknya memiliki usia yang masih belia (antara 21- 30 tahun).

Media-mediapun berbondong-bondong memberitakan kisah suksesnya dan dengan segera Merry Riana dikenal sebagai seorang entrepreneur wanita yang sukses dan menjadi Motivator untuk membagikan ilmu dan kiat-kiat suksesnya agar setiap orang menjadi pribadi-pribadi yang sukses.

Kini, Merry Riana mempunyai mimpi untuk memberikan dampak positif bagi 1 juta orang di Asia,terutama di Indonesia. Salah satunya dengan meluncurkan buku “Mimpi Sejuta Dolar” yang sangat inspiratif dan akan diangkat ke layar lebar.

Merry menyatakan bahwa motivasinya tidak hanya berasal dari keinginan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik pada kedua orangtuanya tetapi juga dari ambisinya untuk membantu generasi muda lainnya untuk melakukan hal serupa.
Ia berharap para pemuda mampu memberikan kehidupan yang lebih baik, tak hanya bagi diri mereka sendiri tetapi juga orang tua mereka dan anggota keluarga mereka yang lain.

Buku ” Mimpi Sejuta Dolar ” sendiri sudah menjadi National Bestseller hanya dalam waktu 1 bulan setelah peluncurannya. Buku ini menarik perhatian publik Singapura dan Asia Tenggara karena menuliskan tentang prestasi Merry Riana menghasilkan S$ 1.000.000 pada usia 26 tahun yang Awalnya, Merry Riana adalah mahasiswi Nanyang Technological University yang berhutang sebanyak S$ 40.000.

Profil kesuksesan Merry Riana mulai dikenal setelah muncul di artikel The Strait Times pada tanggal 26 Januari 2007 yang berjudul “She’s made her first million at just age 26” (“Ia mencapai satu juta dolar pertamanya di usia 26 tahun“).
Merry Riana aktif sebagai pembicara di berbagai seminar, perusahaan, sekolah dan media massa di Singapura dan beberapa negara di Asia Tenggara. Ia dikenal giat dalam memanfaatkan jejaring sosial Twitter melalui akun twitternya di @MerryRiana

Sejak 2018 Merry makin dikenal masyarakat karena tampil di layar kaca sebagai host acara motivasi Im Possible di Metro TV seminggu sekali.

Kata-kata Motivasi dari Merry Riana


  • Berpikir positif adalah pekerjaan yang mudah, yang Anda perlukan hanyalah ‘jangan berpikir negatif’.
  • Hidup ini seperti mengendarai sepeda. Kita akan melaju terus, selama kita masih mengayuh pedalnya.
  • Berubahlah sebelum perubahan itu yang akan memaksa Anda.
  • Hidup mungkin penuh dengan masalah. Tapi selama kamu memberikan yang terbaik & terus berdoa, segalanya akan indah pada waktunya.
  • Berikan senyuman termanismu walau saat terpedih di hatimu, setidaknya kamu masih bisa membahagiakan orang-orang di sekitarmu.
  • Lakukan kebaikan dan kebaikan-Nya pun akan semakin terasa.
  • Jangan hanya puas jadi penonton dan komentator. Jadilah sutradara dan pemain.
  • KESEMPATAN sudah menunggu lama di depan kita. Cepat bergerak, sebelum orang lain datang menjemputnya.
  • Kenikmatan & penderitaan hanya sementara. Jangan terhanyut oleh kenikmatan sementara jangan menyerah karena penderitaan sementara.
  • Jika kita menunggu sampai semua keadaan sudah sempurna baru kita mengambil tindakan, mungkin kesempatannya sudah hilang.
  • Jika kita bersalah pada orang lain akui kesalahan dan minta maaf. Jika orang lain bersalah pada kita: dengar dan maafkan.
  • Jangan meremehkan hal-hal kecil. Hal-hal besar hanya bisa tercapai dengan mencapai hal-hal kecil itu terlebih dahulu.

Biografi Merry Riana

Nama Lengkap  : Merry Riana
Lahir                   : Jakarta, 29 Mei 1980
Orang Tua          : Ir. Suanto Sosrosaputro (ayah), Lynda Sanian (ibu)
Saudara              : Aris, Erick
Suami                  : Alva Christopher Tjenderasa
Anak                   : Alvernia Mary Liu
Buku                   : Mimpi Sejuta Dollar

Jika ingin mengundang Merry Riana,   hubungi Dwijo 0813 1069 6307 email: pembicaraseminarzone@gmail.com

26 May 2019

Faisal Basri Sampaikan Outlook Ekonomi Pasca Pemilu 2019

Faisal Basri Sampaikan Outlook Ekonomi Pasca Pemilu 2019

Foto atas : Faisal Basri, Foto bawah: Direktur utama Irawan Gunari (Batik merah) dan Direktur Ferdian Cristia (berkacamata)
Bandung, Pembicara-seminar.com. Pakar ekonomi Faisal Basri mengatakan, sektor jasa semakin menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia , yang konsisten tumbuh tinggi selama 2011-2018. Ia mengemukakan hal ini pada saat menjadi narasumber acara Grand Opening  Pan Arcadia Capital   cabang   Bandung, 16 Mei 2019.

Dalam acara tersebut Faisal Basri bertindak sebagai pembicara tunggal dengan menyampaikan materi berjudul Economic Outlook Pasca Pemilu Raya 2019. Materi presentasi ini meliputi lima bagian yaitu
  1. Potret Perekonomian Dunia
  2. Outlook Politik Pasca Pemilu Raya 2019
  3. Stabilitas Makroekonomi: Tak Ada Bulan Madu
  4. Akankah Pertumbuhan Mengakselerasi?
  5. Epilog: Pilihan Investasi
Faisal mengatakan, setidaknya ada 6 sektor jasa yang tumbuh konsisten selama 2011-2018 yaitu Informasi dan komunikasi, Jasa perusahaan, Transportasi dan pergudangan, Kesehatan dan kegiatan sosial, Keuangan dan asuransi, Pendidikan. Sedangkan  Industri manufaktur yang masih cukup menjanjikan adalah Industri makanan dan minuman, serta Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional/herbal.

Sektor Jasa Makin Berkembang

Pada bagian lain, Faisal mengatakan bahwa sosok perekonomian Indonesia saat ini telah banyak berubah dan perubahannya kian nyata. Dalam satu dasawarsa lalu, Indonesia telah menjelma sebagai negara jasa. Peranan sektor jasa dalam PDB perlahan tapi pasti merangkak naik hingga mencapai 59 persen pada 2018. Adapun penduduk yang bekerja di sektor jasa (non-tradables) pun sudah lebih banyak daripada yang bekerja di sektor penghasil barang (tradables), masing-masing 55 persen dan 45 persen pada tahun 2018.

Data lainnya menunjukkan, nilai kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia pada akhir 2018 telah didominasi oleh perusahaan-perusahaan di sektor jasa, yaitu sebesar 57 persen.
Sebaliknya sektor penghasil barang yang meredup amat kentara dalam perolehan kredit dari perbankan konvensional kepada pihak ketiga yang hanya 27 persen pada akhir tahun 2018.  "Pada tahun 2018, sektor jasa menyumbang 62 persen penerimaan pajak, sedangkan sektor penghasil barang hanya 38 persen," tambahnya.

Faisal hadir dalam seminar ini atas dukungan dan kerjasama dengan Pembicara-seminar.com 

Bila Anda memerlukan pembicara seminar Faisal Basri atau pembicara lainnya, kontak saja 0813 1069 6307 (Dwijo),  atau email ke pembicaraseminarzone@gmail.com

25 May 2019

Mengenal Pakar Ekonomi Prof Bustanul Arifin

Mengenal Pakar Ekonomi Prof Bustanul Arifin

Pembicara-seminar.com.Prof. Dr. Bustanul Arifin dikenal sebagai salah seorang ekonom INDEF (Institute For Develoment of Economic and Finance) serta pengajar di Universitas Lampung. Masa kecil ia lewati di Bangkalan Madura kampung kelahirannya, hingga ia menamatkan jenjang Sekolah Menengah Atas.

Awalnya Bustanul tak pernah membayangkan akan keluar dari Madura bahkan kuliah di Fakultas Pertanian IPB. Karena ayahnya yang merupakan seorang Kiai mengharapkan ia menjadi Kiai juga, sehingga Bustanul pun dipersiapkan untuk sekolah di PGA dan melanjutkan kuliah di IAIN. Lulus dari SMP, Bustanul melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 2 Bangkalan, bukan PGA seperti yang direncanakan bapaknya. Ia merupakan remaja yang berprestasi sehingga mendapat kesempatan masuk IPB tanpa tes melalui program perintis 2. Undangan dari IPB tersebut ia terima setelah mendapat izin dari bapaknya yang akhirnya mengikhklaskannya tidak masuk sekolah agama.

Di IPB, pria kelahiran 1963 ini mengambil Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (Sosek). Saat kuliah ia bertemu dengan mahasiwa-mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dan beragam suku, ia menemukan dunia yang berbeda dengan yang ia bayangkan, hal itu membentuk perspektif baru, ia mulai menyukai ilmu ekonomi. Terlebih dosen ekonominya Drs. Zulkifli Azzaino, M.Sc (almarhum) mengajarkan ekonomi dengan pendekatan logika matematika, Bustanul semakin terkesan dan meyakini bahwa ekonomi bukanlah hafalan tetapi logika, juga ketika membaca buku dosen UGM Prof. Dr. Mubyarto ia semakin cinta kepada ilmu pertanian.

Kepedulian Bustanul terhadap masyarakat telah terlihat sejak awal karirnya, setelah menyandang gelar Sarjana tahun 1985, Bustanul diterima sebagai dosen di Universitas Lampung, tetapi belum mendapat SK dan gaji sehingga ia diijinkan menerima pekerjaan lain, yaitu membina masyarakat di lokasi transmigrasi di sebuah daerah terpencil di Aceh.

Bustanul sangat menikmati pekerjaannya meskipun dalam kondisi yang serba minim dimana ia hidup tanpa koran, televisi, listrik maupun radio dan jaraknya jauh dari kota. Ia merasa sangat bermanfaat karena ilmu pertanian yang dipelajari sewaktu kuliah sangat berguna untuk diajarkan kepada penduduk setempat. Tidak hanya mengajarkan ilmu pertanian saja, Bustanul juga kerap mengisi ceramah agama hingga mengajar SMP, ia dekat dengan berbagai lapisan masyarakat. Ia merasa sangat bersyukur, tinggal di daerah terpencil mendapatkan fasilitas rumah dan total penghasilan Rp. 400 ribu sehingga banyak yang bisa ia tabung.

Setelah satu tahun bekerja di aceh, SK sebagai dosen UNILA keluar dan iapun harus kembali ke lampung untuk mengajar, selanjutnya, ia lolos mendapatkan beasiswa di Universitas Wisconsin-Madison Amerika Serikat. Dalam proses seleksi menerima beasiswa, saingannya cukup berat dan bahasa inggrisnya juga tidak begitu cemerlang, bahkan ia mendapatkan reviewer seorang ahli antropolgi dari Universitas Indonesia yang dikenal killer, yaitu Prof. Dr. Parsudi Suparlan. Bustanulpun dicecar dengan berbagai pertanyaan tentang pengalamannya bekerja di pedalaman Aceh. Keberhasilan mendapatkan beasiswa didasari karena kejujuran Bustanul dalam menuliskan pengalaman-pengalaman yang didapatkannya di lapangan yang menjadi nilai tambah baginya untuk mendapatkan beasiswa.

Usai menamatkan S2, Bustanul melanjutkan pendidikan S3 di universitas yang sama di Amerika Serikat dan selesai pada tahun 1995, setelah itu ia pulang ke Indonesia dan kembali mengajar di Unila. Tahun 1997, ia diperkenalkan oleh ekonom Didik Rachbini dengan INDEF. Ia turut membantu disitu dan kemudian akhrinya juga menjadi staf Ahli DPR dari Fraksi Golkar. Di sinilah ia mulai mendapatkan banyak network serta belajar menghubungkan antara policy dan proses, menghubungkan dunia akademik dengan yang terjadi di lapangan, juga sedikit belajar politik.

Pria yang meraih gelar profesor di tahun 2005 ini kemudian banyak dikenal sebagai salah satu ekonom dari INDEF seta menjadi pembicara dalam berbagai seminar. Saat ini sudah lebih dari 39 buku, 80 artikel jurnal ilmiah, 100 makalah internasional, dan lebih dari 500 makalah nasional ia tulis. Kini, di usianya yang setengah abad ia tidak memiliki ambisi berlebih, semua dijalankan sesuai alurnya dan mencintai pekerjaannya. Sesekali ia masih berkhotbah di lingkungan tempat tinggalnya ataupun di tempat lain. Ia merasa berguna jika dapat bermanfaat bagi orang lain.

Jika ingin mengundang Prof. Bustanul Arifin,  
hubungi Dwijo 0813 1069 6307 email: pembicaraseminarzone@gmail.com

sumber: http://ipbmag.ipb.ac.id/profilalumni/0ef1986c541d71a0d47016c1764e0815/Bustanul-Arifin-Pengamat-Ekonomi-Pertanian
Ubaydillah Anwar Tampil di ASSI Chanel Special Ramadhan

Ubaydillah Anwar Tampil di ASSI Chanel Special Ramadhan



Jakarta, Pembicara-seminar.com. Mumpung bulan Ramadhan, mari kita simak tausyiah dari Ubaydillah Anwar, salah satu narasumber Pembicara-seminar.com yang juga Presiden Akademi Softskill Indonesia (ASSI).

Selama bulan Ramadhan ini, Ubaydillah tampil di ASSI Channel yang bisa diakses melalui Youtube dengan topik Softskill Special Ramadhan.

Berbagai topik menarik disajikan dengan sisi pandang yang berbeda dan sangat bermanfaat untuk meningkatkan sofskill kita, antara lain Membedakan Tujuan dan Balasan Surga, Forgiving Skill For Taqwa, Maaf dan Kolaborasi, Bagaimana Menggali Sumber Motivasi dan sebagainya.


Selamat menyimak.