Previous
Next

POSTING TERPOPULER

Iklan

January 25, 2020

Anang Sam, SE, CHt : Pemandu Acara Seminar Paling Heboh

Anang Sam, SE, CHt : Pemandu Acara Seminar Paling Heboh

Sebuah acara seminar atau training yang sukses bukan hanya ditentukan oleh narasumber, melainkan juga oleh pemandu acara.

Peran pemandu acara sangat penting untuk menjelaskan tujuan acara, siapa saja narasumbernya, susunan acara serta yang tak kalah pentingnya adalah membuat yel-yel dan games yang menarik agar peserta tetap semangat mengikuti seminar atau training hingga selesai.

Hampir setiap acara in house training dan seminar yang diselenggarakan Pembicara-Seminar.com dipandu oleh pemandu acara profesional yang punya segudang pengalaman. Dia adalah Anang Sam, SE, CHt. Sebagai pemandu acara. Dalam menjalankan tugasnya Anang bukan hanya membacakan susunan acara dan memperkenalkan narasumber.

Sebelum acara dimulai, ia harus mengikuti prosedur melakukan riset kecil untuk mengetahui profil pembicara dan peserta. Ia harus tahu rata-rata usia dan pendidikan peserta, hobby dan juga bahasa sehari-hari yang dipakai peserta. Hal ini dimaksudkan agar bahasa yang ia sampaikan mengena di hati peserta acara.

Berbekal informasi tentang narasumber dan peserta, Anang bisa memperkenalkan narasumber dengan menarik sesuai dengan harapan peserta, memuji narasumber dan peserta dengan pas, membuat yel-yel yang cocok, membuat aneka permainan (games) di sela-sela acara, memancing pertanyaan peserta, memberikan hadiah dan "hukuman", dan membuat cerita selingan yang menarik. Dengan cara ini peserta biasanya akan selalu ceria dan bersemangat sepanjang acara berlangsung.

Kemampuan Anang ini telah diakui oleh banyak perusahaan dan lembaga penyelenggara seminar. Ini wajar karena Anang sejatinya adalah praktisi otak bawah sadar.  Selain sebagai pemandu acara berpengalaman juga sebagai pembicara  dalam berbagai seminar dan pelatihan antara lain English Revolution, bedah buku Bisnis Sambilan Langkah Awal Menjadi Entrepreneur Sukses bersama Safir Senduk di Manggala Siliwangi Bandung, Pembicara Seminar Langkah Jitu Memulai Bisnis Dari Nol bersama  Bambang Suharno di Jakarta, Bandung dan Makassar. Juga sebagai pembicara dalam  in house training di PT Indocement Tunggal Prakarsa, PT Holcim, PT. Hyundai Motors, PT. Mulia Industries, PT Garuda Maintenance Facilities, Rumah Sakit Islam Sukapura, Universitas Pajajaran Bandung. Sebagai moderator diskusi wirausaha di SekolahTinggi Ilmu Ekonomi Keuangan dan Perbangkan Indonesia, Bedah buku Bisnis Sambilan, Langkah Awal Menjadi Entrepreneur Sukses di Gramedia dan lain-lain.

Selain sebagai pemandu dan pembicara seminar, juga pernah aktif sebagai narasumber bincang bisnis dan bahasa Inggris di beberapa radio antara lain Radio Pelita Kasih, Radio Bahana, Radio Pass FM, RRI Pro satu, Radio Elgangga, Radio Star FM Jakarta serta Radio Mustika Bandung.
Sekarang aktif sebagai trainer dan konsultan “Cara Alami Menguasai Bahasa Inggris Semudah Bahasa Indonesia” di eMJeWe Training & Consulting divisi bahasa.

Berpengalaman menulis buku “Siapa Bilang Bodo Nggak Bisa Jadi Pengusaha” diterbitkan oleh Penebar Plus, Langkah Cerdas Meraup Untung di Bisnis Properti diterbitkan oleh United Books dan lain-lain.

Dengan segudang pengalaman itulah, Anang Sam semakin dipercaya sebagai pemandu acara yang reputasinya tidak diragukan lagi.

Mau mengundang Anang Sam sebagai Pemandu Acara dan Narasumber? Hubungi Dwijo 0813 1069 6307 email: pembicaraseminarzone@gmail.com

https://suksesmatic.blogspot.com/2020/01/tentang-sukses-matic-saya-dan-mso.html

December 29, 2019

Ary Ginanjar Agustian; Motivator Nasional Penggagas ESQ

Ary Ginanjar Agustian; Motivator Nasional Penggagas ESQ

Dalam hidup ini , kecerdasan intelektual (IQ/Integentia Quotient) saja tidak cukup. Untuk menjadi seseorang yang berhasil diperlukan juga kecerdasan emosional (EQ/Emotional Quotient), yang akan memberikan keterampilan dalam bersosialiasi dan berhubungan dengan orang lain, serta kecerdasan spiritual (SQ/Spiritual Quotient) yang akan memberikan jawaban atas eksistensi diri.

Untuk menggabungkan ketiga kecerdasan tersebut , dirancanglah sebuah konsep yang disebutnya The ESQWay165, yaitu sebuah konsep pembangunan karakter yang komprehensif dan integratif berdasarkan 1 nilai universal, 6 prinsip pembanguan mental, dan 5 langkah aksi. Itulah intisari sebuah buku yang sangat fenomenal “ESQ: Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi & Spiritual” karya Aty Ginanjar Agustian. Buku ini sudah tak terhitung jumlah cetaknya. Ratusan ribu orang peserta pelatihan ESQ yang digagas Ary Ginanjar telah membaca buku tersebut dan mendalami spiritnya melalui pelatihan intensif selama beberapa hari. Atas prestasinya mengembankan konsel ESQ pada tahun 2007 ia mendapat gelar Doktor Honoris Causa di bidang pendidikan karakter oleh Universitas Negeri Yogyakarta sebagai penghargaan atas konsep The ESQWay165 sebagai metode pembangunan karakter.

Ary Ginanjar Agustian merupakan tokoh motivator Indonesia yang lahir di Bandung, tanggal 24 Maret 1965. Ia juga sering dikenal sebagai presiden direktur dari PT Arga Bangun Bangsa dan Pendiri serta pendiri dari ESQ Leadership Center, yaitu sebuah penyelenggara program pelatihan ESQ. Ary Ginanjar memulai karirnya di bidang pendidikan saat ia lulus dari Kampus Tafe, Adelaide, Australia dan memutuskan untuk mengajar sebagai di Universitas Udayana, Jimbaran, Bali.

Sebagai salah satu motivator yang paling berpengaruh di Indonesia, ia menerima banyak penghargaan terkait dengan pelatihannya yang mampu menginspirasi banyak orang di dunia. Ginanjar bahkan pernah mendapatkan penghargaan sebagai salah satu "Agent of Change" 2005 versi koran Republika, Korea Selatan. Sebelumnya, pada tahun 2004, ia bahkan pernah menerima penghargaan sebagai salah satu "The Most Powerful People and Ideas in Business" oleh majalah SWA.

Pelatihan yang ia dirikan melalui program ESQ kini telah melahirkan ratusan ribu almuni yang berasal hampir dari semua kota di seluruh Indonesia. Bahkan programnya pun juga meliputi Malaysia, Brunei, Singapura, Australia, Eropa, dan Amerika Serikat. Ginanjar dikenal sebagai sosok yang mempunyai jiwa spiritualitas yang tinggi. Idenya untuk membangun ESQ Learning Center sebenarnya berdasar terhadap fakta bahwa kini masyarakat kita dihadapkan oleh gaya hidup Barat, sedangkan agama sering dikaitkan sebagai cara hidup yang hanya berpatokan untuk memperoleh kebahagiaan di akhirat dengan mengesampingkan kehidupan dunia.

Dari konsep seperti itu, akhirnya muncul konsep Emotional and Spiritual Quotient atau ESQ, yaitu sebuah pemikiran yang menginterpretasikan adanya hubungan yang kuat antara profesionalisme, dunia usaha, dan manajemen modern dengan ajaran yang bersumber pada agama. Dengan begitu, maka Leadership Center tersebut akan mampu untuk membangun karakter individu yang peka, profesional, serta memiliki spiritualitas yang tinggi.

ESQ Leadership Center tersebut mulai ia rintis sejak tahun 2001 dengan hanya mengandalkan empat staf dan 25 peserta. Namun, sedikit demi sedikit, kerja kerasnya pun memperlihatkan hasil yang signifikan. Pada tahun 2008, ESQ Leadership Center tersebut telah menjadi lembaga pendidikan SDM yang didukung oleh 100 trainer, lebih dari 300 karyawan, dan lebih dari 450.000 alumni yang berasal dari 27 negara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Australia, Belanda, Amerika Serikat, Swiss, Saudi Arabia, Italia, dan bahkan negara industri seperti Jerman dan Jepang.

Kini jika Anda melewati Jl TB Simatupang Jakarta Selatan, akan melihat sebuah gedung tinggi dimana di bagian atapnya tertulis angka 165. Itu adalah menara 165, pusat kegiatan ESQ. Sebuah prestasi yang layak kita acungi jempol.

Biodata

Pendidikan

  • STP Bandung
  • Universitas Udayana, Bali
  • Kampus Tafe, Adelaide, Australia


Karir

  • Pendiri ESQ Learning Centre
  • Executive Vice President Jakarta Proffesional Chapter (JPC) di Junior Chamber International
  • Presiden Direktur PT Arga Wijaya Persada
  • Ketua Umum Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ
  • Mantan dosen di Politeknik Universitas Udayaha, Jimbaran, Bali

Penghargaan

  • The Most Powerful People in Business and Ideas 2004 (Majalah SWA)
  • Tokoh Perubahan 2005 (Harian Republika)
  • Honorary Police dan Golden Police Award (Polwil Priangan, 2009)
  • Penghargaan dari Menpora (2009)
  • Pemimpin Muda Berpengaruh (2009)
  • Pembina Karakter Personel Polri (2010)

    Sumber : Wikipedia dan Merdeka.com

    December 22, 2019

    Motivator Nomor Satu  Indonesia Andrie Wongso Tampil Memukau di Acara Herbalife

    Motivator Nomor Satu Indonesia Andrie Wongso Tampil Memukau di Acara Herbalife



    Sabtu, 30 November 2019 pembicara seminar top Indonesia yang juga Motivator No 1 Indonesia Andrie Wongso tampil memukau  dalam acara Sharing Motivasi  untuk Produk Herbalife di Q-Big BSD Tangerang.

    Acara ini bekerjasama dengan Pembicara-seminar.com dengan mengangkat tema : DARE to FIGHT for SUCCES . Para peserta yang jumlahnya 1400 peserta yang merupakan partner Herbalife sangat Semangat, Antusias dan Enjoy mengikuti acara ini hingga akhir.

    Ya, pastinya peserta sangat happy dan bersemangat karena Andrie Wongso memang sangat ahli menciptakan suasana semangat yang luar biasa. Andrie Wongso adalah manusia pembelajar sejati. Ia tidak lulus SD namun karena semangat belajarnya yang sangat hebat dengan membaca ribuan buku dan berguru ke orang-orang hebat, ia dapat menularkan semangatnya ke berbagai lapisan masyarakat, dari masyarakat kelas bawah hingga para CEO perusahaan dan para pengusaha.

    Selain dikenal sebagai motivator nomor satu Indonesia, Andrie Wongso juga sering dijuluki dengan singkatan SDTT TBS yang merupakan singkatan dari Sekolah Dasar Tidak Tamat Tapi Tidak Sukses.

    Ingin mengundang Bapak Andrie Wongso? Hubungi pak Dwi hp 0813 1069 6307 email: pembicaraseminarzone@gmail.com

    December 11, 2019

    KECERDASAN HATI - UBAYDILLAH ANWAR

    KECERDASAN HATI - UBAYDILLAH ANWAR

    Sudah menjadi tradisi  saat kita kecil dulu, bila hendak pamitan berangkat sekolah, bekerja, bepergian,  selalu orang-orang yang mencintai kita berpesan : " HATI-HATI YA..."

    Lantas,  seberapa penting makna HATI dalam  kehidupan kita ?


    Sekarang,  ada istilah baru  KECERDASAN HATI,  yang  dicanangkan oleh  Ubaydillah Anwar, CSC, CPT.,  seorang Heart Intelligence specialist.   Dan  ada  yang perlu diwaspadai,  terhadap 5 PERUSAK HATI....




    Hati (rohani) adalah wadah cahaya Tuhan untuk menyinari pikiran dan laku manusia.

     Lokasinya berada di hati fisik (jantung) manusia yang oleh Imam Ali bin Abu Thalib disebut lebih luas dari jagat ini. Riset HeartMath Institute Amerika memastikan kesimpulan bahwa hati (jantung) manusia selalu berkomunkasi secara interaktif dengan pikiran untuk menyinarkan kesadaran, pemahman, dan intuisi.

    Ulama tasawuf mengingatkan kerja hati bisa rusak oleh 5 hal ini:

    1. Diskoneksi dengan kehidupan rohani. Jika waktu seseorang habis untuk membahas orang lain dan peristiwa di luar dirinya, kapan ia berkoneksi dengan rohaninya sendiri?
    2. Menggantungkan hidup pada manusia. Kita diperintahkan berbuat baik kepada orang lain dan diperintahkan untuk menciptakan usaha, tapi tidak boleh menggantungkan harapan pada manusia dan sebab. Ini akan merusak hati.
    3. Mengumbar angan-angan. Kita diperintahkan untuk memperjuangkan tujuan dengan ilmu dan harta, tapi dilarang mengejar angan-angan dengan nafsu.
    4. Sering terlalu kenyang karena banyak makan.
    5. kebanyakan tidur, baik tidur biologis atau psikologis (lengah).

    Hati saya mengingatkan: “Banyak hal yang masih perlu kamu perbaiki!” Hati Anda bagaimana?

    Ingin menggali dahsyatnya mengelola KECERDASAN HATI ?
    Hubungi  0813 1069 6307....

    December 03, 2019

    GIFTED : Karena Jenius Adalah Orang Biasa  (Opini Adriano Rusfi )

    GIFTED : Karena Jenius Adalah Orang Biasa (Opini Adriano Rusfi )

    Saya telah duduk di pesawat, dan harus siap membunuh rasa bosan untuk perjalanan panjang Medan – Yogyakarta, walau transit di Jakarta. Saya memang tak pernah menyukai pesawat udara, walau harus menaikinya minimal 12 kali dalam sebulan.

    Saya mulai menyalakan layar di kursi depan, mencari tayangan pembunuh bosan yang mungkin belum sempat disaksikan. Sebuah resensi singkat menggoda saya untuk menonton yang satu ini : GIFTED

    Ini tentang Mary Adler (diperankan sangat cantik oleh McKenna Grace), bocah perempuan 7 tahun yang terlahir sangat berbakat dalam matematika, bakat yang diturunkan dari ibunya, matematikawati Diane Adler. Ia dibesarkan sejak bayi oleh pamannya, Frank Adler (diperankan oleh Chris Evans), sejak ibu kandungnya tewas bunuh diri di kamar mandi karena depresi.

    Telah semua ilmu matematika yang dimiliki sang paman diajarkan pada Mary, dan telah habis ditelannya tanpa sedikitpun merasa kenyang. Maka Frank kini memutuskan : Mary harus bersekolah...

    Tapi... di sekolah biasa. Ya, sekolah biasa, bukan sekolah anak berbakat. Bagi Frank, Mary harus menjalani kehidupan normal seorang anak-anak. Ia harus berteman, tak hanya dengan seekor kucing bermata satu bernama Fred. Frank belajar banyak dari kakaknya, sang jenius matematika yang hidup dengan tragis karena ibunya terlalu men-serakah-i bakat besar anaknya.

    Frank tampaknya insyaf akan orang-orang berbakat yang serakah dan bersikap mentang-mentang akan bakat besarnya : mentang mentang berbakat cerdas... mentang-mentang berbakat cantik...mentang-mentang...

    Dan, betul saja... Betapa Mary  menjalani kehidupan sosialnya secara sangat matematis : saklek. Ia tak kenal basa-basi. Ia bicara dengan logika, tanpa sedikitpun kepantasan dan adab komunikasi. Bahkan ia memahami arti empati secara harfiah, sehingga ia harus memukul temannya yang merusak karya teman lainnya hingga hidungnya patah.

    Kalau tentang matematika, jangan ditanya. Ia bahkan menjawab perkalian besar di luar kepala, dan mengkoreksi sebuah soal tingkat dewa. Tak heran jika ia banyak tidur dikelas. Ia telah menjawab saat temannya belum mulai berpikir.

    Namun tidak bagi Evelyn Adler (diperankan oleh Lindsay Duncan) : sang nenek, yang juga ibunya Frank. Fakta sosial di atas baginya adalah bukti bahwa Mary tak cocok di kehidupan normal. Baginya, Mary adalah si “satu dari semilyar” yang harus dididik khusus dengan mengundang tutor matematika kelas wahid, agar ia mampu memecahkan misteri The Navier – Stokes Problem yang tak sempat dituntaskan sang ibu. Ia libatkan pengadilan dan uang untuk merebut sang cucu.

    Sempat kalah, namun akhirnya Frank punya rumus dan cara lebih jitu untuk Mary : 10 % untuk matematika, 90 % untuk menjadi manusia biasa.

    Cengkareng, pukul 15.00
    Saya melamun sambil menunggu pesawat berikut, mencoba merenung tentang keberbakatan, pendidikan, masa depan dan kejeniusan. Sebenarnya setiap manusia adalah Mary Adler : gifted. Karena Allah tak pernah pilih kasih atas hambaNya. Setiap anak manusia adalah si “Satu dari tujuh milyar”, karena tiap manusia adalah unik, berbakat dan nomer satu.

    Dan tiap bakat memikul amanah kemanusiaan dengan caranya sendiri. Sehingga yang membedakan jenius dengan gifted adalah : jenius adalah orang yang dididik menjadi manusia seutuhnya, lalu ia dedikasikan bakatnya bagi kemanusiaan.

    Negeri ini telah membunuh begitu banyak anak berbakat, justru ketika ayahbundanya mulai memuja bakat anaknya. Ada pesepakbola masa depan yang mati dini di sekolah sepakbola kenamaan... Ada calon fisikawan yang tersungkur kehabisan napas persis di depan medali emas olipiade fisika... Ada calon da’i bagi ummat akhir jaman yang kehabisan suara di atas panggung lomba da’i cilik...

    Kita perlu sabar untuk sebuah prinsip : jadikan anak kita manusia seutuhnya , lalu ia akan keluarkan bakat terbaiknya...

    Medan, 3 Oktober 2017