Previous
Next

Friday, May 22, 2020

ZOOM SEMINAR  HEART INTELLIGENCE FOR "NEW NORMAL" MANAGEMENT

ZOOM SEMINAR HEART INTELLIGENCE FOR "NEW NORMAL" MANAGEMENT

Pandemi Covid -19 menuntut para manager, supervisor dan pelaku UKM mengubah pola kepemimpinan dan manajemen.
Tantangannya sangat banyak antara lain  situasi pasar melemah, piutang macet, karyawan kurang motivasi, sulit mengontrol pekerjaan karyawan di era WFH dan sebagainya.
Namun tak sedikit pelaku usaha yang berhasil melejit di era pandemi Covid 19. Bahkan sebagian dapat bekerja lebih efektif dan efisien .
Apa rahasianya?

Ikuti 
ZOOM SEMINAR
HEART  INTELLIGENCE  
FOR "NEW NORMAL" MANAGEMENT

Sabtu, 6 Juni  2020
Pukul 10.00-12.00
Tempat ; Di Rumah Saja (dengan aplikasi Zoom)


Materi :

1. Kecerdasan hati vs kecerdasan pikiran
2  prinsip-prinsip kecerdasan hati untuk manajemen  "new normal"
3. Tujuh tools kecerdasan hati untuk meningkatkan disiplin karyawan dan meningkatkan penjualan
4. Lima jurus kecerdasan hati untuk menemukan peluang baru di era pandemi dan pasca pandemi.
5. Praktek kecerdasan hati untuk menjemput keajaiban hidup.

Narasumber : Dr. Ubaydillah Anwar (Direktur ASSI, pakar Heart Intelligence, penulis lebih dari 45 buku Softskill, spiritualitas dan kecerdasan hati)
Moderator : Bambang Suharno (Penerima ISMBEA Award , Peraih kategori penulis Buku Laris /Best Seller versi Kompas-Gramedia)

Investasi : 
Rp 99.000 /orang (umum). Rp. 44.000/orang (Akademisi)
Peserta mendapat copy materi seminar dan E-certificate

Pendaftaran Klik

WhatsApp 

atau hubungi 0813 1069 6307
email : pembicaraseminarzone@gmail.com






Thursday, May 21, 2020

DILEMA DI TENGAH WABAH CORONA: APA SOLUSINYA?

DILEMA DI TENGAH WABAH CORONA: APA SOLUSINYA?

Ubaydillah Anwar, CSC, CPT. | Heart Intelligence Specialist 

Ketika usaha manusia dan prediksi pengetahuan tak sanggup menembus tirai rahasia corona,  kini mulai banyak penduduk dunia menghadapi dilema. Mau di rumah terus, sampai kapan? Belum lagi urusan pekerjaan, pendapatan, bosan, usaha, dan lain-lain dan seterusnya? Terlebih ada fakta yang mengejutkan bahwa ternyata di rumah pun tak serta merta akan selamat dari corona. How it can?

Atas fakta itu kemudian banyak yang memilih hidup berdamai bersama corona dengan “new normal”.  Tapi pilihan inipun bukan tanpa resiko. Selain telah menyinggung tenaga medis dan warga yang taat aturan untuk stay at home, bagaimana kalau sampai terjadi penyebaran corona yang semakin menggila?

Artinya, kita semua dihadapkan kepada pilihan yang maju kena mundur juga kena. Lantas, apa solusi mandiri yang dapat kita lakukan di tengah usaha Negara dan tenaga medis berjibaku menghentikan langkah corona?

Secara manajemen jiwa, kita bisa menerapkan solusi Formula 4M di bawah ini.

FORMULA 4 M

Berikut penjelasan singkat yang bisa kita jadikan panduan dalam praktik, baik untuk kerja di rumah atau di luar rumah.

M1: Menerima

Kita perlu mengaktifkan kesadaran hati untuk menerima kenyataan ini dengan ridho, mengembangkan prasangka baik kepada Allah, dan tetap hidupkan cinta (mahabbah). Tanpa ketiganya, iman kita akan kandas untuk menggapai cahaya-Nya.

Secara kecerdasan dan kesehatan, menerima seperti di atas juga sangat mendukung. Riset HeartMath Institute (2005) menyimpulkan bahwa appreciation (menerima dengan apresiasi) dan compassion (cinta) adalah cara untuk mengharmoniskan system dalam jiwa dan raga kita (coherence state). Begitu sudah harmonis, maka akan muncul enerji positif, emosi positif, dan kesiapan jiwa-raga untuk berperforma secara optimal. Allah SWT berfirman: “Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur,” (QS. Ali Imran: 145).

Ini pasti akan beda ketika hati ini kita gunakan untuk menolak. Sudah pasti jiwa kacau, stress mendekat, hati gelap, dan tak mengubah corona apa-apa. Walhasil, dunia di sana kacau, dunia di sini pun sakit.

M2: Menggerakkan

Saat hati menerima, maka pikiran, tangan, mulut, kaki dan seterusnya tidak boleh diam.  Apalagi rata-rata kita sudah diam di rumah selama tiga bulan. Kita harus menerapkan tawakkal yang optimal. Maksudnya? Nabi SAW mencontohkan burung yang hatinya yakin akan rezeki Allah dan raganya bergerak menemukan rezeki itu.

Mulailah untuk mendaftar jawaban dari pertanyaan: Apa yang bisa saya lakukan dengan keadaan saya sekarang ini untuk menghasilkan sesuatu? Buatlah maksimal 10 lalu pilihlan 3 dan kemudian tentukan prioritasnya. Terakhir, take action!

Gerakkan kreativitas pikiran dengan keyakinan bahwa selama kita ditakdirkan hidup, tidak ada masalah yang bisa membuat kita mati.  Riset oleh Teresa A. (1998) dari Harvard Business Review  menyimpulkan, semua orang bisa kreatif asalkan punya kemauan yang keras, melatih keahlian, dan berani mencoba.   

M3 Memunajatkan

Munajat kita harus agak berbeda karena sikon-nya berbeda. Kali ini, kita perlu bermunajat dengan sense of urgency (benar-benar merasa terdesak) di hadapan Allah, menghadirkan rasa takut ditolak (khouf) dan harapan besar untuk dikabulkan (thoma’). Allah berfirman: “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya. . .,” (QS. an-Naml: 62). Doa dengan hati yang tidak serius sangat sulit dikabulkan. Rasulullah SAW mengingatkan: “Berdoalah kepada Allah dengan hati yang yakin (dikabulkan). Ketahuilah Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai,” (HR. Ahmad).

M4 Menyeimbangkan

Di saat kita harus berani melangkah, saat itu juga kita perlu mendengar rasa takut. Saat kita harus berpikir positif, kita pun perlu mendengar apa yang dikatakan pikiran negatif. Saat kita harus optimis, kita pun perlu menyimak apa yang dikatakan oleh suara pesimis. Saat kita harus beriman, saat itu juga kita perlu menerapkan pengetahuan.

Semua ini bertujuan agar kita seimbang dan waspada. Dan hanya ketika kita seimbanglah yang bisa membuat kita melangkah dengan aman, seperti sepeda. Sebab, terlalu berani membuat kita menabrak bahaya, terlalu berpikir positif membuat kita tak menginjak realita, terlalu optimis membuat kita abai ancaman, dan iman saja tanpa ilmu membuat iman itu lumpuh di dunia.

Semoga bermanfaat.

Wednesday, March 25, 2020

Di Tengah Wabah Corona, Seminar Online (Webinar) Menjadi Pilihan

Di Tengah Wabah Corona, Seminar Online (Webinar) Menjadi Pilihan


Di tengah terjadinya wabah Corona yang merebak sejak awal Maret 2020 ini hampir semua kegiatan rapat, hajatan, seminar, pameran baik skala lokal, nasional maupun internasional dan semua kegiatan yang mengumpulkan orang banyak terpaksa dihentikan atau ditunda.

BBC Indonesia memberitakan, sekitar 50 juta orang akan kehilangan pekerjaan di sektor pariwisata akibat pandemi Corona. The Global Association of The Exhibition Industry memperkirakan  di wilayah Asia Pasifik  kalangan industri pameran mengalami kerugian  sekitar 23,6 miliar USD akibat pembatalan pameran, sedangkan Eropa dan Amerika mengalami kerugian masing-masing lebih dari 31 miliar USD.

Namun di balik semua musibah tentu ada hikmah juga. Bagi kalangan industri farmasi, penjualan desinfektan melonjak beberapa kali lipat. Demikian pula industri hand sanitizer, masker, alat pelindung diri (APD), termometer dan sejenisnya mengalami lonjakan permintaan hingga belum mampu memproduksi sesuai permintaan pasar.

Sementara di dunia seminar dan training, di tengah larangan acara pertemuan, mulai muncul kreativitas baru berupa seminar online atau yang dikenal webinar. Acara webinar sendiri sebenarnya sudah cukup lama dipopulerkan, namun sejauh ini belum begitu populer, karena kebiasaan masyarakat khususnya di Indonesia, kegiatan seminar lebih enak kalau dilakukan dalam sebuah pertemuan di dunia nyata, karena unsur silaturahmi dan komunikasi lebih menyentuh.

Dengan adanya wabah corona, webinar mulai diminati. Melalui acara webinar ini peserta tetap memiliki hak yang setara dengan seminar biasa, antara lain bisa interaksi tanya jawab dengan narasumber, bisa mendapat sertifikat. Bedanya adalah konsumsi peserta diadakan sendiri karena peserta di rumah masing-masing. Ini artinya penyelenggara webinar bisa menghemat.

Ada beberapa aplikasi untuk menyelenggarakan webinar, salah satunya yang paling poluler adalah aplikasi Zoom yang bisa diundur di appstrore dan playstore. Anda bisa juga klik di sini 

Untuk menjadi peserta webinar tentunya ada harus mendaftar. terlebih dahulu Anda bisa mendaftar akun zoom setelah menginstall zoom (jika di hp).
Untuk mengikuti webinar anda bisa melalui smartphone maupun laptop.

Setelah punya akun, anda harus mendaftar sebagai peserta melalui link yang diberikan oleh penyelenggara/narasumber.

Karena peserta ada di rumah, maka anda sebagai peserta harus stanby sebelum acara dimulai, selalu catat tanggal dan jamnya agar tidak ketinggalan. Dan yang tak kalah pentingnya sinyal internet harus cukup bagus agar dapat mengikuti acara webinar dengan lancar.

Silakan lihat video di atas untuk mempelajari webinar sehingga jika nanti ada undangan webinar dari kami, Anda sudah siap .


Saturday, March 07, 2020

KIRDI PUTRA MENGINSPIRASI TOPIK MICRO EXPRESSION & BODY LANGUAGE DI PRODI KEBIDANAN

KIRDI PUTRA MENGINSPIRASI TOPIK MICRO EXPRESSION & BODY LANGUAGE DI PRODI KEBIDANAN

Suatu hari, ada chat masuk di WA saya selaku Manager Pembicara, menanyakan ketersediaan waktu untuk Pembicara tentang MICRO EXPRESSION & BODY LANGUAGE, KIRDI PUTRA.

" Assalamualaikum Pak,  saya Syifa dari POLTEKKES BANDUNG PRODI KEBIDANAN, mohon informasi, apakah tanggal 29 Pebruari 2020 Pak Kirdi Putra, jadwalnya kosong ?"

Setelah melakukan komunikasi dengan pihak pembicara, diketahui tanggal tersebut beliau sudah terjadwal Kelas di Surabaya.

Sempat saya pilihkan alternatif pembicara yang lain,  namun di tanggal tersebut kebanyakan sudah terjadwal.

Selang beberapa saat, saya dikontak kembali, menannyakan seandainya jadwal dimajukan di Sabtu 22 Pebruari apakah Pak Kirdi, available ?

Rupanya berjodoh, di tanggal 22 Pebruari 2020 tersebut, Pakar Micro Expression  KIRDI PUTRA yang namannya makin berkibar, setelah sering tampil di berita-berita besar,  seperti di kasus MIRNA KOPI CIANIDA,  Debat CAPRES-CAWAPRESS, sampai  berita terbaru tentang  "Arti Ekspresi Jokowi Saat Menyatakan 2 WNI Positif Virus Corona" (https://youtu.be/c4fb79Y9-pw ).

Maka, Sabtu 22 Pebruari 2020 sekitar jam 10.15, di ruangan Aula Poltekkes Kemenkes Bandung Prodi Kebidanan  Jl. Dr. Sumeru 84 Bogor, Pembicara  KIRDI PUTRA disambut oleh sekitar 130 an mahasiswi.

Acara yang dinamai MICRO EXPRESSION AND BODY LANGUAGE CLASS ini mengangkat tema " Lets Improve Your Emphaty Skills  To Develop Your Harmonius Relation".

Selama dua jam KIRDI PUTRA didampingi Moderator  Rosmannia Resmilawati, memukau peserta secara interaktif menjelaskan tentang pentingnya, profesi BIDAN dalam menggali kemampuan memahami mikro ekspresi dan bahasa tubuh pasien, agar pelayannya lebih optimal.

Dalam praktek kesehariannya Bidan akan sering berhadapan dengan pasien yang enggan untuk terus terang tentang keluhan penyakitnya.  Pasien yang tidak bisa mengungkapkan kendala sakit yang dirasakannya.  Sehingga, melalui seminar ini, peserta mendapatkan pencerahan untuk  mengenali pola-pola ekspresi mikro  dan bahasa tubuh pasien, yang diharapkan amanah pekerjaannya melayani masyarakat dapat lebih bermakna.

Sesi tanya jawab penuh antusias, karena peserta Seminar umumnya sudah mengenal pembicara dengan baik sebagai orang tenar di media televisi nasional, yang juga heboh dalam menjelaskan dan memberi contoh kasus yang unik. 

Ada bahasan yang cukup mendetail yakni mengenai cara mendeteksi kebohongan.  Peserta diajak untuk mengetahui polanya, mengenal tentang Fakta atau Opini,  tentang teknik bertanya, dan bagaimana mengetahui kunci pertanyaan.

Penjelasan, tanya-jawab , sesi pnyerahan Sertifikat dari kampus ke pembicara, dan foto bersama berakhir sekitar jam 12.15 WIB.

(DW)

Saturday, February 29, 2020

Teguh Boediyana, Populer Gara-gara Tampil sangat Mirip Bung Karno

Teguh Boediyana, Populer Gara-gara Tampil sangat Mirip Bung Karno

Di acara konser Merah Putih tahun 2019 pengunjung dibuat heboh karena tiba-tiba hadir sosok Bung Karno, lengkap dengan setelan jas dan tongkat kebesaran Bung Karno. Seketika para pengunjung berkerumun dan minta foto bersama.
Tentu ini bukan tampilan Bung Karno dalam suasana mistis, namun memang ada seorang tokoh yang sangat mirip dengan Proklamator RI itu, dan sekaligus sangat mengagumi sosok Bung Karno.

Nama lengkapnya Teguh Boediyana. Sosok yang kerap dijuluki Bung Karno KW ini lahir di Purwokerto tahun 1951, kini tinggal di Bekasi.   Ia adalah seorang insinyur peternakan lulusan Fakultas Peternakan UGM tahun 1977 dan kemudian melanjutkan Master Program School of Agribusiness Arizona States University USA, lulus tahun 1990.

Lulus dari UGM< Teguh sempat bekerja di sebuah perusahaan peternakan sapi peran Taurus Dairy Farm di Sukabumi ( 1978 – 1980 ), selanjutnya meniti karir PNS di Kementerian Koperasi hingga meraih jabatan eselon 2 sebagai Kepala Pusat Penelitian Koperasi, kemudian menjadi Direktur Pengembangan Koperasi Peternakan dan terakhir Kepala Biro Humas hingga tahun 2007.

Memasuki usia pensiun, ia masih aktif di dunia perkoperasian, bahkan tahun 2015 diangkat sebagai Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM .

Pengagum Bung Karno ini benar-benar mencoba mendalami spirit tokoh idolanya. Wajah dan perawakannya yang mirip Bung Karno menjadi modal penting untuk meniru gaya berjalan hingga orasi Bung Karno.

Teguh mengaku punya 5 baju setelan Sukarno, dan 4 tongkat komando. Selain mengingatkan bahwa Indonesia punya pemimpin seperti Bung Karno, ia juga menyebut hal ini ditujukkan untuk bersenang-senang.

"Tujuan saya tampil begini adalah buat yang muda-muda bahwa kita punya orang Presiden bukan tokoh nasional saja tapi dunia yang namanya Sukarno. Maka saya beranikan diri pakai baju Sukarno," imbuhnya, sebagaimana dikutip Kumparan.com.

Majalah Tempo juga pernah menampilkan Teguh dengan sebutan Sukarno kw dimuat dalam 2 halaman full. Sejak penampilan Teguh dengan setelan dan Bung Karno di beberapa kesempatan dan diliput beberapa media, Teguh makin populer.

Ia memang hali peternakan dan koperasi, namun yang paling unik dan menarik dari sosok nya adalah bisa memberikan materi seminar dan training dengan penampilan Bung Karno.

Berikut ini beberapa pengalaman organisasi Teguh Boediyana sejak era mahasiswa hingga sekarang:

a. Ketua Komisariat Dewan Mahasiswa Fak. Peternakan UGM ( 1974 – 1976).
b. Anggota Majelis Mahasiswa Universitas Gadjah Mada ( 1974-1976 )
c.. Anggota Tim Teknis Pengembangan Persusuan Nasional ( 1978 – 1982 ).
d. Pemimpin Umum Majalah Buletin Koperasi ( 1999 )
e. Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (1994 - 2009 ).
f. Direktur Eksekutif Pengurus Pusat KAGAMA ( 2001– 2004)
g. Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen daging dan Feedlot Indonesia ( APFINDO )
h. Tenaga Ahli Tim Kemitraan di Bogasari Flour Mills ( 2000 -2009 )
i. Ketua Dewan Persusuan Nasional ( 2007 - sekarang)
j. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia ( 2009 - sekarang).
k. Ketua Dewan Peternak Rakyat Nasional ( Depernas ) ( 2016 - sekarang)
l.. Ketua Komite Tetap Pengembangan Industri Peternakan KADIN Indonesia (2007 - 2009 ).
m. Koordinator Majelis Pakar DEKOPIN ( 2010 -2014).
n.. Anggota Dewan Penasehat DEKOPIN ( 2014 -2019 )
o. Wakil Ketua Umum DEKOPIN ( 2019 -sekarang)

Lain-lain : 
Penerima Satya Lencana Pembangunan ( 1998)

Mau mengundang Teguh Boediyana ? hubungi Dwijo 0813 1069 6307 email: pembicaraseminarzone@gmail.com





POSTING TERPOPULER

Iklan