![]() |
| Istana Negara Malaysia (2013) |
Banyak orang sudah rutin posting di Instagram. Mulai dari sarapan, meeting, jalan-jalan, sampai promo produk.
Tapi hasilnya sering sama: viewer puluhan, like sedikit, follower stagnan.
Masalahnya bukan di niat atau konsistensi.
Biasanya ada di jenis kontennya.
3 Alasan Kenapa Konten Jarang Dilihat
1. Kontennya “tentang saya”, bukan “tentang mereka”
Aktivitas pribadi dan promo jualan itu penting, tapi…buat orang lain sering terasa nggak relevan.
Orang buka Instagram buat:
- cari hiburan
- cari solusi
- cari insight
bukan buat lihat keseharian orang yang belum mereka kenal.
2. Terlalu cepat jualan
Follower masih sedikit → langsung hard selling.
Algoritma baca ini sebagai konten kurang menarik → jangkauan ditahan.
3. Tidak ada alasan untuk ditonton sampai habis
Tanpa hook di 3 detik awal, video langsung di-skip.
Algoritma pun “menghukum” konten tersebut.
Konten yang Baik Itu Seperti Apa?
Konten yang ditonton banyak dan bikin follower naik biasanya punya 3 ciri utama:
1. Edukatif, Relate, atau Menghibur
Contoh:
“Kesalahan orang usia 40+ saat mulai side income”
“Kenapa IG sepi padahal posting tiap hari”
“3 kebiasaan kecil yang bikin keuangan lebih tenang”
Bukan pamer aktivitas, tapi ngasih nilai.
2. Story dulu, jualan belakangan
Bangun kepercayaan dulu lewat:
cerita pengalaman
tips sederhana
insight yang jujur
Kalau orang sudah merasa “ini gue banget”,
jualan jadi nggak perlu maksa.
3. Fokus ke satu masalah, satu konten
Jangan campur aduk.
Satu video → satu pesan utama.
Lebih mudah ditonton sampai habis.
Biar Follower Naik Lebih Cepat, Lakukan Ini
Pakai hook kuat di 3 detik pertama
Konsisten di satu topik utama
70% konten nilai, 20% personal, 10% jualan
Ajak interaksi: komentar, save, share
Ingat:
Instagram bukan soal siapa yang paling sering posting, tapi siapa yang paling relevan.
Bambang Suharno
Instagram:@pensiunsejahtera

0 komentar: