Saturday, February 14, 2015

Seminar MEA di STIE Bhakti Pembangunan Petukangan

Untuk bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia bisa saja kalah dari segi efisiensi produksi namun, jika kreativitas terus dikembangkan, tak ada alasan bagi masyarakat Indonesia untuk takut bersaing di era MEA.

Demikian disampaikan Direktur Indonesian Entrepreneur Society (IES) Bambang Suharno dalam seminar "Are You Realy Prepared for MAE?" di STIE Bhakti Pembangunan, Petukangan, Jakarta Selatan, Sabtu, 14 Februari 2015. Seminar diselenggarakan oleh Forum Mahasiswa Akunansi (Formasi) dihadiri oleh lebih dari 200 peserta terdiri dari mahasiswa, dosen dan beberapa siswa SMA.  Dalam seminar ini, Bambang tampil sebagai pembicara tunggal dengan topik "Jurus Bersaing di Era MEA (Sudut Pandang Kewirausahaan).


Bambang menegaskan, dalam beberapa hal, Indonesia memang kalah dengan negara tetangga, misalnya biaya logistik lebih mahal, peringkat SDM masih rendah dan sebagainya, namun banyak potensi yang bisa dikembangkan kaum muda untuk menciptakan keunggulan yang tidak dimiliki negara lain.

Ia mencontohkan, sektor pariwisata Indonesia keindahannya tak tertandingi. Kita tinggal mengemas agar lebih menarik. "Coba kita lihat wisata Thailand, misalnya melihat keraton di sana. Ramainya bukan main, padahal yang kita lihat kurang lebih sama dengan keraton Jogja, Cirebon dll. Itu karena Thailand mengembangkan industri wisata dengan sangat bagus," kata Bambang.

Bersama pimpinan STIE dan panitia
Bidang bisnis lainnya yang potensi menjadi pemenang adalah usaha kuliner dan ekonomi kreatif. Kuliner Indonesia sangat beraneka ragam dari Aceh hingga Papus. Ia mengharapkan, mahasiswa mulai sekarang bisa mulai menggali potensi lokal untuk dikembangkan. "Coba anda pikirkan nasi uduk, gimana supaya tampil lebih keren dan mahal. Secangkir kopi di starback dikemas harganya menjadi Rp 50ribu per gelas, kenapa nasi uduk tidak bisa?" ujarnya.

Pada seminar yang dipandu oleh dosen STIE Bhakti Pembangunan Albiansyah ini, Bambang juga menyampaikan kiat menjadi pemenang dalam bersaing. Jika pamu jadi pemenang, jadilah pelopor, contohnya aqua, teh botol sosro dan lain-lain. Jika tidak jadi pelopor, jadilah yang terbaik. "Tapi jika jadi yang terbaik saja nggak bisa, ada satu jalan lagi, yaitu jadilah yang berbeda," urainya.**
 

No comments:

Post a Comment