PROFIL PEMBICARA SEMINAR


Berikut ini profil saya dan rekan-rekan saya pembicara seminar dan trainer untuk publik maupun inhouse training. 

Saya, Bambang Suharno, Trilogi Mental Entrepreneur

Perkenalkan saya Bambang Suharno, akan membantu anda mencarikan pembicara seminar yang tepat untuk anda.  Saya memiliki banyak sahabat yang biasa menjadi pembicara seminar mulai dari pengusaha hebat, pakar, ketua organisasi, tokoh pemuda dan sebagainya yang cocok untuk menjadi pembicara seminar bisnis, wirausaha, agribisnis, maupun motivasi. Sahabat-sahabat saya member Indonesian Entrepreneur Society (IES) yang sering jadi partner saya dalam seminar dan training antara lain Wan M Hasim (mentor senior IES, owner 60 outlet Idolmart dan Toysmart), Amir Hamzah (pensiunan Bulog, pengusaha pepaya), Ubaydilah Anwar (trainer softskill), Hermawan GS (pengusaha kuliner, bengkel, hipnoterapis), Waryono (officeboy entrepreneur, pemilik usaha tanaman hias, pecel lele, WC umum, rumah makan padang), Anang Sam (bibi londre), Riza Ananto (Ahli Sistem dan Software Tatakelola Usaha) dan lain-lain.

Tentu saja, saya juga pembicara seminar dan trainer wirausaha dan motivasi, skala lokal dan nasional.Saya sering dijuluki sebagai spesialis perintis.  Saya merintis berdirinya Indonesian Entrepeneur Society (IES) tahun 2002 dan menjadi Direktur. IES adalah  sebuah komunitas wirausaha yang dijadikan sebagai wadah perubahan dan pembinaan masyarakat untuk berwirausaha dimana anggotanya antara para pebisnis pemula, calon entrepreneur dan pelaku bisnis yang ingin maju dengan beragam latar belakang dan usia.

Saya juga sebagai salah satu pendiri PT Gallus Indonesia Utama (penerbit majalah Infovet, majalah Cat & Dog, majalah Info Akuakultur,  buku dan multimedia peternakan) dan dipercaya sebagai Direktur hingga sekarang. Saya bersama artis Cici Tegal yang juga member IES, ia mendirikan Waroeng Ayam Panggang Cici Tegal di Foodcourt Depok Town Square (Detos).Kemudian bekerjasama dengan Davit Putra (pebisnis online) mendirikan komunitas RWP (Rahasia Website Pemula) di Depok, Bekasi dan Cikarang.
Pendek kata, saya tidak suka berkarir di perusahaan mapan, melainkan lebih tertantang merintis bisnis  dari Nol. Pantaslah, buku saya “Langkah Jitu memulai Bisnis Dari Nol” yang terbit akhir 2006 laris manis kini tercetak lebih dari 65 ribu eksemplar, masuk kategori best seller versi Kompas-Gramedia selama 8 bulan berturut-turut selama tahun 2007.

Selain mengelola bisnis, saya beserta rekan-rekannya di IES giat mengadakan seminar dan talkshow di radio antara lain di RRI pro2 105 fm Jakarta, radio RPK 96.3 fm Jakarta, Radio Elgangga 100.3 FM Bekasi, Radio Dakta 107 FM, Radio Delta 99.1FM, Radio Bahana 101.8 FM dan lain-lain. Adapun seminar yang dilaksanakan di antaranya “Bisnis Sambilan, Langkah Awal Menjadi Entrepeneur Sukses” yang saat ini telah mencapai lebih dari 48 angkatan, Seminar Tata Kelola Usaha, Seminar Bisnis Online, Seminar ”7 Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha” dan lain-lain. Saat ini saya juga giat menjadi mentor bisnis anggota IES, antara lain mentor koperasi simpan pinjam Amri Jaya yang kini sudah 6 cabang dan mentor penerbit Bangkit Publishing, serta sebagai Ketua Pusat Inkubator Bisnis (PIB) STIE Tunas Nusantara Jakarta.

Saya telah menjadi pembicara seminar dan trainer di Jakarta dan di berbagai kota di Indonesia. Sebagai trainer wirausaha persiapan pensiun di Holcim Indonesia, Indocement Tunggal Perkasa, Mulia Keramik, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kesra, Kementerian Koperasi-UKM dan sebagainya. Juga menjadi pembicara seminar wirausaha di berbagai kampus antara lain UI, Univ Atmajaya, Univ Tri Sakti, STIE Tunas Nusantara, dan sebagainya.

Atas kepedulian dan dedikasi saya dalam mengembangkan dunia kewirausahaan di Indonesia tercinta, pada tahun 2009  saya mendapat penghargaan Indonesian Small Medium Business Entrepreneur Award (ISMBEA 2009) yang diberikan oleh mantan Menakertrans Erman Suparno.

Kegiatan saya tidak hanya seminar dan bisnis, saya juga terus berkarya di dunia tulis-menulis. Lebih dari 20 judul buku telah saya tulis baik buku bisnis maupun non bisnis, baik yang diterbitkan sendiri maupun diterbitkan oleh penerbit lain. Sebagaimana disebut di atas, Buku ”Langkah Jitu Memulai Bisnis dari Nol telah dicetak lebih dari 65 ribu eksemplar dan meraih kategori Buku Laris Kompas-Gramedia selama 8 bulan di tahun 2007. Buku terbaru saya  ”Jangan Pulang Sebelum Menang” terbitan Gita Pustaka telah beredar di Gramedia dan toko buku terkemuka lainnya. Buku ini merupakan buku motivasi sukses kehidupan dan kepemimpinan.

Jika membutuhkan saya sebagai pembicara atau trainer silakan hubungi saya melalui email : bambangsuharno@yahoo.com, bambangsuharno@gmail.com, www.bambang-suharno.blogspot.com. ,  0813.1069.6307

Ubaydillah Anwar, Trainer Softskill


Spesialisasi professionalnya adalah pembicara (speaker), trainer, dan penulis (writer) bidang pengembangan soft skill dan spiritualitas. Latar belakang pendidikan dan pengalamannya yang variatif membuat gagasan dan konsepnya mengenai people development menjadi lebih alamiah, ilmiah, dan ilahiah.

Telah dipercaya oleh dunia industri, dunia pendidikan, media, dan berbagai forum kajian sebagai pembicara untuk berbagai macam tujuan, antara lain: pembekalan karyawan baru, pemantapan kompetensi mental, pembekalan pensiun, spiritual motivation, dan lain-lain. Hotel Atlet, PT. Krakatau Steel, PT. Schneider Electrict, PT. Nestle, Kemenag RI, PLN Disjaya, Pondok Modern Gontor, Untirta, SMART FM, Bahana FM, RRI Pro2 FM, adalah sebagian yang pernah menggunakan jasanya.


Hingga tulisan ini disusun tahun 2016, Ubaydillah masih menjadi trainer di ILO (International Labor Organization), Indonesian Entrepreneur Society (IES), Foster dan Bridge Indonesia (FBI), Kalasuba Learning Institute (KLI), dan Track-One Management Consulting,  khusus membidangi pengembangan dan pemantapan soft skill dan spiritualitas.

Sudah menulis lebih dari 600 artikel ilmiah populer tentang soft skill dan spiritualitas yang telah diterbitkan oleh media professional, baik cetak maupun online, antara lain: Majalah SWA, Majalah People, Majalah Gontor, Majalah Eksekutif, Majalah Halal MUI, www.sahabatnestle.co.idwww.e-psikologi.com, dan masih banyak lagi.

Telah menulis lebih dari 40 buku ilmiah populer tentang soft skill dan spiritualitas yang diterbitkan oleh sejumlah penerbit ternama, antara lain: Gramedia, Elek media, Mizan, Sinergi Akasara, Bee Media, Dzkirul Hakim, Serambi, Vision, dan lain-lain.

Sudjono Arif Fauzan, Pembicara Seminar Bisnis Online

Nama lengkapnya Sudjono Arif Fauzan, dikenal dengan nama Sudjono AF, atau Pak Haji Jono. Lahir di Madiun, Jawa Timur, 10 September 1967. Melihat pendidikannya, sepertinya tak ada hubungannya dengan keahlian yang sekarang dikembangkan.

Ia adalah guru para pebisnis online khususnya di kalangan anggota RWP (Rahasiawebsitepemua.com, yang didirikan Davit Putra) dan juga di kalangan Indonesian Entrepreur Society  (IES).

Namun ia tak pernah mengenyam pendidikan yang kaitannya dengan internet. Sudjono adalah Insinyur Peternakan lulusan  Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang tahun 1991. Hobynya menulis dan fotografi sejak kuliah menjadikannya ia kemudian berkarir sebagai wartawan dan pebisnis media. Lulus kuliah ia menjadi wartawan Majalah Ayam & Telur, sebuah media milik Perhimpunan Peternak Unggas Indonesia (PPUI) yang kini sudah tidak terbit lagi. Selanjutnya ia mendidikan majalah Kereta Api dan KaTV (Televisi kabel di Kereta  Api) bersama kawan-kawannya.

Sekitar tahun 2010 ia mulai mendalami dunia internet marketing dan bisnis online, antara lain belajar pada Ane Ahira, Davit Putra dan sejumlah guru-guru bisnis online lainnya.
Dari ilmu itulah ia mulai mencoba menjual jasa umroh secara online, menjual produk herbal, majalah Kereta Api dan berbagai produk lainnya.

Website utama yang kini menjadi sumber penghasilannya antara lain www.PerjalananUmroh.com,  www.PesantrenBisnisOnline.comwww.PesonaWisataIndonesia.comIa berhasil memecahkan rekor mendapatkan jamaah umroh lebih dari 300 orang setahun atau rata-rata 1 orang per hari berkat web perjalananumroh.com dan facebooknya yang berada di halaman 1 google.

Ilmu bisnis online telah mengubah jalan hidup Sudjono. Kini ia juga sebagai trainer dan konsultan bisnis online, selain juga sebagai trainer wirausaha di IES. Ayah dengan 3 putra/putri itu sekarang dikenal sebagai guru "Jurus Dewan Mabok " (JDM) dalam berbisnis online. Sejumlah kiat untuk membidik kata kunci/keyword yang pencarinya banyak dan pesaingnya sedikit, kiat tampil di halaman satu google, serta bagaimana mengembangkan melalui facebook marketing, menjadi ilmu andalan dalam membimbing pebisnis online pemula.

Di group wa RWP Sudjono termasuk guru yang tak pelit ilmu. Ia membagikan berbagai ilmu barunya kepada para member.

RINGKASAN BIODATA

Nama : Sudjono Arif Fauzan, 
Alamat Rumah : Jl. Raya Bogor Km.37, Sidomukti RT.002/10 Sukamaju, Kec. Cilodong, Kota Depok,  Jawa Barat
Alamat Kantor : Risalah Madina Travel, Komplek Ruko Graha depok Mas B3, Jl. Arief Rahman Hakim No.3, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat
Telepon :  081388097656 WA
Email : sudjonoaf@majalahka.com
Status : Menikah. Seorang Isteri dengan 3 anak.
Agama : Islam
Pendidikan : S1 Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya Malang, 1991
Hobi : menulis, fotografi dan blogging
Pekerjaan : Direktur PT Ilalang Sakti Komunikasi , Internet Marketing, Jasa Layanan Umroh Haji
Website Utama: www.PerjalananUmroh.com | www.PesantrenBisnisOnline.com | www.PesonaWisataIndonesia.com
Pengalaman:  Wartawan 1991 - 2010 | Internet Marketing & Blogging 2012 - Sekarang | Mengelola Jasa Layanan Umroh & Haji 2012 - Sekarang | Direktur PT Ilalang Sakti Komunikasi 2005 - Sekarang (24 Februari 2017)***

Waryono, Sang office boy  entrepreneur



Waryono
Kisah ini adalah nyata, bukan rekaan sama sekali. Kisah ini akan bertutur tentang seorang Waryono yang memulai bisnis tanpa harus melakukan sesuatu yang bagi orang umum disebut “gila”. Ia benar-benar menerapkan prinsip Tujuh Jurus Tidak Gila Menjadi Pengusaha. Sekalipun tidak gila, hasilnya bolehlah kita sebut hebat alias Gile bener!
Dalam beberapa forum yang dihadirinya, Waryono biasa memperkenalkan diri sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan yang bertugas di bagian pembelian. “Bahasa kerennya adalah bagian “purchashing”, kata Waryono sembari tersenyum.
”Tugas saya sebagai bagian purchasing (pembelian) adalah membeli kopi, gula, teh, makan siang untuk bos saya. Tugas tambahannya adalah mengepel lantai. Ya, saya seorang office boy,” ungkap Waryono yang disambut gelak tawa hadirin.
Perkenalan dilanjutkan. Ia berkisah, selagi bekerja dengan pendapatan seadanya, ia berusaha menabung. Hasil tabungan yang hanya Rp. 500 ribu rupiah, dikelola oleh istrinya untuk memulai berjualan sembako di teras rumah kontrakannya yang dibayar bulanan. Seiring berjalannya waktu, usaha sembakonya semakin berkembang. Sampai kemudian, biaya hidup sehari-hari bisa ditanggung oleh hasil usaha sembakonya. Bahkan pemilik rumah kontrakannya juga sering berhutang sembako kepadanya. Sehingga di akhir bulan, kerap kali ia tidak perlu bayar kontrakan karena sudah dicicil dengan piutang belanja sembako ke warungnya.
Tiap waktu, keuntungan usahanya semakin besar. Walhasil, warung sembako yang semula hanya menjual gula, beras, dan kebutuhan sehari-hari, semakin hari semakin lengkap dagangannya. Tidak hanya sembako, warungnya juga menjual sayuran, daging sapi, dan daging ayam.
Pada saat yang sama, ia terus berupaya hidup hemat. Gaji yang ia peroleh sebagai office boy ditabungnya, hingga akhirnya terkumpul tabungan 13 juta. “Buat apa ya?” pikirnya. Ia tidak mencari alternatif konsumtif seperti membeli sepeda motor baru, memperbaiki rumah, atau yang lainnya. Alih-alih, ia ingin mengembangkan bisnis baru. Ia mengaku, setelah bergabung menjadi anggota IES (Indonesian Entrepreneur Society), otaknya selalu berpikir bagaimana uang yang ada bisa dikembangkan menjadi uang lagi.
Ketika pulang ke kampung istrinya di Lampung, ia melihat peluang menyewakan traktor sawah. Setelah tanya sana sini, akhirnya ia mengambil keputusan membeli traktor sawah seharga 13 juta untuk disewakan ke petani. Pengelolaannya diserahkan ke saudaranya di Lampung. Bayarannya  dengan bagi hasil 1 bagian untuk pengelola dan 2 bagian untuk Waryono sebagai pemodal.
Usahanya berjalan dengan mulus. Dalam waktu 2 tahun, ia sudah bisa balik modal. Pada kondisi inipun, ia terus berupaya berbisnis lagi. Kawannya dari kampung menawarkan usaha tanaman hias. Dalam 2 bulan, ia sudah memiliki 1 usaha tanaman hias di lebak Bulus tepatnya di samping Carrefour. Setahun kemudian, ia sudah membuka satu outlet usaha tanaman hias di Tambun Bekasi. Hasil usahanya terus diputar, hingga kemudian ia juga punya usaha pecel lele. Pada saat tulisan ini disusun, ia baru saja membuka usaha pecel lele yang kedua.  Dari perputaran bisnis tersebut, ia juga mampu menyisihkan hasil bisnisnya untuk membeli sawah di kampung halamannya di Purbalingga, Jawa Tengah. Sawah itu dibeli dengan cara mencicil, dan sekarang sudah lunas.
Bisa dibayangkan, betapa sibuknya Waryono mengurusi bisnisnya. “Oh tidak, yang sibuk adalah karyawan saya, bukan saya. Saya datang hanya 2 minggu sekali, kadang sebulan sekali,” kata Waryono.
Lantas muncul pertanyaan, bagaimana cara dia memilih karyawan yang bisa dipercaya? Demikian yang sering diutarakan banyak orang. Waryono menjawab, “Saya memberdayakan keluarga atau orang sekampung saya”. Di usaha sewa traktor, ia serahkan ke saudaranya di Lampung. Usaha tanaman hias, bukan saudara tapi orang sekampung yang ingin kerja di Jakarta. Usaha pecel lele, adalah adik iparnya yang berasal dari Jawa Timur yang pintar memasak pecel lele.
Apakah punya waktu untuk jalan-jalan bersama keluarga? Ada, hampir setiap Sabtu atau minggu ia jalan-jalan ke carrefour bersama anak dan istri. Ia belanja barang-barang yang lagi diskon, sampai trolly-nya penuh. ”Kalau belanja ke carrefour belanjaan saya bisa melebihi belanjaan ibu-ibu pejabat, tapi saya belanja bukan untuk kebutuhan sendiri tapi untuk dijual lagi di warung sembako saya”, ujar Waryono sembari tertawa.
Pendek kata, ia melakukan rekreasi yang produktif. Ini yang membuat banyak orang berdecak kagum. Lebih hebat lagi, Waryono bisa pulang kampung tanpa biaya, malah sebaliknya kalau pulang kampung dapat duit.
”Biasanya saya pulang ke Lampung kalau ada kabar sudah ada setoran sewa traktor. Jadi saya ke Lampung, menengok keluarga sambil ambil setoran dan membagi sebagian rejeki ke keluarga. Pulang ke Jakarta masih ada sisa untuk bisnis berikutnya. Gampang kan?” kata Waryono. Jika pulang ke Jawa Tengah, Waryono biasanya menunggu kabar bahwa sawah sudah panen. Dengan begitu, pulang ke kampung halaman juga sambil mengambil setoran hasil panen.
Ini hal yang biasa, semua orang bisa mulai mencobanya. Kumpulkan uang, gunakan untuk investasi, hasilnya untuk investasi lagi. Itulah yang dilakukannya. Ia tidak mengambil keputusan gila dengan pensiun dini, keluar dari perusahaan tempatnya bekerja, lantas jadi pengusaha. Baginya, yang penting adalah menempa mental tak kenal henti untuk menjadi wirausaha. “Sekarang umur saya 31 tahun, cita-cita saya umur 40 tahun saya sudah menjadi pengusaha beneran” katanya puas.
Hari yang bersejarah bagi Waryono adalah Minggu 18 Januari 2009. kru Liputan 6 SCTV meliput kegiatan waryono dari kegiatan sebagai office boy hingga sebagai pemilik usaha tanaman hias dan pecel lele. Tim liputan 6 SCTV tertarik karena mendengar talkshow penulis bersama Waryono di Radio Pelita Kasih (RPK) 96.3 fm Jakarta Jumat 16 januari 2009. Senin tanggal 19 Januari pagi hari Waryono tampil liputan 6 SCTV.
Hal yang biasa, yakni menyisihkan uang untuk menjadi produktif secara konsisten, telah menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Bukankah masuk SCTV termasuk luar biasa?

Wan M Hasim, Sukses Dimulai dengan Bisnis Sambilan


Di kalangan IES, Wan M Hasim dikenal sebagai contoh entrepreneur sukses yang memulainya dengan cara bisnis sambilan. Di waktu masih bekerja, Wan mencoba mendirikan usaha toko Alat Tulis Kantor (ATK) tak jauh dari rumah kontrakannya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Suatu hari ada beberapa pembeli yang menanyakan mainan anak-anak untuk hadiah ulang tahun. Dari sini ia berpikir, kenapa tidak dikembangkan menjadi toko mainan anak-anak? “Margin mainan anak-anak lebih besar dibanding ATK,” pikir Wan.

Sejak itu mulailah ia mendirikan toko khusus mainan anak-anak, namanya Toysmart. Usaha ini berkembang sukses. Ia tetap menjadi seorang karyawan di sebuah perusahaan. Ia memutuskan untuk berhenti menjadi karyawan dan fokus mengembangkan bisnisnya ketika Toysmart sudah berkembang di empat lokasi. Selanjutnya di tengah pasang surut perkembangan Toysmart, ia mendirikan usaha baru namanya Idolmart yang berisi bermacam kebutuhan remaja. Saat tulisan ini disusun, Wan memiliki 52 outlet Toysmart dan Idolmart, yang ia kembangkan selama lima tahun. Ia bercita-cita mengembangkan outletnya menjadi 1.000 outlet di seluruh Indonesia pada tahun 2015.

Kesuksesan Wan M Hasim sangat menginspirasi banyak orang yang ingin memulai belajar berwirausaha. Saya kemudian menggagas seminar bertema “Bisnis Sambilan; Cara Aman Memulai Wirausaha” dimana pembicaranya saya sendiri bersama Wan M Hasim dan sering menghadirkan anggota IES yang sukses dengan memulai bisnis sambilan.  Seminar Bisnis Sambilan telah berlangsung  48 angkatan di Jakarta dengan ribuan alumni. Sementara itu talkshow bisnis sambilan di bermacam radio baik di Jabodetabek maupun di luar kota telah berlangsung ratusan kali.


Ajeng Raviando, Psikolog Serba Bisa


Psikolog lulusan UI ini bisa dibilang sebagai psikolog serba bisa. Selain berprofesi sebagai psikolog, ia juga seorang creative entrepreneur melalui bisnis boneka.

Ajeng adalah pemilik toko boneka Alang-alang Gift Shop. Kegemarannya sejak kecil mengkoleksi boneka kemudian menginspirasi wanita kelahiran 15 Mei tahun 1973 ini untuk berjualan dan memproduksi sendiri boneka kreasinya.

Sebelum Alang-alang berdiri di tahun 1997, ia tak pernah menyangka akan bergelut di bisnis boneka. Suatu hari, saat penat dengan aktifitas dan tugas kampus, ia bertemu sepasang suami istri asal Korea yang mendirikan stand boneka di sebuah pameran.

"Mungkin Byong Mun Gil dan Sonu Gil melihat saya tertarik, mereka menawarkan untuk iseng-iseng berjualan. Dia juga memberikan alamat pabrik miliknya di daerah Ciawi," kenang Ajeng. Tanpa pikir panjang, ia pun langsung memborong satu karung boneka yang harganya sangat murah. Dengan uang tak lebih dari 100 ribu, ia mendapatkan 100 boneka. Dari situlah awal bisnis boneka Ajeng.

Di luar bisnis boneka, Ajeng adalah psikolog muda yang sedang naik daun. Ia menulis masalah psikologi di berbagai media, menjadi narasumber talkshow psikologi di berbagai radio dan TV.  Artikelnya tersebar di majalah Parents Guide, Mom & Kiddie, Genie, Mother & Baby, Parenting, EVE, Parenting, Sekar, Her World, Wanita Indonesia dan sebagainya. Ia juga tampil sebagai narasumber di  berbagai acara TV antara lain Dorce Show, Cas Cis Cus, Apa Kabar Indonesia dan sebagainya.

Belum lama ini Ajeng selaku mitra pembicara-seminar.com diundang sebagai narasumber dalam acara launching dan test drive sebuah perusahaan otomotif terkemuka. Dalam kegiatan ini ia berbicara mengenai kaitan otomotif dan lifestyle. 

Dr. Purindro, Dokter dan Motivator Perubahan


dr. Purindro
Jika anda mencari pembicara yang punya latar belakang medis, dokter Purindro adalah orang yang sangat tepat. Dia seorang dokter, dan tergerak hatinya untuk menjadi motivator perubahan.

Di beberapa Inhouse Training Indonesian Entrepreneur Society (IES) ia beberapa kali mengisi tentang kesehatan di masa pensiun, dimana ia menguraikan bukan sekedar dari sisi ilmu medis melainkan sisi motivasi perubahan. Di sinilah bedanya Purindro dengan dokter lainnya.

Berkat ilmu medis plus ilmu dan pengalaman di berbagai bidang manajemen dan kewirausahaan, Purindro sebagai seorang motivator perubahan Indonesia telah mendesign sebuah pelatihan dengan menggunakan manusia sebagai Center Quantum of Change (Subjek dan Objek Perubahan).

 Dengan konsep Beyond The Eyes-nya, ia mengajak peserta pelatihan menjelajah setiap relung tubuhnya masing-masing untuk mendapatkan:
1. Motivasi (semangat yang tanpa batas);
2. Strategi (yang pasti terbukti kehebatannya);
3. Value (nilai dasar, yang sangat fantastis dan aplikatif);
4. Meaning (hikmah) yang semua orang bisa mendapatkannya.

Keahlian yang ia tekuni dibidang kedokteran dan manajemen lebih dari 15 tahun, telah menyadarkannya bahwa manusia adalah sebuah miniatur organisasi yang sangat sempurna. Untuk tumbuh dan berkembang ia selalu melakukan perubahan menggapai kesuksesannya yang tanpa batas. Pengalamannya bekerja dibelasan perusahaan berskala internasional maupun nasional, serta bermacam-macam kasus yang berhubungan dengan pengembangan perusahaan maupun karyawan, telah membuatnya menjadi lebih matang dan merupakan modal besar dalam program pengembangan Sumber Daya Manusia.  


Adriano Rusfi, Pakar Psikologi Pensiun
 
Belajar bisnis dan kewirausahaan memerlukan ahli di bidang psikologi. Maka dari itu dalam berbagai Inhouse Training Wirausaha Persiapan Pensiun, kami biasa menghadirkan ahli psikologi pensiun. Dialah Drs. Adriano Rusfi, PSi. sebagai konsultan SDM dan pendidikan, Adriano paham bagaimana suasana mental dan batin seorang yang mau memasuki usia pensiun. Oleh karenanya, dalam membawakan materi persiapan pensiun, Adriano lebih banyak menyampaikan bagaimana nilai-nilai positif di masa pensiun yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Lulusan Fakultas Psikologi UI ini telah berpengalaman karir di berbagai bidang, antara lain:


1989 – 1992         Pimpinan Umum Majalah Wanita UMMI
1994 – 1995         Ka Div Program P3UK
1995 – 1998         Direktur Program Sinergi Indonesia
1998 – 2002         Direktur Program INVENTRA
2002 – 2004         Direktur Utama PT. Sajadah Edutama Indonesia
2005 – 2007         Learning Manager PT. NSI Edukomunikasi
1995 – skr            Konsultan SDM & Pendidikan independen


Karyanya di bidang SDM dan pendidikan antara lain:

  • Modul Kompetensi PT. Krama Yudha Ratu Motor
  •  Politician Sincerity Test (POST)
  •  Employee Qualification Rating (EQR) System
  •  Modul Spiritual Treatment untuk Pembinaan Usaha Mikro & Kecil
  •  Spiritual-emotional Creativity Training (SpECTra)
  •  The Seven Tower Achievement Training
  •  Together With Disaster (Twister) Training
  •  Fantastic Reinventing (Fanta Rei) Training
  •  Life-skill Education System
  •  Modul Physical Life-skill Education
  •  Kurikulum Professional Student (Prudent) School
  •  Kurikulum Oasis School
  • Office Laboratory-Library System (Labrary)
  •  Sistem Kaderisasi Masjid Salman ITB
  •  Sistem Orientasi Mahasiswa Baru ITB
  •  Sistem Evaluasi Implementasi Diklat Pemda DKI

Niam Muiz,  Inspirator Handal

Niam Muiz adalah konsultan yang telah menangani berbagai issue perusahaan nasional maupun Multinasional dalam hampir 20 tahun ini, memberikan pencerahan bagi lebih dari 5000 eksekutif setahun.
Anda akan mendapat manfaat dari pengalaman praktis beliau pada thema ini telah dijalaninya pada organisasi blue chip seperti AIG Lippo, DBS Bank, Samudera Indonesia, dan Telkom.
Ia menghanyutkan Anda dalam canda berbobot-nya yang membuat sessi menjadi fun, exciting, namun bermuara pada mutiara pencerahan yang tidak jarang memberi peluang peserta untuk melakukan turning point dalam hidup dan organisasinya.

Topik-topik training yang biasa disampaikan oleh Niam Muiz antara lain motivational leadership, leaderhip in managing people, transformational leadership, creative decision making, managing change dan sebagainya.


Hermawan GS, Eksekutif dan Entrepreneur
Kalau Waryono seorang office Boy, Hermawan Gatot Suhendro (Hermawan GS) adalah eksekutif di sebuah perusahaan konstruksi. Pada pertemuannya dengan penulis tahun 2004, ia sedang merintis usaha toko aksesoris dan bengkel sepeda motor dengan nama Gilang Motor.
Kini Gilang Motor sudah menjadi 9 outlet. Ia memilih melakukan pengembangan pasar, yaitu membuka outlet satu per satu di beberapa wilayah hingga memiliki 9 outlet, baru kemudian ia melakukan diversifikasi usaha dengan mendirikan rumah makan bernama Kokki Aina di daerah Tambun, salah satu wilayah Bekasi yang paling padat penduduknya. Selain bengkel dan rumah makan, Hermawan juga sudah memiliki 1 unit ruko di daerah Bekasi.
Sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Waryono, Hermawan GS juga tidak melakukan hal gila. Ia hanya menyisihkan gaji dan bonus dari perusahaan dan menggunakannya untuk beragam usaha. Ia pernah berjualan sandal, mainan anak, dan barang dagangan lainnya, sampai akhirnya mendirikan usaha Gilang Motor yang berkembang luar biasa. Ia menggunakan gajinya menjadi bisnis, sehingga pertumbuhan pendapatannya jauh meninggalkan rekan-rekannya yang hanya mengandalkan gaji. Istrinya ikut membantu mengontrol keuangan usaha.
Hal yang tak kalah penting dari apa yang sudah dilakukan Waryono maupun Hermawan adalah dua orang ini mampu menciptakan lapangan kerja untuk orang lain. Sebuah peran yang tidak kecil bagi masyarakat Indonesia yang tingkat penganggurannya masih tinggi.

Adi Kriswanto, Intrapreneur dan Entrepreneur


         
Adi Kriswato
    Lain lagi Adi Kriswanto. Dia seperti juga pada umumnya lulusan perguruan tinggi. Memulai karir sebagai karyawan. Pindah ke perusahaan lain. Pindah lagi untuk meraih posisi yang lebih baik. Kemudian ia diajak seorang investor untuk mendirikan sebuah perusahaan distribusi. Di sini ia bertindak sebagai seorang intrapreneur, menjadi karyawan yang merintis usaha dengan modal orang lain. Pada saat ketemu penulis tahun 2006, ia sedang merintis menjadi distributor produk snack dari Thailand. Beberapa bulan kemudian ia mengabarkan produk thailand sulit bersaing karena harganya tanggung, tidak bisa murah, tapi dijual agak mahal juga kurang berkelas. Di bisnis snack, kata Adi, harga paling diterima adalah Rp500 arau Rp 1.000. kalau harganya Rp 700 atau Rp 1.200, sulit laku.

            Beberapa bulan kemudian perusahaan yang ia rintis bersama pemodal mulai menampakkan hasil. Ia dipercaya produsen snack dari Bandung. Sukses! Tahap berikutnya ia sudah dipercaya mengembangkan jaringan distribusi snack ternama di jakarta, pasar yang sangat menggiurkan.
            Adi adalah sosok intrapreneur, yakni eksekutif yang mengembangkan bisnis bersama pemilik modal. Sebelum merintis perusahaan distribusi, Adi juga sudah kenyang pengalaman sebagai salesman berbagai macam produk makanan.
            Bagi orang sekelas Adi yang sibuk mengurus perusahaan distribusi, meluangkan sedikit waktu untuk mendirikan usaha sendiri bukanlah hal sulit. Apalagi pemilik modal memberikan kebebasan bagi Adi untuk membuka usaha sendiri asal tidak bersaing dengan tempatnya bekerja. Itu sebabnya di sela-sela kesibukannya, ia sanggup mengembangkan bisnis tour dan travel yang lokasinya bukan di Jakarta melainkan Palembang. Sedangkan di rumah, bersama istrinya ia mendirikan usaha ekspedisi. Dan bakatnya mengajar ia salurkan dengan mendirikan lembaga training pemasaran. Sama seperti halnya Waryono dan Hermawan, Adi juga sangat ringan tangan jika diundang Indonesian Entrepreneur Society (IES) untuk berbagi pengalaman di depan anggota IES yang baru.

Muntofiah, Sukses Bisnis Setelah PHK

Muntofiah adalah seorang dokter hewan yang semula berkarir di perusahaan obat hewan. Sempat berkarir di sebuah perusahaan multinasional, yang kemudian ditutup karena faktor ekonomi. Otomatis ia terkena PHK. Saat itu ia merasa jenuh berkarir sehingga ia mencoba-coba mengikuti kegiatan Indonesian Entrepreneur Society (IES). Dari semula iseng, selanjutnya justru semangat mendirikan usaha berkobar-kobar. Dengan bekal keahliannya ia mencoba memproduksi produk unik, yakni pasir kucing, produk yang khusus untuk kucing kesayangan orang kaya. Dengan pasir khusus untuk kucing, maka kucing bisa lebih sehat dan hidup dengan riang seperti di alam aslinya.

Produk langka ini tak serta merta diterima pasar, perlu ketekunan lebih besar untuk melakukan penetrasi pasar. Sembari memperkenalkan produk ini, ia mulai menjadi agen bermacam peralatan kesehatan hewan. Sampai di sini, ia masih bekerja di sebuah perusahaan obat hewan yang bertugas mengawasi dan mengurus registrasi produk ke pihak pemerintah.

Prinsip “uang produktif” yang ia peroleh dari komunitas Indonesian Entrepreneur Society (IES) coba terus diterapkan. Tahun 2007 ia mulai tertarik bisnis yang keluar dari jalur ilmunya, yakni salon muslimah (bukan salon hewan lho, ini salon manusia). Inilah tampaknya tonggak awal kesuksesannya sebagai entrepreneur. Keyakinan untuk terus tumbuh dalam dunia entrepreneur menyebabkan ia memutuskan keluar dari zona orang gajian dan masuk ke dunia tanpa gaji.

Muntofiah tak bersikap gila dengan tiba-tiba keluar dengan modal nekad. Ia memilih mengasah mental entrepreneur terlebih dahulu, baru setelah terjadi pertumbuhan multi income, ia putuskan untuk masuk sepenuhnya di dunia tanpa gaji. 



4 comments: