POSTING TERPOPULER

Iklan

PROFIL PEMBICARA SEMINAR

Perkenalkan saya, Dwijo Weliyanto, Manager Pembicara-Seminar.com, akan membantu Anda mendapatkan pembicara seminar dan trainer yang tepat untuk kegiatan seminar dan training yang Anda selenggarakan.  Saya memiliki banyak akses ke para pembicara seminar mulai dari pengusaha hebat, pakar di berbagai bidang ilmu, ketua organisasi, tokoh masyarakat dan sebagainya yang cocok untuk menjadi pembicara seminar ekonomi & bisnis, wirausaha, manajemen, agribisnis, internet marketing, kesehatan, motivasi  dan topik lainnya.

Beberapa pembicara seminar yang sering diundang oleh para penyelenggara kegiatan antara lain Bambang Suharno,  Wan M Hasim (mentor senior IES, owner 60 outlet Idolmart dan Toysmart), , Ubaydilah Anwar (trainer softskill), Hermawan GS (pengusaha kuliner, bengkel, hipnoterapis), Waryono (officeboy entrepreneur, pemilik usaha tanaman hias, pecel lele, WC umum, rumah makan padang), Anang Sam (Anang Sam English), Riza Ananto (Ahli Sistem dan Software Tatakelola Usaha), Sudjono Af, Davit Putra , Prof Bustanul Arifin, Ajeng Raviando, dr. Purindro, Adriano Rusfi, Adi Kriswanto dan lain-lain.

Berikut ini beberapa profil pembicara seminar.

Jika membutuhkan pembicara atau trainer silakan hubungi saya melalui email : pembicaraseminarzone@gmail.com ,hp/wa :0813.1069.6307 

Bambang Suharno, Entrepreneurship dan Intrapreneurship


Bambang Suharno sering dijuluki sebagai spesialis perintis.  Ia merintis berdirinya Indonesian Entrepeneur Society (IES) tahun 2002 dan menjadi Direktur. IES adalah  sebuah komunitas wirausaha yang dijadikan sebagai wadah perubahan dan pembinaan masyarakat untuk berwirausaha dimana anggotanya antara para pebisnis pemula, calon entrepreneur dan pelaku bisnis yang ingin maju dengan beragam latar belakang dan usia.


Ia juga sebagai salah satu pendiri PT Gallus Indonesia Utama (penerbit majalah Infovet, majalah Cat & Dog, majalah Info Akuakultur,  buku dan multimedia peternakan) dan dipercaya sebagai Direktur utama Buku nya yang berjudul  “Langkah Jitu memulai Bisnis Dari Nol” yang terbit akhir 2006 laris manis kini tercetak lebih dari 65 ribu eksemplar, masuk kategori best seller versi Kompas-Gramedia selama 8 bulan berturut-turut selama tahun 2007.

Selain mengelola bisnis, ia bersama rekan-rekannya di IES giat mengadakan seminar dan talkshow di radio antara lain di RRI pro2 105 fm Jakarta, radio RPK 96.3 fm Jakarta, Radio Elgangga 100.3 FM Bekasi, Radio Dakta 107 FM, Radio Delta 99.1FM, Radio Bahana 101.8 FM dan lain-lain. Adapun seminar yang dilaksanakan di antaranya “Bisnis Sambilan, Langkah Awal Menjadi Entrepeneur Sukses” yang telah mencapai lebih dari 50  angkatan, Seminar Tata Kelola Usaha, Seminar Bisnis Online, Seminar ”7 Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha” dan lain-lain. 


Ia telah menjadi pembicara seminar dan trainer di Jakarta dan di berbagai kota di Indonesia. Sebagai trainer wirausaha persiapan pensiun di Holcim Indonesia, Indocement Tunggal Perkasa, Mulia Keramik, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kesra, Kementerian Koperasi-UKM dan sebagainya. Juga menjadi pembicara seminar wirausaha di berbagai kampus antara lain UI, Univ Atmajaya, Univ Tri Sakti, STIE Tunas Nusantara, UII Yogyakarta, Universitas Halu Oleo Kendari, Universitas Jenderal Soedirman, Univ Lambung Mangkurat Banjarmasin, Univ Satya Wacana Salatiga dan sebagainya.

Atas kepedulian dan dedikasi Bambang Suharno dalam mengembangkan dunia kewirausahaan di Indonesia tercinta, pada tahun 2009  ia mendapat penghargaan Indonesian Small Medium Business Entrepreneur Award (ISMBEA 2009) yang diberikan oleh mantan Menakertrans Erman Suparno.

Kegiatan nya tidak hanya seminar dan bisnis, ia juga terus berkarya di dunia tulis-menulis. Lebih dari 25 judul buku telah saya tulis baik buku bisnis maupun non bisnis, baik yang diterbitkan sendiri maupun diterbitkan oleh penerbit lain. 

Seiring dengan perkembangan kebutuhan, tahun 2018  dikembangkan materi training Kunci Sukses Intrapreneurship, yakni mental kewirausahaan untuk karyawan ,yang sangat dibutuhkan untuk kemajuan perusahaan/lembaga maupun karyawan itu sendiri.  

Biodata Bambang Suharno klik Disini

Ubaydillah Anwar, Trainer Softskill

Spesialisasi professionalnya adalah pembicara (speaker), trainer, dan penulis (writer) bidang pengembangan soft skill dan spiritualitas. Latar belakang pendidikan dan pengalamannya yang variatif membuat gagasan dan konsepnya mengenai people development menjadi lebih alamiah, ilmiah, dan ilahiah.

Telah dipercaya oleh dunia industri, dunia pendidikan, media, dan berbagai forum kajian sebagai pembicara untuk berbagai macam tujuan, antara lain: pembekalan karyawan baru, pemantapan kompetensi mental, pembekalan pensiun, spiritual motivation, dan lain-lain. Hotel Atlet, PT. Krakatau Steel, PT. Schneider Electrict, PT. Nestle, Kemenag RI, PLN Disjaya, Pondok Modern Gontor, Untirta, SMART FM, Bahana FM, RRI Pro2 FM, adalah sebagian yang pernah menggunakan jasanya.


Hingga tulisan ini disusun tahun 2016, Ubaydillah masih menjadi trainer di ILO (International Labor Organization), Indonesian Entrepreneur Society (IES), Foster dan Bridge Indonesia (FBI), Kalasuba Learning Institute (KLI), dan Track-One Management Consulting,  khusus membidangi pengembangan dan pemantapan soft skill dan spiritualitas.

Sudah menulis lebih dari 600 artikel ilmiah populer tentang soft skill dan spiritualitas yang telah diterbitkan oleh media professional, baik cetak maupun online, antara lain: Majalah SWA, Majalah People, Majalah Gontor, Majalah Eksekutif, Majalah Halal MUI, www.sahabatnestle.co.idwww.e-psikologi.com, dan masih banyak lagi.

Telah menulis lebih dari 40 buku ilmiah populer tentang soft skill dan spiritualitas yang diterbitkan oleh sejumlah penerbit ternama, antara lain: Gramedia, Elek media, Mizan, Sinergi Akasara, Bee Media, Dzkirul Hakim, Serambi, Vision, dan lain-lain.

Untuk melihat CV Ubaydillah Anwar bisa download dengan klik di sini

Davit Putra, Ahli Bisnis Online 


Jika Anda pernah mendengar nama sebuah lembaga kursus bisnis online RWP, itulah milik Davit Putra. Sesuai namanya RWP atau Rahasia Website Pemula , mengajarkan ilmu berbisnis online untuk para pemula, yang kini berkembang dengan berbagai variasinya.
Davit Putra S.Si saat ini bertempat tinggal di kota Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Ia adalah salah satu dari sekian banyak orang Indonesia yang berhasil dalam bidang bisnis online. Dahulu, perjalanan ekonominya sempat jatuh bangun. Davit mulai mengenal internet semenjak tahun 2007. Waktu itu dia masih sangat GAPTEK (Gagap Teknologi), hingga sampai unduh filepun harus bertanya pada penjaga warnet. Dengan kegigihan, dan kerja keras yang terarah secara sedikit demi sedikit sekarang penghasilan Davit Putra mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah perbulan dari Internet, bisnis yang digelutinya antara lain memasarkan produk sendiri melalui internet, produk orang lain (luar negeri), bisnis PTC, PPC, Toko Online, Design Website. Salah satu web toko Onlinennya yakni www.sepatubogor.com
“Saya sangat tertarik waktu itu dengan bisnis online alasannya yakni terdesak kebutuhan hidup. Ya, kebutuhan hidup yg mendesaklah yg mendorong saya mencari sumber penghasilan sampingan dari internet”.  Ucap Davit Putra dalam buku perkenalannya.
Sebuah lembaga yang diibaratkan sebagai rumah bagi para calon Pebisnis Online Indonesia dibawah pimpinan Davit Putra berjulukan RWP. Bimbingan Belajar ini didirikan beberapa tahun sehabis Davit resign sebagai karyawan demi menjadi fulltime Pebisnis Online. RWPBogor.com yakni satu satunya kawasan mencari ilmu bisnis online dengan metode online dan offline di Indonesia yang dikhususkan bagi pemula dan menengah.

Bersama Bambang Suharno, Davit telah puluhan kali mengadakan kerjasama kegiatan antara lain talkshow di Radio RPK Jakarta, seminar Bisnis Online di STIE Tunas Nusantara, training facebook marketing, training bisnis online pemula, Bimbel RWP di Depok dan sebagainya.


Biodata Davit Putra klik disini


Prof. Dr. Bustanul Arifin 

Ia dikenal sebagai salah seorang ekonom INDEF (Institute For Develoment of Economic and Finance) serta pengajar di Universitas Lampung. Masa kecil ia lewati di Bangkalan Madura kampung kelahirannya, hingga ia menamatkan jenjang Sekolah Menengah Atas.

Awalnya Bustanul tak pernah membayangkan akan keluar dari Madura bahkan kuliah di Fakultas Pertanian IPB. Karena ayahnya yang merupakan seorang Kiai mengharapkan ia menjadi Kiai juga, sehingga Bustanul pun dipersiapkan untuk sekolah di PGA dan melanjutkan kuliah di IAIN. Lulus dari SMP, Bustanul melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 2 Bangkalan, bukan PGA seperti yang direncanakan bapaknya. Ia merupakan remaja yang berprestasi sehingga mendapat kesempatan masuk IPB tanpa tes melalui program perintis 2. Undangan dari IPB tersebut ia terima setelah mendapat izin dari bapaknya yang akhirnya mengikhklaskannya tidak masuk sekolah agama.

Di IPB, pria kelahiran 1963 ini mengambil Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (Sosek). Saat kuliah ia bertemu dengan mahasiwa-mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dan beragam suku, ia menemukan dunia yang berbeda dengan yang ia bayangkan, hal itu membentuk perspektif baru, ia mulai menyukai ilmu ekonomi. Terlebih dosen ekonominya Drs. Zulkifli Azzaino, M.Sc (almarhum) mengajarkan ekonomi dengan pendekatan logika matematika, Bustanul semakin terkesan dan meyakini bahwa ekonomi bukanlah hafalan tetapi logika, juga ketika membaca buku dosen UGM Prof. Dr. Mubyarto ia semakin cinta kepada ilmu pertanian.

Kepedulian Bustanul terhadap masyarakat telah terlihat sejak awal karirnya, setelah menyandang gelar Sarjana tahun 1985, Bustanul diterima sebagai dosen di Universitas Lampung, tetapi belum mendapat SK dan gaji sehingga ia diijinkan menerima pekerjaan lain, yaitu membina masyarakat di lokasi transmigrasi di sebuah daerah terpencil di Aceh.

Bustanul sangat menikmati pekerjaannya meskipun dalam kondisi yang serba minim dimana ia hidup tanpa koran, televisi, listrik maupun radio dan jaraknya jauh dari kota. Ia merasa sangat bermanfaat karena ilmu pertanian yang dipelajari sewaktu kuliah sangat berguna untuk diajarkan kepada penduduk setempat. Tidak hanya mengajarkan ilmu pertanian saja, Bustanul juga kerap mengisi ceramah agama hingga mengajar SMP, ia dekat dengan berbagai lapisan masyarakat. Ia merasa sangat bersyukur, tinggal di daerah terpencil mendapatkan fasilitas rumah dan total penghasilan Rp. 400 ribu sehingga banyak yang bisa ia tabung.

Setelah satu tahun bekerja di aceh, SK sebagai dosen UNILA keluar dan iapun harus kembali ke lampung untuk mengajar, selanjutnya, ia lolos mendapatkan beasiswa di Universitas Wisconsin-Madison Amerika Serikat. Dalam proses seleksi menerima beasiswa, saingannya cukup berat dan bahasa inggrisnya juga tidak begitu cemerlang, bahkan ia mendapatkan reviewer seorang ahli antropolgi dari Universitas Indonesia yang dikenal killer, yaitu Prof. Dr. Parsudi Suparlan. Bustanulpun dicecar dengan berbagai pertanyaan tentang pengalamannya bekerja di pedalaman Aceh. Keberhasilan mendapatkan beasiswa didasari karena kejujuran Bustanul dalam menuliskan pengalaman-pengalaman yang didapatkannya di lapangan yang menjadi nilai tambah baginya untuk mendapatkan beasiswa.

Usai menamatkan S2, Bustanul melanjutkan pendidikan S3 di universitas yang sama di Amerika Serikat dan selesai pada tahun 1995, setelah itu ia pulang ke Indonesia dan kembali mengajar di Unila. Tahun 1997, ia diperkenalkan oleh ekonom Didik Rachbini dengan INDEF. Ia turut membantu disitu dan kemudian akhrinya juga menjadi staf Ahli DPR dari Fraksi Golkar. Di sinilah ia mulai mendapatkan banyak network serta belajar menghubungkan antara policy dan proses, menghubungkan dunia akademik dengan yang terjadi di lapangan, juga sedikit belajar politik.

Pria yang meraih gelar profesor di tahun 2005 ini kemudian banyak dikenal sebagai salah satu ekonom dari INDEF seta menjadi pembicara dalam berbagai seminar. Saat ini sudah lebih dari 39 buku, 80 artikel jurnal ilmiah, 100 makalah internasional, dan lebih dari 500 makalah nasional ia tulis. Kini, di usianya yang setengah abad ia tidak memiliki ambisi berlebih, semua dijalankan sesuai alurnya dan mencintai pekerjaannya. Sesekali ia masih berkhotbah di lingkungan tempat tinggalnya ataupun di tempat lain. Ia merasa berguna jika dapat bermanfaat bagi orang lain.




Sudjono Arif Fauzan, Pembicara Seminar Bisnis Online
Nama lengkapnya Sudjono Arif Fauzan, dikenal dengan nama Sudjono AF, atau Pak Haji Jono. Lahir di Madiun, Jawa Timur, 10 September 1967. Melihat pendidikannya, sepertinya tak ada hubungannya dengan keahlian yang sekarang dikembangkan.

Ia adalah guru para pebisnis online khususnya di kalangan anggota RWP (Rahasiawebsitepemua.com, yang didirikan Davit Putra) dan juga di kalangan Indonesian Entrepreur Society  (IES).

Namun ia tak pernah mengenyam pendidikan yang kaitannya dengan internet. Sudjono adalah Insinyur Peternakan lulusan  Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang tahun 1991. Hobynya menulis dan fotografi sejak kuliah menjadikannya ia kemudian berkarir sebagai wartawan dan pebisnis media. Lulus kuliah ia menjadi wartawan Majalah Ayam & Telur, sebuah media milik Perhimpunan Peternak Unggas Indonesia (PPUI) yang kini sudah tidak terbit lagi. Selanjutnya ia mendidikan majalah Kereta Api dan KaTV (Televisi kabel di Kereta  Api) bersama kawan-kawannya.

Sekitar tahun 2010 ia mulai mendalami dunia internet marketing dan bisnis online, antara lain belajar pada Ane Ahira, Davit Putra dan sejumlah guru-guru bisnis online lainnya.
Dari ilmu itulah ia mulai mencoba menjual jasa umroh secara online, menjual produk herbal, majalah Kereta Api dan berbagai produk lainnya.

Website utama yang kini menjadi sumber penghasilannya antara lain www.PerjalananUmroh.com,  www.PesantrenBisnisOnline.comwww.PesonaWisataIndonesia.comIa berhasil memecahkan rekor mendapatkan jamaah umroh lebih dari 300 orang setahun atau rata-rata 1 orang per hari berkat web perjalananumroh.com dan facebooknya yang berada di halaman 1 google.

Ilmu bisnis online telah mengubah jalan hidup Sudjono. Kini ia juga sebagai trainer dan konsultan bisnis online, selain juga sebagai trainer wirausaha di IES. Ayah dengan 3 putra/putri itu sekarang dikenal sebagai guru "Jurus Dewan Mabok " (JDM) dalam berbisnis online. Sejumlah kiat untuk membidik kata kunci/keyword yang pencarinya banyak dan pesaingnya sedikit, kiat tampil di halaman satu google, serta bagaimana mengembangkan melalui facebook marketing, menjadi ilmu andalan dalam membimbing pebisnis online pemula.

Di group wa RWP Sudjono termasuk guru yang tak pelit ilmu. Ia membagikan berbagai ilmu barunya kepada para member.

RINGKASAN BIODATA

Nama : Sudjono Arif Fauzan, 

Alamat Rumah : Jl. Raya Bogor Km.37, Sidomukti RT.002/10 Sukamaju, Kec. Cilodong, Kota Depok,  Jawa Barat
Alamat Kantor : Risalah Madina Travel, Komplek Ruko Graha depok Mas B3, Jl. Arief Rahman Hakim No.3, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat
Telepon :  081388097656 WA
Email : sudjonoaf@majalahka.com
Status : Menikah. Seorang Isteri dengan 3 anak.
Agama : Islam
Pendidikan : S1 Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya Malang, 1991
Hobi : menulis, fotografi dan blogging
Pekerjaan : Direktur PT Ilalang Sakti Komunikasi , Internet Marketing, Jasa Layanan Umroh Haji
Website Utama: www.PerjalananUmroh.com | www.PesantrenBisnisOnline.com | www.PesonaWisataIndonesia.com
Pengalaman:  Wartawan 1991 - 2010 | Internet Marketing & Blogging 2012 - Sekarang | Mengelola Jasa Layanan Umroh & Haji 2012 - Sekarang | Direktur PT Ilalang Sakti Komunikasi 2005 - Sekarang (24 Februari 2017)


Hari Soul Putra 

Nama aslinya Makmun Jauhari Putra. Kini lebih dikenal dengan nama  HARI ‘Soul’ PUTRA . Ia dijuluki SOUL Entrepreneur dengan pendekatan Menjadi Sejahtera 3 Dimensi, merupakan Lulusan Sarjana Teknik Industri pada Universitas Islam Indonesia di Yogyakarta.

Disamping pernah menjadi profesional di salah satu perusahaan Go Public International yaitu Standard Chartered Bank Divisi Asset dan Marketing Communication Manager di PT Ridha Lingkar Cahaya  juga menjadi Volunteer dan Mentor di Taman Bacaan Masyarakat Learning Lounge Plaza Semanggi (license Dewi Hughes International Foundation) dan General Electric (GE), Organisasi Sukarelawan terbesar di dunia. Dan Certified Training on Civic Education for Future Indonesian Leaders USCF Canada & Certified Training on Civic Education Lab SOSIO Centre for Sociological Studies, Department of Sociology Faculty of Social & Political Sciences University of Indonesia (UI).


Saat ini aktif sebagai Motivator Keuangan Indonesia,WealthFlow 19 Expert, P3K Practitioner, Community Specialist & Master Trainer SLP (The Supreme Learning Program) dan telah bersinergi di beberapa perusahaan dan institusi seperti : PT XL Axiata,Tbk Jakarta, PT Indosat,Tbk Bandung, PT Astra Otoparts,Tbk Jakarta, PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk., Perum Perumnas, PT Indocement,Tbk Jakarta, STP Trisakti Jakarta, Prasetiya Mulya Business School, UNS Solo, PT Sophie Martin Indonesia, J W Marriot Hotel, The Sultan Hotel, Dharma Wanita Persatuan Kota Balikpapan, DPRD Brebes,  Ponpes Rakha Amuntai Kalsel, TK Islam Citra Pertiwi Banten, SD IT Al Hidayah Cibinong, Mc Donald Mall Depok, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, PKPU, Konsultan Bisnis PT Sahabat Karimah Wisata, PT Andiarta Dewata, PT Fortune Star Global dan lain – lain.

Kini selain sebagai Chairman SMCorp. dan Chief Executive Officer (CEO) SA’I Center (‘Social-spiritual entrepreneur’ Action & Innovation), ia juga Managing Director WealthFlow 19 Technology, dan Managing Partner Intansari Organizer.  Sebagai penggagas Konsep SOUL Entrepreneur di Indonesia yang juga Pengamat Komunitas, perhatian dan kepeduliannya terhadap masalah Pendidikan dan kemasyarakatan mengantarnya memprakarsai berdirinya Yayasan Masyarakat Raflesia yang bergerak di bidang Research, Charity dan Empowerment dan Ketua Gerakan Indonesia EMAS 2029.

Program Perencanaan Keuangan Pribadi dan Keluarga berbasis Komunitas yang sedang dijalankan saat ini adalah Pengasuh Tetap Konsultasi MOTIVASI KEUANGAN di Republika Online www.Republika.co.id, Nara Sumber Rubrik PERSONAL FINANCE spesifikasi Motivasi Keuangan di Portal Berita OkeZone (MNC Group–PT Media Nusantara Citra,Tbk), Content Source Kanal Perencana Keuangan & Investasi dan Bisnis di Readers Digest Indonesia www.ReadersDigest.co.id, Nara Sumber Majalah Hadila & Tabloid Heart of Jakarta serta Nara Sumber di BCN TV Batam, Smart FM, Sindo Trijaya Radio Network, V Radio, Woman Radio 94,3 FM dll dalam Talk Show untuk topik-topik Perencanaan Keuangan dan Investasi Keluarga.


Dan Pengasuh Program BINA (Bicara Rencana) Keuangan Islami di Ummat TV www.Ummat.tv Akhir tahun 2014 ia  di daulat sebagai Ketua Umum AKKSI (Asosiasi Konsultan Keuangan Syariah Indonesia).

Pada Juni 2015 , ia ambil bagian dari Pemecahan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) di Sukabumi, Jawa Barat sebagai Instruktur Sharia FInancial Literacy (Literasi Keuangan Syariah) dalam Pelaksanaan Keuangan Syariah serentak dan terbanyak di Indonesia.

CV Hari Soul Putra Klik disini

Waryono, Sang office boy  entrepreneur

Kisah ini adalah nyata, bukan rekaan sama sekali. Kisah ini akan bertutur tentang seorang Waryono yang memulai bisnis tanpa harus melakukan sesuatu yang bagi orang umum disebut “gila”. Ia benar-benar menerapkan prinsip Tujuh Jurus Tidak Gila Menjadi Pengusaha. Sekalipun tidak gila, hasilnya bolehlah kita sebut hebat alias Gile bener!
Dalam beberapa forum yang dihadirinya, Waryono biasa memperkenalkan diri sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan yang bertugas di bagian pembelian. “Bahasa kerennya adalah bagian “purchashing”, kata Waryono sembari tersenyum.
”Tugas saya sebagai bagian purchasing (pembelian) adalah membeli kopi, gula, teh, makan siang untuk bos saya. Tugas tambahannya adalah mengepel lantai. Ya, saya seorang office boy,” ungkap Waryono yang disambut gelak tawa hadirin.
Perkenalan dilanjutkan. Ia berkisah, selagi bekerja dengan pendapatan seadanya, ia berusaha menabung. Hasil tabungan yang hanya Rp. 500 ribu rupiah, dikelola oleh istrinya untuk memulai berjualan sembako di teras rumah kontrakannya yang dibayar bulanan. Seiring berjalannya waktu, usaha sembakonya semakin berkembang. Sampai kemudian, biaya hidup sehari-hari bisa ditanggung oleh hasil usaha sembakonya. Bahkan pemilik rumah kontrakannya juga sering berhutang sembako kepadanya. Sehingga di akhir bulan, kerap kali ia tidak perlu bayar kontrakan karena sudah dicicil dengan piutang belanja sembako ke warungnya.
Tiap waktu, keuntungan usahanya semakin besar. Walhasil, warung sembako yang semula hanya menjual gula, beras, dan kebutuhan sehari-hari, semakin hari semakin lengkap dagangannya. Tidak hanya sembako, warungnya juga menjual sayuran, daging sapi, dan daging ayam.
Pada saat yang sama, ia terus berupaya hidup hemat. Gaji yang ia peroleh sebagai office boy ditabungnya, hingga akhirnya terkumpul tabungan 13 juta. “Buat apa ya?” pikirnya. Ia tidak mencari alternatif konsumtif seperti membeli sepeda motor baru, memperbaiki rumah, atau yang lainnya. Alih-alih, ia ingin mengembangkan bisnis baru. Ia mengaku, setelah bergabung menjadi anggota IES (Indonesian Entrepreneur Society), otaknya selalu berpikir bagaimana uang yang ada bisa dikembangkan menjadi uang lagi.
Ketika pulang ke kampung istrinya di Lampung, ia melihat peluang menyewakan traktor sawah. Setelah tanya sana sini, akhirnya ia mengambil keputusan membeli traktor sawah seharga 13 juta untuk disewakan ke petani. Pengelolaannya diserahkan ke saudaranya di Lampung. Bayarannya  dengan bagi hasil 1 bagian untuk pengelola dan 2 bagian untuk Waryono sebagai pemodal.
Usahanya berjalan dengan mulus. Dalam waktu 2 tahun, ia sudah bisa balik modal. Pada kondisi inipun, ia terus berupaya berbisnis lagi. Kawannya dari kampung menawarkan usaha tanaman hias. Dalam 2 bulan, ia sudah memiliki 1 usaha tanaman hias di lebak Bulus tepatnya di samping Carrefour. Setahun kemudian, ia sudah membuka satu outlet usaha tanaman hias di Tambun Bekasi. Hasil usahanya terus diputar, hingga kemudian ia juga punya usaha pecel lele. Pada saat tulisan ini disusun, ia baru saja membuka usaha pecel lele yang kedua.  Dari perputaran bisnis tersebut, ia juga mampu menyisihkan hasil bisnisnya untuk membeli sawah di kampung halamannya di Purbalingga, Jawa Tengah. Sawah itu dibeli dengan cara mencicil, dan sekarang sudah lunas.
Bisa dibayangkan, betapa sibuknya Waryono mengurusi bisnisnya. “Oh tidak, yang sibuk adalah karyawan saya, bukan saya. Saya datang hanya 2 minggu sekali, kadang sebulan sekali,” kata Waryono.
Lantas muncul pertanyaan, bagaimana cara dia memilih karyawan yang bisa dipercaya? Demikian yang sering diutarakan banyak orang. Waryono menjawab, “Saya memberdayakan keluarga atau orang sekampung saya”. Di usaha sewa traktor, ia serahkan ke saudaranya di Lampung. Usaha tanaman hias, bukan saudara tapi orang sekampung yang ingin kerja di Jakarta. Usaha pecel lele, adalah adik iparnya yang berasal dari Jawa Timur yang pintar memasak pecel lele.
Apakah punya waktu untuk jalan-jalan bersama keluarga? Ada, hampir setiap Sabtu atau minggu ia jalan-jalan ke carrefour bersama anak dan istri. Ia belanja barang-barang yang lagi diskon, sampai trolly-nya penuh. ”Kalau belanja ke carrefour belanjaan saya bisa melebihi belanjaan ibu-ibu pejabat, tapi saya belanja bukan untuk kebutuhan sendiri tapi untuk dijual lagi di warung sembako saya”, ujar Waryono sembari tertawa.
Pendek kata, ia melakukan rekreasi yang produktif. Ini yang membuat banyak orang berdecak kagum. Lebih hebat lagi, Waryono bisa pulang kampung tanpa biaya, malah sebaliknya kalau pulang kampung dapat duit.
”Biasanya saya pulang ke Lampung kalau ada kabar sudah ada setoran sewa traktor. Jadi saya ke Lampung, menengok keluarga sambil ambil setoran dan membagi sebagian rejeki ke keluarga. Pulang ke Jakarta masih ada sisa untuk bisnis berikutnya. Gampang kan?” kata Waryono. Jika pulang ke Jawa Tengah, Waryono biasanya menunggu kabar bahwa sawah sudah panen. Dengan begitu, pulang ke kampung halaman juga sambil mengambil setoran hasil panen.
Ini hal yang biasa, semua orang bisa mulai mencobanya. Kumpulkan uang, gunakan untuk investasi, hasilnya untuk investasi lagi. Itulah yang dilakukannya. Ia tidak mengambil keputusan gila dengan pensiun dini, keluar dari perusahaan tempatnya bekerja, lantas jadi pengusaha. Baginya, yang penting adalah menempa mental tak kenal henti untuk menjadi wirausaha. “Sekarang umur saya 31 tahun, cita-cita saya umur 40 tahun saya sudah menjadi pengusaha beneran” katanya puas.
Hari yang bersejarah bagi Waryono adalah Minggu 18 Januari 2009. kru Liputan 6 SCTV meliput kegiatan waryono dari kegiatan sebagai office boy hingga sebagai pemilik usaha tanaman hias dan pecel lele. Tim liputan 6 SCTV tertarik karena mendengar talkshow penulis bersama Waryono di Radio Pelita Kasih (RPK) 96.3 fm Jakarta Jumat 16 januari 2009. Senin tanggal 19 Januari pagi hari Waryono tampil liputan 6 SCTV.
Hal yang biasa, yakni menyisihkan uang untuk menjadi produktif secara konsisten, telah menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Bukankah masuk SCTV termasuk luar biasa?


Wan M Hasim, Sukses Dimulai dengan Bisnis Sambilan


Di kalangan IES, Wan M Hasim dikenal sebagai contoh entrepreneur sukses yang memulainya dengan cara bisnis sambilan. Di waktu masih bekerja, Wan mencoba mendirikan usaha toko Alat Tulis Kantor (ATK) tak jauh dari rumah kontrakannya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Suatu hari ada beberapa pembeli yang menanyakan mainan anak-anak untuk hadiah ulang tahun. Dari sini ia berpikir, kenapa tidak dikembangkan menjadi toko mainan anak-anak? “Margin mainan anak-anak lebih besar dibanding ATK,” pikir Wan.

Sejak itu mulailah ia mendirikan toko khusus mainan anak-anak, namanya Toysmart. Usaha ini berkembang sukses. Ia tetap menjadi seorang karyawan di sebuah perusahaan. Ia memutuskan untuk berhenti menjadi karyawan dan fokus mengembangkan bisnisnya ketika Toysmart sudah berkembang di empat lokasi. Selanjutnya di tengah pasang surut perkembangan Toysmart, ia mendirikan usaha baru namanya Idolmart yang berisi bermacam kebutuhan remaja. Saat tulisan ini disusun, Wan memiliki 52 outlet Toysmart dan Idolmart, yang ia kembangkan selama lima tahun. Ia bercita-cita mengembangkan outletnya menjadi 1.000 outlet di seluruh Indonesia pada tahun 2015.

Kesuksesan Wan M Hasim sangat menginspirasi banyak orang yang ingin memulai belajar berwirausaha. Saya kemudian menggagas seminar bertema “Bisnis Sambilan; Cara Aman Memulai Wirausaha” dimana pembicaranya saya sendiri bersama Wan M Hasim dan sering menghadirkan anggota IES yang sukses dengan memulai bisnis sambilan.  Seminar Bisnis Sambilan telah berlangsung  48 angkatan di Jakarta dengan ribuan alumni. Sementara itu talkshow bisnis sambilan di bermacam radio baik di Jabodetabek maupun di luar kota telah berlangsung ratusan kali.



Ajeng Raviando, Psikolog Serba Bisa



Psikolog lulusan UI ini bisa dibilang sebagai psikolog serba bisa. Selain berprofesi sebagai psikolog, ia juga seorang creative entrepreneur melalui bisnis boneka.

Ajeng adalah pemilik toko boneka Alang-alang Gift Shop. Kegemarannya sejak kecil mengkoleksi boneka kemudian menginspirasi wanita kelahiran 15 Mei tahun 1973 ini untuk berjualan dan memproduksi sendiri boneka kreasinya.

Sebelum Alang-alang berdiri di tahun 1997, ia tak pernah menyangka akan bergelut di bisnis boneka. Suatu hari, saat penat dengan aktifitas dan tugas kampus, ia bertemu sepasang suami istri asal Korea yang mendirikan stand boneka di sebuah pameran.

"Mungkin Byong Mun Gil dan Sonu Gil melihat saya tertarik, mereka menawarkan untuk iseng-iseng berjualan. Dia juga memberikan alamat pabrik miliknya di daerah Ciawi," kenang Ajeng. Tanpa pikir panjang, ia pun langsung memborong satu karung boneka yang harganya sangat murah. Dengan uang tak lebih dari 100 ribu, ia mendapatkan 100 boneka. Dari situlah awal bisnis boneka Ajeng.

Di luar bisnis boneka, Ajeng adalah psikolog muda yang sedang naik daun. Ia menulis masalah psikologi di berbagai media, menjadi narasumber talkshow psikologi di berbagai radio dan TV.  Artikelnya tersebar di majalah Parents Guide, Mom & Kiddie, Genie, Mother & Baby, Parenting, EVE, Parenting, Sekar, Her World, Wanita Indonesia dan sebagainya. Ia juga tampil sebagai narasumber di  berbagai acara TV antara lain Dorce Show, Cas Cis Cus, Apa Kabar Indonesia dan sebagainya.

Belum lama ini Ajeng selaku mitra pembicara-seminar.com diundang sebagai narasumber dalam acara launching dan test drive sebuah perusahaan otomotif terkemuka. Dalam kegiatan ini ia berbicara mengenai kaitan otomotif dan lifestyle. 


Dr. Purindro, Dokter dan Motivator Perubahan



Jika anda mencari pembicara yang punya latar belakang medis, dokter Purindro adalah orang yang sangat tepat. Dia seorang dokter, dan tergerak hatinya untuk menjadi motivator perubahan.


Di beberapa Inhouse Training Indonesian Entrepreneur Society (IES) ia beberapa kali mengisi tentang kesehatan di masa pensiun, dimana ia menguraikan bukan sekedar dari sisi ilmu medis melainkan sisi motivasi perubahan. Di sinilah bedanya Purindro dengan dokter lainnya.
Berkat ilmu medis plus ilmu dan pengalaman di berbagai bidang manajemen dan kewirausahaan, Purindro sebagai seorang motivator perubahan Indonesia telah mendesign sebuah pelatihan dengan menggunakan manusia sebagai Center Quantum of Change (Subjek dan Objek Perubahan).
 Dengan konsep Beyond The Eyes-nya, ia mengajak peserta pelatihan menjelajah setiap relung tubuhnya masing-masing untuk mendapatkan: 1. Motivasi (semangat yang tanpa batas); 2. Strategi (yang pasti terbukti kehebatannya); 3. Value (nilai dasar, yang sangat fantastis dan aplikatif); 4. Meaning (hikmah) yang semua orang bisa mendapatkannya.
Keahlian yang ia tekuni dibidang kedokteran dan manajemen lebih dari 15 tahun, telah menyadarkannya bahwa manusia adalah sebuah miniatur organisasi yang sangat sempurna. Untuk tumbuh dan berkembang ia selalu melakukan perubahan menggapai kesuksesannya yang tanpa batas. Pengalamannya bekerja dibelasan perusahaan berskala internasional maupun nasional, serta bermacam-macam kasus yang berhubungan dengan pengembangan perusahaan maupun karyawan, telah membuatnya menjadi lebih matang dan merupakan modal besar dalam program pengembangan Sumber Daya Manusia.  


CV Dr Purindo bisa didownload dengan klik di sini


Adriano Rusfi, Pakar Psikologi Pensiun
 
Belajar bisnis dan kewirausahaan memerlukan ahli di bidang psikologi. Maka dari itu dalam berbagai Inhouse Training Wirausaha Persiapan Pensiun, kami biasa menghadirkan ahli psikologi pensiun. Dialah Drs. Adriano Rusfi, PSi. sebagai konsultan SDM dan pendidikan, Adriano paham bagaimana suasana mental dan batin seorang yang mau memasuki usia pensiun. Oleh karenanya, dalam membawakan materi persiapan pensiun, Adriano lebih banyak menyampaikan bagaimana nilai-nilai positif di masa pensiun yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.


Lulusan Fakultas Psikologi UI ini telah berpengalaman karir di berbagai bidang, antara lain:

1989 – 1992         Pimpinan Umum Majalah Wanita UMMI

1994 – 1995         Ka Div Program P3UK
1995 – 1998         Direktur Program Sinergi Indonesia
1998 – 2002         Direktur Program INVENTRA
2002 – 2004         Direktur Utama PT. Sajadah Edutama Indonesia
2005 – 2007         Learning Manager PT. NSI Edukomunikasi


1995 – skr            Konsultan SDM & Pendidikan independen

Adapun karya-karyanya di bidang SDM antara lain:
  • Modul Kompetensi PT. Krama Yudha Ratu Motor
  •  Politician Sincerity Test (POST)
  •  Employee Qualification Rating (EQR) System
  •  Modul Spiritual Treatment untuk Pembinaan Usaha Mikro & Kecil
  •  Spiritual-emotional Creativity Training (SpECTra)
  •  The Seven Tower Achievement Training
  •  Together With Disaster (Twister) Training
  •  Fantastic Reinventing (Fanta Rei) Training
  •  Life-skill Education System
  •  Modul Physical Life-skill Education
  •  Kurikulum Professional Student (Prudent) School
  •  Kurikulum Oasis School
  • Office Laboratory-Library System (Labrary)
  •  Sistem Kaderisasi Masjid Salman ITB
  •  Sistem Orientasi Mahasiswa Baru ITB
  •  Sistem Evaluasi Implementasi Diklat Pemda DKI
Biodata Adriano Rusfi Klik Disini

Niam Muiz,  Inspirator Handal

Niam Muiz adalah konsultan yang telah menangani berbagai issue perusahaan nasional maupun Multinasional  dalam waktu lebih dari 20 tahun.  Ia telah  memberikan pencerahan bagi lebih dari 5000 eksekutif setiap tahun.

Anda akan mendapat manfaat dari pengalaman praktis beliau di bidang pengembangan SDM yang telah dijalaninya pada organisasi blue chip seperti AIG Lippo, DBS Bank, Samudera Indonesia, dan Telkom.
Ia menghanyutkan Anda dalam canda berbobot-nya yang membuat sessi menjadi fun, exciting, namun bermuara pada mutiara pencerahan yang tidak jarang memberi peluang peserta untuk melakukan turning point dalam hidup dan organisasinya.

Topik-topik training yang biasa disampaikan oleh Niam Muiz antara lain motivational leadership, leaderhip in managing people, transformational leadership, creative decision making, managing change dan sebagainya.

CV Pak Niam Muiz klik disini 


Hermawan GS, Eksekutif dan Entrepreneur
Kalau Waryono seorang office Boy, Hermawan Gatot Suhendro (Hermawan GS) adalah eksekutif di sebuah perusahaan konstruksi. Pada pertemuannya dengan penulis tahun 2004, ia sedang merintis usaha toko aksesoris dan bengkel sepeda motor dengan nama Gilang Motor.
Kini Gilang Motor sudah menjadi 9 outlet. Ia memilih melakukan pengembangan pasar, yaitu membuka outlet satu per satu di beberapa wilayah hingga memiliki 9 outlet, baru kemudian ia melakukan diversifikasi usaha dengan mendirikan rumah makan bernama Kokki Aina di daerah Tambun, salah satu wilayah Bekasi yang paling padat penduduknya. Selain bengkel dan rumah makan, Hermawan juga sudah memiliki 1 unit ruko di daerah Bekasi.
Sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Waryono, Hermawan GS juga tidak melakukan hal gila. Ia hanya menyisihkan gaji dan bonus dari perusahaan dan menggunakannya untuk beragam usaha. Ia pernah berjualan sandal, mainan anak, dan barang dagangan lainnya, sampai akhirnya mendirikan usaha Gilang Motor yang berkembang luar biasa. Ia menggunakan gajinya menjadi bisnis, sehingga pertumbuhan pendapatannya jauh meninggalkan rekan-rekannya yang hanya mengandalkan gaji. Istrinya ikut membantu mengontrol keuangan usaha.
Hal yang tak kalah penting dari apa yang sudah dilakukan Waryono maupun Hermawan adalah dua orang ini mampu menciptakan lapangan kerja untuk orang lain. Sebuah peran yang tidak kecil bagi masyarakat Indonesia yang tingkat penganggurannya masih tinggi.

Adi Kriswanto, Intrapreneur dan Entrepreneur

        
    Lain lagi Adi Kriswanto. Dia seperti juga pada umumnya lulusan perguruan tinggi. Memulai karir sebagai karyawan. Pindah ke perusahaan lain. Pindah lagi untuk meraih posisi yang lebih baik. Kemudian ia diajak seorang investor untuk mendirikan sebuah perusahaan distribusi. Di sini ia bertindak sebagai seorang intrapreneur, menjadi karyawan yang merintis usaha dengan modal orang lain. Pada saat ketemu penulis tahun 2006, ia sedang merintis menjadi distributor produk snack dari Thailand. Beberapa bulan kemudian ia mengabarkan produk thailand sulit bersaing karena harganya tanggung, tidak bisa murah, tapi dijual agak mahal juga kurang berkelas. Di bisnis snack, kata Adi, harga paling diterima adalah Rp500 arau Rp 1.000. kalau harganya Rp 700 atau Rp 1.200, sulit laku.

            Beberapa bulan kemudian perusahaan yang ia rintis bersama pemodal mulai menampakkan hasil. Ia dipercaya produsen snack dari Bandung. Sukses! Tahap berikutnya ia sudah dipercaya mengembangkan jaringan distribusi snack ternama di jakarta, pasar yang sangat menggiurkan.
            Adi adalah sosok intrapreneur, yakni eksekutif yang mengembangkan bisnis bersama pemilik modal. Sebelum merintis perusahaan distribusi, Adi juga sudah kenyang pengalaman sebagai salesman berbagai macam produk makanan.
            Bagi orang sekelas Adi yang sibuk mengurus perusahaan distribusi, meluangkan sedikit waktu untuk mendirikan usaha sendiri bukanlah hal sulit. Apalagi pemilik modal memberikan kebebasan bagi Adi untuk membuka usaha sendiri asal tidak bersaing dengan tempatnya bekerja. Itu sebabnya di sela-sela kesibukannya, ia sanggup mengembangkan bisnis tour dan travel yang lokasinya bukan di Jakarta melainkan Palembang. Sedangkan di rumah, bersama istrinya ia mendirikan usaha ekspedisi. Dan bakatnya mengajar ia salurkan dengan mendirikan lembaga training pemasaran. Sama seperti halnya Waryono dan Hermawan, Adi juga sangat ringan tangan jika diundang Indonesian Entrepreneur Society (IES) untuk berbagi pengalaman di depan anggota IES yang baru.

Muntofiah, Sukses Bisnis Setelah PHK

Muntofiah adalah seorang dokter hewan yang semula berkarir di perusahaan obat hewan. Sempat berkarir di sebuah perusahaan multinasional, yang kemudian ditutup karena faktor ekonomi. Otomatis ia terkena PHK. Saat itu ia merasa jenuh berkarir sehingga ia mencoba-coba mengikuti kegiatan Indonesian Entrepreneur Society (IES). Dari semula iseng, selanjutnya justru semangat mendirikan usaha berkobar-kobar. Dengan bekal keahliannya ia mencoba memproduksi produk unik, yakni pasir kucing, produk yang khusus untuk kucing kesayangan orang kaya. Dengan pasir khusus untuk kucing, maka kucing bisa lebih sehat dan hidup dengan riang seperti di alam aslinya.

Produk langka ini tak serta merta diterima pasar, perlu ketekunan lebih besar untuk melakukan penetrasi pasar. Sembari memperkenalkan produk ini, ia mulai menjadi agen bermacam peralatan kesehatan hewan. Sampai di sini, ia masih bekerja di sebuah perusahaan obat hewan yang bertugas mengawasi dan mengurus registrasi produk ke pihak pemerintah.

Prinsip “uang produktif” yang ia peroleh dari komunitas Indonesian Entrepreneur Society (IES) coba terus diterapkan. Tahun 2007 ia mulai tertarik bisnis yang keluar dari jalur ilmunya, yakni salon muslimah (bukan salon hewan lho, ini salon manusia). Inilah tampaknya tonggak awal kesuksesannya sebagai entrepreneur. Keyakinan untuk terus tumbuh dalam dunia entrepreneur menyebabkan ia memutuskan keluar dari zona orang gajian dan masuk ke dunia tanpa gaji.

Muntofiah tak bersikap gila dengan tiba-tiba keluar dengan modal nekad. Ia memilih mengasah mental entrepreneur terlebih dahulu, baru setelah terjadi pertumbuhan multi income, ia putuskan untuk masuk sepenuhnya di dunia tanpa gaji. 




pembicara seminar pendidikan
Tarif pembicara seminar
Pembicara seminar pendidikan
pembicara seminar nasional ekonomi
pembicara seminar tentang teknologi
pembicara seminar psikologi
pembicara seminar motivasi
pembicara seminar nasional
pembicara seminar dalam bahasa inggris