Wednesday, May 18, 2016

Seminar Wirausaha MEA di UHAMKA

Bertempat di kampus Universitas Muhammadiyah Prof Hamka (UHAMKA) Klender Jakarta Timur, Minggu 15 mei 2016, pendiri Indonesian Entrepreneur Society (IES) Bambang Suharno hadir sebagai narasumber utama seminar kewirausahaan di Era Mea yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Farmasi Uhamka. Tak kurang dari 170 mahasiswa hadir dalam acara itu, dimana Bambang Suharno tampil bersama seorang pengusaha Adhe Saptadjie.

Materi yang disampaikan Bambang antara lain tentang tantangan MEA, kekuatan Indonesia di Era MEA, Kiat bersaing diera MEA, kiat bersaing dengan strategi monopoli serta mengenai mental wirausaha yang diperlukan siapapun untuk sukses.



Para peserta tampak sangat antusias dengan materi tersebut karena membuka wawasan baru mengenai mental wirausaha serta perihal MEA yang sudah berjalan sejak awal 2016 ini.

Dalam kaitan dengan MEA, bambang mengatakan ada beberapa sektor yang merupakan keunggulan Indonesia, antara lain sektor pariwisata, kuliner, industri kreatif serta bidang perikanan dan kelautan.
Dalam bersaing di era mea, tidak berarti produk yang kita jual harus lebih murah dibanding pesaing. Banyak produk yang harganya mahal tetap bisa bersaing, misalnya kafe starbuck yang harganya jauh lebih tinggi dari warung kopi. Aqua dan toko buku gramedia adalah contoh lain tentang bersaing dengan harga lebih tinggi. Caranya bagaimana, Bambang menguraikannya dengan model strategi "Monopoli" yang positif.

Ketika membahas tentang memulai wirausaha, Bambang menanyakan ke peserta , apakah memilih di lokasi yang banyak pesaing apa yang sedikit pesaing. Sebagian peserta menjawab yang sedikit pesaingnya.
"Jika mau berjualan komputer apa pilih di glodok atau pasar induk kramat jati?" tanyanya
Sebagian besar peserta memilih glodok.
"Bukankah di Glodok banyak pesaingnya?" tanya Bambang kembali.
Pertanyaan ini membuka wacana baru mengenai bagaimana sebenarnya memilih lokasi usaha.

Bambang menjelaskan, yang penting bukan soal banyak atau sedikit pesaingnya, melainkan banyak pembelinya atau tidak.
"Alangkah bagusnya jika kita mendapatkan lokasi yang banyak pembelinya tapi sedikit pesaingnya. Hal ini jarang kita alami," tambah Bambang.



No comments:

Post a Comment