Thursday, June 9, 2016

In House Training Wirausaha KPEI

Jumat 27 Mei 2016, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), sebuah perusahaan yang berlokasi di kawasan SCBD (Sudirman Central Business District) Jakarta mengundang Direktur IES Bambang Suharno untuk menyampaikan materi training wirausaha kepada karyawan. Tujuan dari acara training ini adalah agar karyawan mempersiapkan sejak dini untuk memasuki usia pensiun tanpa menggangu tugas utama sebagai karyawan.

Dalam kesempatan itu Bambang Suharno sebagai trainer wirausaha dan pembicara seminar menyampaikan materi Tujuh Langkah Jitu Memulai Bisnis, yang berdasarkan buku Tujuh Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha. Para peserta sangat antusias dengan konsep wirausaha yang disampaikan Bambang, dimana inti utamanya adalah trilogi mental wirausaha yang bisa diterapkan sejak dini oleh karyawan.



Bambang mengatakan, untuk memulai bisnis, yang bisa dilakukan sejak dini adalah perbanyak sedekah. Itu adalah latihan mental tangan di atas yang merupakan bagian dari trilogi mental wirausaha. Selanjutnya harus diasah mental produktif, yakni menyisihkan pendapatan untuk menciptakan penghasilan baru. kebanyakan karyawan menghabiskan seluruh gajinya untuk keperluan sehari-hari sehingga semakin tinggi gajinya, semakin besar hutangnya, yang berupa hutang untuk beli rumah, kendaraan, bahkan liburan pun banyak yang pinjem ke bank. Cara ini adalah cara konsumtif.

"Mulai sekarang harus dilatih mental produktif," kata Bambang.

Waralaba

Menanggapi pertanyaan peserta mengenai pilihan bisnis apakah lebih baik membeli franchise, Bambang mengatakan, franchise atau waralaba sangat cocok untuk latihan bisnis. "Yang penting anda perlu jeli terhadap reputasi pemilik waralaba tersebut. Banyak sistem waralaba yang kurang bagus sehingga usahanya berguguran di tengah jalan," jelasnya.

Dengan membeli hak waralaba, kita bisa belajar bagaimana cara memilih lokasi yang bagus, bagaimana merekrut karyawan, bagaimana menyusun dan menjalankan SOP perusahaan, menyusun laporan keuangan dan sebagainya. "Maka jadikanlah waralaba itu sebagai sarana belajar bisnis," saran Bambang.***


No comments:

Post a Comment