POSTING TERPOPULER

Iklan

03 November 2019

RIYADIN, SE. MEMOTIVASI MAHASISWA UNIVERSITAS BSI FATMAWATI

Bertempat di lantai 6 kampus Universitas Bina Sarana Informatika cabang Fatwatmati di Pondok Labu Jakarta Selatan, Selasa malam 29 Oktober 2019, RIYADIN, SE, pengusaha minuman kesehatan “sari kedele” dengan nama brand SALE, menginspirasi mahasiswa semester pertama, Fakultas Teknologi Informasi, dengan penuh semangat.

RIYADIN, diundang  oleh BSI ENTREPRENEUR CENTER, yang merupakan unit pendukung dari Universitas Bina Sarana Informatika, mewakili komunitas wirausaha “ INDONESIAN ENTREPRENEUR SOCIETY ( IES ) menggantikan BAMBANG SUHARNO, Founder IES yang pada jadwal tsb, sedang berada di Pekan Baru Riau.     

Kehadiran RIYADIN malam itu,  menjadi pembicara tamu  di acara rutin  ROADSHOW SEMINAR ENTREPRENEURSHIP 2019 yang  diberi tema ‘ ENTREPRENEURSHIP FOR  A  BETTER  FUTURE”. 

Malam itu, Riyadin, melengkapi materi seminar kewirausahaan yang diberikan pembicara pertama dari internal kampus Universitas BSI. 


Saat pergantian pembicara dan persiapan peralatan seminar, itulah ARI, moderator acara, mempersilahkan  Dwijo Weliyanto,  manager dari Indonesian Entrepreneur Society  (www.pembicara-seminar.com) untuk memberikan prolog sekedar ice-breaking, mengenai sejarah singkat Kisah Sukses RIYADIN,  yang merupakan pengusaha sukses dunia-akhirat,  karena  dengan jualan produk yang nilai jualnya Rp. 2000,- dengan  dua varian , yakni Sari Kedele Original dan Sari Kedele rasa Teh Tarik,  dalam kurun waktu usaha 12 tahun, Riyadin sanggup meningkatkan taraf hidup ratusan mitra kerjanya menjadi jutawan-jutawan baru,  yang sanggup mengumrohkan orang tuanya,  membelikan mobil dan rumah keluarganya.    

Seperti apa kiprah pengusaha RIYADIN meracik keberhasilannya, INILAH SAATNYA OWNER CV.PUSPITA SALE PRODUSEN SARI KEDELE “SALE” PAK RIYADIN MEMBAGI PENGALAMANNYA…..tepuk tangan yang meriah…”, 

Itulah prolog Dwijo, membuka Seminar dari RIYADIN, sebagai ice-breaking penjeda sesi pertama ke sesi kedua, sekaligus mengenalkan dirinya sebagai bagian dari IES yang mengkoordinasi beberapa pembicara.

Sesi kedua, show-nya RIYADIN pun dimulai , dengan pernyataan yang simpatik, bagi peserta yang mayoritas adalah “ mahasiswa bekerja”, yang mengambil kelas malam, karena siang dan sorenya bekerja.
Pernyataan RIYADIN tersebut adalah : “  saat saya berhadapan dengan mahasiswa semester pertama, seperti kalian,  maka seolah  saya berhadapan dengan diri saya sendiri, di saat mulai  merintis usaha,  yaitu di usia 18-19 tahun,  saat saya lulus SMK”.

“ Kalau orang yang baru lulus SMK, kira-kira mengajukan kredit ke Bank, senilai 25 juta rupiah, apakah Bank langsung percaya ?”

Maka dijawab serempak oleh peserta yang kisaran usainya 18-19 tahun :  “ TIDAAAAK”

“Berarti kalian memahami realita sebuah usaha,  hubungannya dengan urusan modal “.
Lalu Riyadin mulai memotivasi para peserta, dengan kisah pahitnya  semasa awal usaha perdananya di dunia “percetakan”.  Iklim usaha percetatan yang rejekinya tidak pasti, kadang ada order,  kadang sepi,  membuatnya  berpikir untuk bikin usaha pendukung lainnya, yang diharapkan bisa untuk memberikan nafkah rutin harian.  

Maka saat dirinya pulang ke Kebumen, kota kelahirannya di Jawa Tengah,  ia berjumpa dengan saudaranya yang usaha minuman Sari Kedele tradisional,  yang menggunakan panci, blender dan disajikan dalam plastik  yang diikat dengan karet gelang.

Dari perjumpaan tersebut, ia praktekkan usaha Sari Kedele tersebut, di Jakarta.  Dengan segala rintangan dan upayanya yang gigih,  akhirnya, menemukan “jalannya”.

Berbagai langkah telah dilakukannya, termasuk mengasah kejelian dalam mengelola pasar.  Ia tak henti-hentinya belajar kepada beberapa kalangan,  seperti  berkumpul dalam komunitas wirausaha Indonesian Entrepreneur Society, dan banyak belajar kepada tokoh, salah satunya motivator kenamaan Andri Wongso. 

Maka diperoleh lah kredo “ Jika anda Lunak pada kehidupan,  maka kehidupan akan keras terhadap kita.  Demikian pula sebaliknya. “ Jika kita keras kehidupan,  maka kehidupan akan lunak  pada kita”.  Juga  adanya sebuah ayat suci Al-Quran Surat Ar-Raad : 11, yang menginspirasi usahanya,  yang bunyinya : “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,”

Tak heran  jika, usahanya kian maju pesat.  Pada putaran waktu 12 tahun berdirinya usaha sari kedele SALE ini,  RIYADIN telah memiliki ratusan orang karyawan dan mitra kerja,  untuk melayani pasar di Jabodetabek- Jabar- Banten.  Dengan koordinasi kerja yang dinamai SAPI SYSTEM yaitu SALE Pasive Income System,  Riyadin sudah menerapkan hubungan kerja simbiosis mutualisma,  dimana antara pemilik usaha dengan mitra usaha,  sama-sama diuntungkan.  Maka jangan heran jika beberapa mitra usahanya punya penghasilan di atas  30 juta perbulannya.  Sehingga mereka ini, sanggup membelikan mobil, rumah keluarganya,  bahkah memberangkatkan umroh orang-orang yang dicintianya.

Di akhir acara seminar yang dimoderatori oleh Ari dan Hilman dari BSI Entrepreneur Center, Riyadin berkesempatan untuk membagikan produk minuman sari kedele SALE , kepada semua peserta,  dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk direkrut, menjadi mitra usaha,  jika ada yang berminat.
(DW)             

SHARE THIS

0 komentar: