POSTING TERPOPULER

Iklan

05 October 2019

TIPS WIRAUSAHA; Cara Praktis Memilih Bisnis

Oleh : Bambang Suharno
Banyak orang mengira, untuk memulai usaha, pertimbangan utama adalah produk yang paling besar margin keuntungannya dan resiko bisnisnya paling kecil. Beberapa tahun lalu ketika ikan louhan menjadi ikan yang digandrungi masyarakat, harga louhan melangit dan orang berbondong-bondong menjalani usaha ikan louhan, seolah-olah inilah jenis usaha yang paling layak untuk ditekuni. Tak sedikit orang yang meninggalkan usaha yang sudah dirintis dan pindah ke usaha ikan louhan dengan harapan kelak akan lebih cepat maju. Apa yang terjadi kemudian ? Harga ikan ini terus mengalami penyesuaian alias menurun ke harga yang lebih wajar.

Komoditi cacing dan jangkrik juga pernah menjadi “primadona” usaha di tahun 1999-2000. Usaha cacing dan jangkrik adalah usaha yang mudah dilakukan dan keuntungannya lumayan besar. Pernah terjadi, harga cacing sampai Rp. 200.000/kg,padahal normalnya hanya Rp 4.000/kg. Yang terjadi kemudian adalah masyarakat terbius oleh informasi ini dan hancurlah usaha cacing dan jangkrik. Yang bisa berlanjut adalah usaha cacing dan jangkrik yang memang benar-benar dibeli oleh pasar yang semestinya dengan harga wajar.

Masih banyak sederet contoh lain yang mencerminkan bahwa masyarakat sesungguhnya memang ingin mendapatkan penghasilan dari bisnis tapi belum mampu memilih usaha apa yang harus ditekuni.

Jika anda termasuk orang yang masih merenungi usaha apa yang cocok untuk anda, atau sedang mempertanyakan apakah usaha yang tengah anda jalani itu sudah pas sebagai jalan menuju masa depan anda, ketahuilah, ada banyak fakta yang akan membuat anda layak merenung ulang. Simak berikut ini:

1. Pada umumnya semua jenis barang  memiliki peluang mencetak  keuntungan dan kerugian. Misalnya anda mengira bahwa warung makan Padang lebih untung dari warung tegal, Persoalannya, jika warung makan Padang anda tidak laku, bisakah anda untung? Sejak pertengahan tahun 1990-an banyak orang berbondong-bondong membuka bisnis berbasis IT (Information Technology). Ini adalah bisnis masa depan, kata mereka. Mengapa selanjutnya bisnis tersebut rontok? Salah satu soalnya adalah pembelinya belum banyak. Sebaliknya banyak orang menjalankan bisnis yang tampaknya sepele, ternyata memberi keuntungan yang memadai, misalnya barang bekas, sampah, limbah pabrik dan lain-lain. Jadi soalnya bukan pada  jenis produk, tapi pasarnya, Anda boleh merasa keren menjalankan bisnis IT, tapi bukan berarti mereka yang berbisnis sampah tidak mendapatkan keuntungan yang memadai.
2. Sebagian besar usaha mengalami kebangkrutan bukan disebabkan oleh persaingan, melainkan oleh kekurang mampuan perusahaan mengelola SDM. Banyak perusahaan bisa tumbuh cepat, dan kemudian bangkrut. Bukan karena ada pesaing baru yang lebih hebat melainkan karena ketika bisnis tersebut berkembang pesat, pengelola bisnis bertengkar soal pembagian keuntungan. Ada juga yang kacau karena ada karyawan yang bertindak jahat, mencuri uang perusahaan.

3. Ada orang yang mengira jika bisnis dimulai dengan hobby akan melaju pesat. Faktanya tidak selalu begitu. Hobby memang membantu anda untuk mengetahui seluk beluk kegiatan yang terkait dengan hobby tersebut, tapi ketika hobby menjadi bisnis anda perlu mencermati pola jual beli yang layak agar bisa menguntungkan usaha anda. Seorang yang hobbynya naik mobil, ketika jual beli mobil bisa mengalami kesulitan tatkala menyukai satu mobnil tertentu yang seharusnya segera dijual.
4. Menjual barang yang lebih murah belum tentu lebih laku. Ini adalah soal nilai yang akan diterima pembeli. Banyak barang yang sangat mahal lebih laku dari pesaingnya yang menjual lebih murah. Hal ini karena dengan harga semahal itu pembeli merasa memperoleh sesuatu, mungkin kualitas produk, kualitas pelayanan, ataupun soal gengsi saja. Ini soal besarnya “nilai “yang diterima pembeli.
5. Banyak orang ingin memulai usaha yang belum dilakukan orang lain. Padahal dengan membuka usaha baru yang belum dilakukan orang lain, berarti anda harus melakukan investasi uang dan waktu yang lebih besar untuk meyakinkan konsumen bahwa produk yang anda jual bemanfaat bagi konsumen.

Dengan melihat fakta di atas, anda kini mendapat gambaran bahwa apabila sewaktu-waktu mendapat tawaran bisnis yang untungnya sangat tinggi, saat itu anda perlu waspada, jangan-jangan itu tindak penipuan.

Jadi bagaimana cara anda memilih bisnis yang anda tekuni ? Inilah beberapa langkah yang layak anda ambil.

1. Carilah sesuatu yang menyenangkan anda. Makanan, pendidikan, perbankan, dan lain-lain. Tak usah anda pikirkan kegiatan itu menguntungkan atau tidak, yang penting anda menulis sesuatu yang menyenangkan anda, bisa berupa hoby atau bukan. Anda butuh waktu cukup lama untuk mencarinya,perlu perenungan-perenungan untuk dapat menulis kegiatan-kegiatan yang menyenangkan diri anda.
2. Pasarnya bagaimana? Jika telah menulis kegiatan yang menyenangkan, anda bisa memulai memilih mana dari kegiatan yang menyenangkan itu yang pasarnya benar-benar bagus. Misalkan anda menyenangi kegiatan pendidikan, anda perlu mencari pendidikan macam apa yang memungkinkan penghasilan yang layak, apakah membuka TK, SD , kursus mekanik, kursus Bahasa Inggris, pelatihan untuk karyawan atau apa? Jika anda menyengani makanan, apakah lebih memungkinkan membuka restoran, warung makan, jasa catering, makanan ringan, minuman ringan atau apa?
3. Jika anda sudah memilih dengan hati yang bulat, selanjutnya, carilah informasi tentang pesaing anda. Dengan mengetahui kualitas dan kuantitas pesaing anda, maka anda bisa mengukur sejauh mana akan mampu membangun usaha anda.

Langkah ini tampak sangat praktis, tapi dalam pelaksanannya anda bisa terjebak pada beberapa hal:

Setelah anda melihat dunia persaingan bisnis, anda mungkin menyadari bahwa dunia usaha tidak seindah teori dalam buku. Anda menemukan betapa usaha harus berhadapan dengan banyaknya pungutan, preman dan lain-lain. Bisa juga anda menemukan kasus sebuah usaha tutup gara-gara barangnya dagangannya dicuri orang. Juga ada orang menghentikan usaha karena ditipu orang. Atau karena musibah kebakaran atau lainnya.

Anda mempertimbangkan ulang niat membuka usaha karena ternyata anda merasa tidak cocok dengan iklim usaha yang  anda temui seperti pungutan tak resmi, preman, pencuri dan lain-lain.

Anda tidak lagi bersemangat karena menemui orang yang sudah menjalankan usaha mengeluh penghasilannya kecil, atau dagangannya kurang laku.

Jika anda menemui keadaan seperti itu, berikut ini beberapa saran dan petuah pebisnis sukses yang saya kumpulkan dari berbagai sumber :

1. Memulai usaha memang beresiko, tapi tidak memulai jauh lebih beresiko lagi.
2. Setiap resiko pasti ada bayarannya. Jika anda menghadapinya dengan baik, maka keuntungan berpihak pada anda. Anda mungkin takut menghadapi resiko usaha yang akan anda jalankan, tapi ingat betapa banyak orang yang bahkan tidak pernah belajar bisnis dari buku atau training, bisa melewati banyak tantangan dan resiko usaha.
3. Tuhan memberikan masalah sekaligus solusinya. Tugas kita setiap menghadapi masalah adalah mencari solusi yang tepat, yang seringkali tersembunyi di berbagai tempat, bisa dari buku yang anda baca, dari training atau seminar, mungkin juga dari cerita orang-orang berpengalaman.
4. Kata AA Gym,  tidak ada masalah dengan masalah, yang menjadi masalah adalah cara kita yang salah dalam menghadapi masalah. Jadi bulatkanlah tekad anda untuk memulai usaha, maka anda akan menemui solusi terbaik.

A. Usaha yang menjadi Pilihan Para Pemula

Sebenarnya tidak ada hal yang spesifik yang menjadi pilihan pelaku usaha kecil dan pemula. Apapun jenis usahanya bisa dilakukan oleh anda. Hanya saja, untuk usaha skala kecil, berikut ini beberapa jenis yang relatif mudah dilakukan oleh para pemula:

1. Usaha di bidang makanan. Indonesia memiliki penduduk 220 juta orang dan semuanya membutuhkan makanan. Betapa besar potensi di bidang ini. Ragam makanan sangat banyak,baik makanan khas daerah maupun makanan internasional, dari yang harganya Rp 1000  hingga jutaan rupiah, anda tinggal pilih. Makanan pokok, makanan ringan, minuman ringan, es buah, es campur, dan lain-lain. Cara jualannya, anda bisa dengan direct selling/door to door ataupun dengan membuka toko/kios/warung. Untuk usaha makanan, anda tidak perlu memikirkan potensi pasar seluruh Indonesia, hanya satu kelurahan saja atau satu komplek perumahan saja , anda bisa menjual makanan dan bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan.
2. Usaha pakaian dan perhiasan. Semua orang membutuhkan pakaian dan perhiasan dengan berbagai bentuk. Mulai baju celana, sepatu, sandal, topi, kacamata, dan berbagai asesoris dan perhiasan seperti jam tangan, cincin, kalung dan sebagainya. Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus membaik, variasi pakaian makin banyak, baik pakaian laki-laki maupun perempuan, baik anak anak maupun dewasa.
3. Usaha yang terkait dengan tempat tinggal. Sama seperti makanan dan pakaian, tempat tinggal dibutuhkan oleh semua orang di jalam modern sekarang ini. Menjalankan usaha yang terkait dengan tempat tinggal peluangnya sama banyaknya dengan usaha makanan dan pakaian. Anda bisa usaha jual beli rumah, usaha renovasi rumah, service peralatan rumah tangga (kulkas, AC, kipas angin, elektronik dan lain-lain), usaha peralatan rumah tangga, peralatan elektronik, litrik,  hiasan dinding,  tempat tidur, kursi. Pendeknya anda bisa menyediakan apapun yang dibutuhkan sebuah tempat tinggal. Bagi orang yang tidak memiliki rumah, mereka juga membutuhkan tempat tinggal.Maka muncullah usaha sewa rumah dan kos-kosan.
4. Usaha pendidikan. Pangan, Sandang dan papan (tempat tinggal) adalah kebutuhan hidup utama manusia. Jika itu sudah terpenuhi,maka pendidikan adalah kebutuhan manusia. Negeri kita menganut sistem pendidikan yang dibiayai oleh masyarakat sendiri. Oleh karena itu peluang usaha pendidikan terus berkembang. Pendidikan yang dimaksud di sini bisa pendidikan formal (sekolah) maupun pendidikan non formal (kursus). Saat ini pendidikan untuk masyarakat bisa dilakukan melalui berbagai media, seperti seminar, buku, kaset, VCD, radio, televisi dan lain-lain. Anda tidak perlu khawatir dengan banyaknya sekolahan yang tutup akibat kekurangan murid, karena  hal itu umumnya karena pengelolaannya saja yang kurang baik. Kebutuhan pendidikan terus berkembang, bukan hanya untuk masyarakat umum. Perusahaan-perusahaan yang mau maju pasti sangat peduli untuk mendidik karyawannya agar lebih terampil dan memiliki motivasi bekerja yang baik. Dan untuk itu membutuhkan tenaga trainer dari luar. Maka lembaga pendidikan inhouse training akhir-akhir ini terus berkembang.
5. Usaha yang terkait dengan rekreasi. Kebutuhan manusia modern salah satunya adalah rekreasi. Sebagian penduduk Jakarta, jika akhir pekan menikmati masa istirahatnya dengan berekreasi ke   puncak, atau tempat lainnya. Ada juga yang istirahat di rumah. Mereka semua membutuhkan sesuatu   yang  bila anda penuhi dapat menjadi peluang bisnis yang  prospektif.  Misalnya jasa sewa kendaraan untuk rekreasi, penyediaan perlengkapan rekreasi (tas, tempat makan dan minum alas/tikar dan lain-lain).bagi yang di rumah anda bisa menyediakan suasana rekreasi yang baik seperti permainan/game dan lain-lain. Adanya perusahaan sofware game komputer, play station dan sejenisnya adalah beberapa contoh usaha rekreasi.
6. Usaha yang bisa mendukung atau mempermudah orang lain menjalankan usaha, misalnya menjual mesin dan alat-alat untuk petani, menjual bahan baku industri dan lain-lain.

Melihat 6  kategori usaha tersebut di atas, bisa dilihat bahwa peluang usaha benar-benar melimpah di depan mata. Prinsipnya barang siapa bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia, maka anda bisa mendirikan usaha.

B. Memilih Lokasi Usaha

Dalam teori marketing mix (bauran pemasaran), ada 4 hal utama pemasaran, yakni product, price, place dan promotion, disingkat 4P.

Kita harus memiliki kemampuan meramu 4 hal ini supaya bisa sukses. Jika anda sudah menetapkan produk yang akan anda jual, maka anda harus bisa menentikan 3 hal lainnya. Yakni harga, lokasi dan promosi. Produk bermutu tanpa disertai promosi dan harga yang pas akan menyulitkan perkembangan usaha anda.

Perilah place, disini berarti lokasi kantor, dan distribusi yang membuat konsumen mudah membelinya. Semakin sulit lokasi dijangkau konsumen maka besar promosi yang harus dilakukan.

Dalam usaha retail (eceran), lokasi memegang peranan yang sangat penting, karena kita menjalankan usaha dimana konsumen harus datang ke lokasi usaha kita. Berbeda dengan usaha yang penjualannya dilakukan dengan mendatangi konsumen secara langsung., maka lokasi kantor tidak terlalu berpengaruh pada usaha anda.

Ada yang biasanya bertanya, mengapa ada warung makan yang lokasinya jauh dari keramaian tapi tetap laris? Bukankah itu berarti lokasi tidak penting ? Jika ada warung yang sulit dijangkau tapi laris, pasti ada keunggulan lain yakni promosi dari mulut ke mulut sangat efektif.

semoga bermanfaat

SHARE THIS

0 komentar: