Tuesday, September 9, 2014

In House Training Persiapan Pensiun

Indonesia mengalami booming pensiun pegawai swasta mulai tahun 2000an. Hal ini karena sebagian besar Industri di Indonesia berdiri tahun 1970an. Ambil contoh Indofood, Indocement, Indomobil, Holcim, Astra dan sebagainya. Akibatnya 30 tahun kemudian, yaitu tahun 2000an, mereka yang merintis berdirinya perusahaan mulai memasuki usia pensiun. Sebagaimana kita ketahui pada umumnya karyawan berkarir selama 30 tahun hingga memasuki usai pensiun.

Pada awalnya para pensiuan itu memasuki masa pensiun tanpa persiapan apa-apa. Mereka diberi pesangon dan selanjutnya hubungan mereka dengan perusahaan boleh dibilang putus. Bagi perusahaan yang memberikan uang pensiun yang besar, hal itu tidak terlalu menjadi soal. Tapi bagi yang uang pesangonnya kecil, perpisahan pensiun seperti sebuah babak kehidupan baru yang lebih buruk.

Para pimpinan perusahaan kini menyadari, karyawan pensiun perlu mendapat bekal yang cukup agar mereka memasuki masa pensiun dengan wajah sedih. Harus dibuat agar karyawan yang memasuki masa pensiun itu dapat menikmati masa pensiun dengan suasana yang tidak menakutkan. Penghasilan sebagai pensiunan tentu berbeda dengan masa kerja. Masa kerja adalah masa fixed income, sedangkan masa pensiun adalah masa variable income.

Indonesian Entrepreneur Society (IES) menyadari situasi semacam itu. Itu sebabnya kami menyusun model training wirausaha persiapan pensiun, agar para pensiunan bisa menikmati masa pensiunan dengan mental baru, yakni mental wirausaha.

Materi training wirausaha meliputi aspek psikologi, aspek dasar mental wirausaha, serta aspek kiat sukses wirausaha. Narasumber/Trainer/pembicara untuk semua topik adalah tokoh-tokoh yang sudah berpengalaman dalam bidangnya. Misalnya Adriano Rusfi, psikolog yang berpengalaman memberikan konsultasi psikologi masa pensiun. Adapun Bambang Suharno, spesialis mental wirausaha, pembicara lainnya seperti Wan M Hasim, Amir Hamzah, Sudjono AF, Dokter Purindo dan sebagainya siap memberikan bekal kiat sukses wirausaha yang praktis dan teruji.

Selain materi di kelas, IES juga menyelenggarakan acara bisnis visit ke usaha-usaha yang bisa dijadikan tempat belajar misalnya Ayam Panggang Cici Tegal, Idolmart (milik Wan Hasim), kebun pepaya milik Amir Hamzah dan sebagainya.

In House Training bisa berlangsug 2 atau 3 hari tergantung permintaan klien.

1 comment: