Sunday, February 12, 2017

Ciganjur Seminar: Peran Serta Generasi Muda dalam Menciptakan Peluang Usaha

Bang Nourman, Bambang, Lurah Ciganjur,  Eka
Bertempat di aula serba guna RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) Ciganjur, Minggu 12 Februari 2017, Bambang Suharno dari Indonesian Entrepreneur Society (IES) menjadi narasumber seminar wirausaha yang diikuti oleh pengurus dan anggota Karang Taruna serta  pengurus RW di wilayah  Ciganjur, Jakarta Selatan.
Bambang didampingi oleh Riyadin, pengusaha sari kedelai yang merupakan anggota IES, serta Manager IES Dwijo Weliyanto.

Seminar dibuka oleh Lurah Ciganjur Muhamad Djeomena, MSi , didampingi ketua pelaksana yang juga Kepala Seksi Pemberdayaan Ekonomi dan  Kesra Kelurahan Ciganjur Eka Susilawati, serta Ketua Karang Taruna Ciganjur Bang Nourman.


Eka, Kepala Bidang Kesra
Berbeda dengan seminar di berbagai kampus yang biasanya pesertanya lebih dari 100 orang, kali ini peserta terbatas hanya undangan dari kelurahan Ciganjur sekitar 40 orang. Namun peserta sangat antusias mengikuti seminar ini, di tengah guyuran hujan di wilayah Jakarta sejak pagi hari. Lurah Ciganjur juga menyempatkan hadir meskpun sejak Sabtu  ada acara yang sangat padat terkait pengamaman persiapan Pilkada hingga hari Minggu jam 2 dini hari.

Seminar mengambil tema Peran Serta Generasi Muda dalam Menciptakan Peluang Usaha. Lurah Cijanjur mengatakan bahwa dalam beberapa tahun ke depan Indonesia mendapatkan bonus demografi, yakni penduduk usia produktif sangat dominan dalam struktur kependudukan Indonesia. Hal ini berarti usia produktif tersebut harus benar-benar produktif. Oleh karena itu warga Ciganjur khususnya para pemuda tidak boleh ketinggalan dalam mengembangkan peluang usaha. "Itulah sebabnya saya menyambut baik acara ini agar para pemuda Ciganjur dapat berperan menciptakan peluang usaha. Saya berterima kasih Pak Bambang bersedia meluangkan waktu untuk menjadi narasumber acara ini," ujarnya.
Riyadin dan Bambang Suharno

Peluang Usaha
Bambang Suharno mengatakan, penduduk Jakarta saat ini mencapai 10 juta. Penduduk Jabodetabek 25 juta. Ini artinya jumlah tersebut sama dengan jumlah penduduk Malaysia. Juga sama dengan penduduk Australia yang kurang lebih juga 25 juta. Indonesia adalah pasar yang sangat besar dengan jumlah penduduk 250 juta, yang semuanya butuh pakaian, makanan, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan dan sebagainya. Peluang usaha di Indonesia sangat besar.

"Nggak usah jauh-jauh, penduduk Ciganjur saja  36 ribu, jumlah yang cukup potensial sebagai sasaran konsumen," kata eka selaku panitia penyelenggara, menambahkan.

Usaha dengan Modal Terbatas

Dalam kesempatan seminar ini, Bambang Suharno memutar video kunjungan IES ke CV Puspita Sale milik Riyadin sebagai video inspirasi tentang kiat  memulai usaha dengan modal terbatas hingga akhirnya menjadi usaha yang cukup besar, dengan jumlah karyawan lebih dari 100 orang dan produksi saat ini lebih dari 35 ribu cup per hari.

Bambang , Riyadin dan Dwijo di depan RPTRA
Riyadin yang hadir dalam seminar ini menceritakan, usahanya dimulai tahun 2008 di sebuah rumah kontrakan yang uang sewanya Rp 500 ribu/bulan. Ia membuat sari kedelai dengan mesin blender bekas yang harganya 600 ribu, sepeda motor bekas, mesin kemasan bekas yang beli di glodok seharga 1,5 juta. Ia memulainya dengan 2,5 kg kedelai yang menjadi sekitar 200 cup. "Alhamdulilah saya coba masuk ke warung-warung, habis terjual. Itulah awal mula usaha sari kedelai," kata Riyadin.

Seiring berjalannya waktu, usahanya terus berkembang dengan sistem yang makin modern.Untuk sistem pemasaran, ia memberdayakan sumber daya marketing dengan sistem bagi hasil. Hingga ia dapat membuat sistem yang namanya Sapi Sistem, yaitu Sale Pasif Income Sistem (Sapi Sistem). Melalui sistem ini, tenaga marketing dikembangkan menjadi pengusaha mandiri yang memiliki anak buah. Mereka yang sudah punya wilayah luas, didorong untuk memberdayakan orang lain. setiap cup ia berikan fee marketing Rp. 500, ia bagi ke timnya, dan ia membuka pasar baru. Dengan cara ini, ia mendapat fee marketing Rp 150 dari sistem yang sudah diserahkan ke orang lain.
"Jadi meskipun tidak kerja, ia tetap mendapatan income, itulah yang dimaksud Sapi Sistem," Kata riyadin.

Ia menceritakan, saat ini ada tenaga marketingnya yang sudah mencapai penghasilan Rp 30 juta per bulan. Didapat dari penjualan yang langsung ia kerjakan sendiri dan dari tim yang memasarkan di wilayah yang sudah ia rintis.

Saat ini Riyadin tertarik mengembangkan pasar di Jakarta Selatan, khususnya Kecamatan Jagakarsa dan menawarkan bagi warga Jiganjur yang berminat silakan untuk bekerjasama.

Kisah selengkapnya tentang Riyadin beserta videonya, klik di sini.
***


No comments:

Post a Comment